Saturday, June 25, 2016

Pencarian Masjid Terdekat dan Hilangnya Johny

Setelah menerima kenyataan bahwa kami ditinggalkan bis di Teluk Suak, kami semua berjalan kaki ke arah Pontianak sambil membawa seluruh barang pribadi maupun kelompok. Bukan pulang ke Pontianak dengan berjalan kaki, ya, melainkan dalam misi mencari masjid terdekat. Soalnya permukiman di sekitar pelabuhan didominasi oleh etnis china non-muslim, jadi mustahil menumpang sholat.



Read more…

Kenangan Jurit Malam Rasa Kematian

Jurit malam rasa kematian, mungkin itu judul yang cocok untuk tema jurit malam yang saya rasakan waktu mengikuti acara Tafakur Alam (TA) tahun 2005 lalu..

[Baca cerita sebelumnya di sini]



Read more…

Pahit Manis TA '05 di Pulau Kabung

Acara Tafakur Alam (TA) sebelas tahun lalu cukup berkesan buat saya. Ada cerita manisnya, ada juga yang agak sepet, pahit, masam. Tapi apapun itu, saya senang bisa mengingatnya, mengingat orang-orangnya, dan pelan-pelan mengambil hikmahnya. Memori bukan hanya untuk dikenang kan, tapi juga diambil pelajaran.

[Baca cerita awalnya di sini]

Tafakur Alam 2005 Pulau Kabung


Read more…

Friday, June 24, 2016

Memori Tafakur Alam 2005

Pagi ini saya tak sengaja menemukan sebuah benda kenangan. Benda sederhana yang berhasil memanggil kenangan manis tepat 11 tahun yang lalu..

Tafakur Alam 2005 Pulau Kabung
Kenang-kenangan dari tafakur alam 2005


Read more…

Wednesday, June 22, 2016

Pensieve Ramadhan: Tak Rejeki Harus Bagaimana?

Siang ini saya dan Mama' nonton acara khas Ramadhan yang sangat kami sukai: Hafiz Indonesia. Acara ini menampilkan para anak-anak yang menyetorkan hafalan Qur'an mereka. Suara lantunan Qur'an yang masih bening dan halus khas anak-anak selalu membuat saya selalu merasa takjub sekaligus terharu. Begitu indah janji Allah menjaga kalam-Nya.



Read more…

Tuesday, June 21, 2016

Sajadah Indah


Malam tengah bulan Ramadan, sajadah-sajadah indah terbentang
Halus tenun negeri Persia, bangga di dada pemiliknya

Iqamat terang berkumandang
Jemaah bertegak lutut dari sila, berniat tunaikan satu dari lima
Takbir memulai penyembahan
Sayang disayang, sajadah indah menghalangi kesempurnaan

Sebab sajadah indah, saf bagai deretan gigi rongak
Setan yang terbelenggu di neraka pun tertawa terbahak
Tanpa digoda, manusia tak peduli lagi pesan Nabi
Mengagungkan selembar sajadah yang tidak dibawa setelah mati


Pontianak, 21 Juni 2016

Read more…

Monday, June 20, 2016

Pensieve Ramadhan: Rejeki Tak Kemana

Tadi siang, saya dan Mama' nonton liputan berita di tv. Salah satu liputan membahas tentang kurma. Lihat buah kurma di tv, saya bilang ke Mama' kalau saya pengen sekali makan kurma. Bulan puasa tahun ini --entah kenapa-- tidak ada sediaan kurma di kulkas seperti tahun-tahun sebelumnya. Serumahan tidak ada seorangpun yang ingat untuk membeli. Lupa kok bisa kompakan. Saya juga heran.



Read more…

Sunday, June 19, 2016

Paradoks "Jadilah Dirimu Sendiri"

Okeey. Di pagi hari ahad nan sejuk ini, saya mau berbagi sedikit hasil lamunan tentang istilah menjadi diri sendiri. Kalau orang Inggris bilang, be yourself.

Be yourself!


