2.25.2020

Weekly Log atau Daily Log?

Hai teman-teman pembaca! Apa kabar? Wah, maaf ya sudah lama blog ini tidak diisi. Oke, untuk memulai postingan di awal tahun Masehi ini, saya mau membahas sedikit tentang pertanyaan teman-teman bullet journalist pemula yang cukup sering ditanyakan kepada saya. Setelah monthly log itu, weekly log atau daily log? Bedanya apa?


Sebelum memulai lebih jauh, saya mau merujuk kepada bujo milik Ryder Carrol. Pencetus metode bullet journal ini lebih menekankan rapid logging daripada weekly log ataupun daily log. Tambah bingung? Hehe, jangan.. Kita bahas satu-satu dulu kalau begitu ;)

Oke, tentang rapid logging.

Jadi kalau dilihat dari bahasa, rapid logging itu terbentuk dari 2 kata, yaitu rapid dan log. Rapid artinya cepat, log artinya catatan, sementara akhiran -ing menunjukkan aktivitas. Jadi kalau diartikan secara sederhana, rapid logging adalah proses penulisan secara cepat. Ide pentingnya adalah menuliskan semua yang ada di dalam pikiran (ide, rencana, dll) dengan cepat, mirip membuat to-do list. Berbeda dari to-do list biasa, membuat bujo itu berarti membuat to-do list yang disertai bullets/keys yang sesuai.

[Masih ingat kan tentang Pentingnya Kunci/Keys pada Bullet Journal? ]

Nah, kalau dilihat dari praktiknya, Ryder Carroll melakukan rapid logging setiap hari. Jadi bisa dikatakan, Ryder Carroll membuat daily log. Pada salah satu videonya ia pernah mengatakan bahwa ia merasa lebih nyaman membuat rapid log secara harian daripada mingguan karena memungkinkannya menuangkan pikiran dengan bebas tanpa dibatasi ruang di halaman bukunya. Tapi itu Ryder Carroll. Tiap orang berbeda. Saya rasa itulah mengapa Ryder Carroll membahasakan catatan to-do list yang dilengkapi keys sebagai rapid log. Bukan weekly log ataupun daily log. Jadi ini masalah metode penulisannya (cepat dan ringkas serta dilengkapi penanda), bukan masalah kapan kita menuliskannya (harian atau mingguan).

Jadi, apakah mau membuat weekly log atau daily log? Itu kembali ke preferensi tiap orang.

Yang tipenya lebih suka menulis dengan bebas merdeka, seperti Ryder Carroll, bisa coba daily log. Rapid log yang dibuat harian tidak memiliki batasan akan habis berapa halaman, karena itu tidak memerlukan lay out khusus bahkan cenderung minimalis, yang berarti lebih praktis, cepat, dan mudah dibuat. Bagusnya lagi, rapid log yang ditulis harian tidak terlalu nampak "kosong" kalau ada hari yang terlewat dicatat. Cuma menurut saya jadinya kurang rapi terekam dan agak sulit dicek ulang. Karena itu, daily log ini menurut saya sangat cocok untuk orang yang praktis, santai, atau punya gaya cuek (?). Bener nggak? Hehe

Contoh Daily Log ala Ryder Carroll
(sumber: bulletjournal.com)

Nah, kalau saya pribadi, saya lebih suka kalau dalam 1 pekan hanya menghabiskan 2 halaman buku yang berhadapan (alias 1 bukaan). Menurut saya, ini membuat catatan jadi lebih rapi dan mudah terbaca. Misal, untuk mencari rencana di hari Rabu, saya tinggal cari di sisi sebelah sini atau sana. Selain itu, mencatat secara mingguan memudahkan saya memperkirakan jumlah halaman yang diperlukan. Cuma ya kalau pakai lay out mingguan, berarti harus meluangkan waktu di hari tertentu untuk mempersiapkannya. Ruangnya juga terbatas. Beda dengan daily log yang cenderung tidak memerlukan lay out khusus, tinggal tulis. Hal lain yang menurut saya penting, lay out mingguan agak memaksa untuk menulis setiap hari. Soalnya kalau ada bagian yang kosong banyak rasanya kurang nyaman. Di satu sisi ini baik karena memaksa untuk disiplin, tapi di sisi lain agak menyiksa jiwa-jiwa perfeksionis, hehe.

Contoh weekly log ala saya
(dokumentasi pribadi)

Nah, begitulah menurut saya. Gimana, teman-teman? Cukup jelas tidak? Ada yang kurang sependapat, atau masih ada pertanyaan? Silakan tinggalkan tanggapan teman-teman di kolom komentar, yaa..

Terima kasih sudah membaca ;)

0 comments:

Post a Comment

Pesan dimoderasi

Follow by Email