Read more…

Saturday, June 18, 2016

Hugo [Movie]

Sebenarnya sudah lama saya mau cerita tentang salah satu film favorit saya ini. Dulu pernah nulis sedikit tentang film Hugo di blog ini, tapi hanya kutipan saja. Jadi mumpung ingat dan sempat, kali ini saya mau ngasih sedikit sinopsis tentang film Hugo. Siapa tahu ada yang akhir pekan ini mau nonton film lama kan.. ;)

(credit: teaser-trailer.com)

Read more…

Thursday, June 9, 2016

Pengalaman Rawat Inap di Poliklinik Untan

Oke, mengawali postingan bulan ini, saya akan berbagi sedikit cerita tentang pengalaman rawat inap di poliklinik Untan. Bukan saya yang dirawat, tapi Mama' saya. Tulisan ini dilihat dari sudut pandang saya sebagai keluarga dari yang dirawat. Buat peserta BPJS Kesehatan di Pontianak, semoga tulisan ini bisa memberikan gambaran pelayanan BPJS di sana.

Peta Poliklinik Untan (lingkaran merah)
[sumber gambar: Google Maps]

Read more…

Wednesday, June 8, 2016

Melihat Dari Permukaan

Bulan Juni sudah berjalan, saya masih belum post tulisan satupaun! Aiissh, mana bisa penuh target one day one post ini mah. Haha.. *ketawagaring *jitak diri sendiri

Di awal bulan Ramadhan ini, saya mau berbagi tentang sebuah status lama FB saya saja ya, teman-teman. Untuk introspeksi diri sendiri sekalian mengabadikannya di blog ini supaya lebih mudah dicari. Soalnya kalau di FB kan suka tenggelam yah. Malas banget kalau harus scroll status tahun tertentu. Boros kuota, beib! *sok irit


Hai status, sudah lama tidak bertemu!

Read more…

Tuesday, May 31, 2016

Kilas Balik Bulan Mei 2016

Aduh, tidak terasa bulan Mei sudah berakhir. Time flies so fast.



Read more…

Hikmah Insiden Harambe

Pagi ini saya membaca berita mengejutkan tentang penembakan mati seekor gorila berusia 17 tahun lebih sehari bernama Harambe. Secara kebetulan, -oh, tidak ada yang kebetulan di dunia ini- malam ini, saya membaca sebuah catatan tentang pendidikan anak. Lalu apa hubungannya?

Catatan Kecil:
Sebagai seorang yang saat ini belum sempat  "menikmati" masa-masa merawat anak sendiri, mungkin tulisan ini akan terkesan seperti sok tahu. Tapi saya tidak menulis untuk memberi kesan. Terserah orang mau menilai saya seperti apa. Saya menulis ini murni untuk mengingatkan diri sendiri, dan saya bagikan ke khalayak umum dengan harapan dapat bermanfaat bagi orang lain. cmiiw

(credit: dailymail.co.uk)


Read more…

Sunday, May 29, 2016

Berenang di Kolam Renang Oevang Oeray (+Random Tips)

Hari Kamis kemarin, Kanda mengajak saya berenang di salah satu kolam renang di Kota Pontianak. Letaknya di kompleks gelanggang olahraga. Di mana lagi kalau bukan di Kolam Renang Oevang Oeray, Pontianak.. ;D

*non-sponsored review, please read my disclosure policy for more information

Kolam Renang Oevang Oeray Pontianak


Read more…

Saturday, May 28, 2016

Menerima Ketiadaan

Hal yang tak dapat dilepaskan dari rasa kehilangan adalah rindu yang takkan terbayar oleh pertemuan. Untukmu yang pernah merasakan kehilangan, mungkin ini adalah sesuatu yang familiar. Terasa sakit di awal namun pada akhirnya kita harus terbiasa merasakannya.



Hari ini harusnya tidak spesial, kecuali hari ini adalah sepekan kepergian si telinga kuncup, Berry, untuk selamanya. Saya rindu, merasa bersalah, sedih, tapi saya sudah merelakannya, menerima ketiadaannya. Menuliskan banyak hal manis tentangnya membuat saya merasa lebih baik --walaupun tentu saja dalam pikiran saya, saya akan merasa lebih menyenangkan kalau Berry masih hidup dan sehat, bermain dengan riang di dalam kardus kecilnya.

Berry si telinga kuncup lagi main di kardus.
Waktu itu luka bakar di hidung kecilnya --akibat mengendus lampu pijar-- baru terkelupas.

Read more…