10.19.2020

Semoga...

Malam ini saya pergi ke dokter, antrian panjang sekali. Beberapa ibu hamil terlihat duduk di tangga. Yang lainnya, termasuk saya yang datang belakangan, terpaksa berdiri.

Sementara itu, di kursi panjang ruang tunggu terlihat beberapa lelaki duduk dengan santai sambil main hp. Ada yang bersila, memakan tempat banyak. Pura-pura bodoh atau memang bodoh, hanya Allah yang tahu.

Dalam hati saya sempat merutuk, tapi ya sudahlah. Cari spot kecil di ujung kursi panjang untuk duduk, alhamdulillah dapat meskipun nyempil. 

Dalam hati saya berdoa, semoga keturunan saya berakhlak mulia. Dan untuk mereka para lelaki di cerita ini saya berdoa, semoga setelah mereka menjadi bapak, keegoisannya berkurang. Kasihan, untuk etika yang dasar seperti itu saja tidak peka. Dan juga untuk para pasangannya, semoga lebih berani menegur jika suami melakukan hal yang salah. Apa perlu perempuan lain yang negur (?) Naudzubillah. 

Ini juga catatan untuk kami (dan pembaca yang budiman) supaya ingat mengajarkan hal-hal dasar dan penting kepada keturunan kita. Masa depan dibentuk bersama. Semoga Allah meridhoi.

Read more…

9.02.2020

Mengubah Mindset dan Belajar Menerima

Seharusnya saya memosting ini semalam, tapi karena ngantuk berat, saya tidur lebih awal daripada biasanya. Hehe..

Jadi, ceritanya, kemarin sepertinya tema belajar saya adalah tentang syukur (lagi!). Mulai dari instagram sampai youtube, saya terpapar dengan sentilan tentang pentingnya bersyukur. Padahal yang sengaja saya buka rasanya (pada awalnya) tidak nyambung dengan hal ini. Tapi ujungnya bermuara di topik tersebut.

Read more…

8.31.2020

Saat Dilanda Cemas..

Beberapa waktu belakangan ini, saya sering diliputi rasa khawatir yang bisa dikategorikan agak berlebihan. Akibatnya, sering nangis. Mulai dari mikirin corona, kerjaan, keluarga, kehamilan, dan terbaru kemarin, teringat kepergian anak pertama kami dulu. Yang terakhir disebutkan ini karena faktor kangen sih. Pas tanggal 29 Agustus lalu ultahnya juga, pas kangennya ini waktu suami lagi perjalanan dinas luar kota. Udah deh, nangis lagi. Meskipun nangisnya positif --bukan ratapan, mengehujat Allah, atau perasaan negatif lain-- tapi efeknya ternyata tetap kurang baik bagi saya yang sedang tirah baring. Dan ini bikin saya agak panik lagi.

Read more…

8.28.2020

Memulai Kembali

Hari ini saya memutuskan untuk kembali ngeblog. Mungkin tulisan-tulisan pendek. Tidak masalah. Toh sepertinya blog ini sudah semakin sedikit pembacanya. Para content creator lebih beralih ke youtube. Orang-orang pun lebih senang menonton youtube daripada membaca blog.

Laaah, pembaca makin sedikit kok malah mau kembali ngeblog?

Read more…

4.05.2020

Sepekan Sebelum Sebulan

Ahad, 5 April 2020 (11 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-21 swakarantina.

Tiga pekan sudah berlalu. Alhamdulillah saya dan suami insyaAllah tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Yang memilukan, sampai hari ini di provinsi kami sudah ada 10 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 (5 orang dalam perawatan, 3 orang sembuh, 2 orang meninggal dunia), 33 orang PDP, dan 3767 orang dari 5698 ODP masih dalam proses pemantauan (sumber). Sementara itu di Indonesia, sudah ada 2.273 kasus terkonfirmasi positif dengan 164 orang sembuh, 198 orang meninggal dunia, sisanya masih berjuang (sumber).

Read more…

4.04.2020

Panik Untuk Tidak Panik

Sabtu, 4 April 2020 (10 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-20 swakarantina.

Sejak mulai heboh kabar penyebaran corona beberapa pekan lalu, saya jadi sering mendengar komentar "Jangan panik". Saya setuju, karena memang benar, tidak boleh panik. Panik bukan solusi. Masalahnya, saya sering melihat komentar ini di wag yang saya ikuti. Biasanya disampaikan saat ada yang memberikan informasi terkait corona, seolah yang memberikan info panik duluan. Padahal bisa jadi ada pelajaran penting, yaitu untuk waspada, tidak mengulangi hal yang sama, dsb. Biasanya komentar "jangan panik" ini juga disertai info yang jauh dari valid. Contoh saja, masa' ada orang yang mengaku ahli biochemical blablabla mengatakan bahwa virus sama dengan jamur. Duhh. Akukok kesel yah. Kesannya lebih dijadikan sebagai bahan olok-olok, pembodohan masyarakat, dan parahnya, dapat menurunkan kewaspadaan. Rasanya mengganggu. Ok. Biar plong, nulis di sini saja deh..

Disclaimer: 
Tulisan ini bukan tulisan ilmiah, hanya opini. Perbedaan pendapat dengan pembaca mungkin terjadi.


Read more…

4.03.2020

Menikmati Pahit

Jumat, 3 April 2020 (9 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-19 swakarantina.

Kemarin tidak ngeblog karena ketiduran awal. Sayang rasanya, tapi sudah lewat, jangan disesali. Bukan begitu? :)

Read more…

4.01.2020

Siapa Bilang?

Rabu, 1 April 2020 (7 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-17 swakarantina.

Sudah lebih dari 14 hari. Saya tidak bisa bilang "tak terasa", karena bagi saya ini rasanya lamaa sekali. Berjuang dari rumah memang terdengar mudah dan sederhana, tapi apakah benar diam di rumah semudah itu?

Read more…

3.31.2020

Kabar Familiar

Selasa, 31 Maret 2020 (6 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-16 swakarantina.

Hari ini ada heboh berita tentang salah satu korban meninggal akibat infeksi virus corona di Pontianak. Saking hebohnya, sampai-sampai saya yang berada di luar Pontianak dan tidak punya tv ini bisa tahu tentang kabar tersebut.

Read more…

3.30.2020

Lega Sesaat

Senin, 30 Maret 2020 (5 Sha'ban 1441 H)

Hari ke-15 swakarantina. Hari ini saya dan suami terpaksa keluar rumah untuk berbelanja keperluan rumah tangga. Sebenarnya jadwal belanja bukan hari ini, tapi karena perlu membeli sesuatu, jadi kami sekalian saja membeli keperluan lain. Lumayan untuk menghemat listrik, air, dan detergent untuk cucian. Hehe. Kami cukup patuh protokol keluar-masuk, soalnya.

Read more…

3.29.2020

Sampai Besok

Ahad, 29 Maret 2020 (4 Sha'ban 1441 H)

Hari ke-14 swakarantina. Saya berusaha positif dengan tidak membuka hp selama 2 jam setelah bangun tidur pagi. Cukup sulit, mengingat saya cukup kecanduan hp, tapi ini sangat membantu menjaga kewarasan di saat sulit seperti sekarang.


Read more…

3.28.2020

Lemon

Sabtu, 28 Maret 2020 (3 Sha'ban 1441 H)

Hari ke-13. Demi kesehatan mental, saya berusaha mengurangi paparan informasi tentang COVID-19. Bukan berarti tidak update, tapi dibatasi waktu pengecekannya. Kalau sebelumnya bisa seharian bolak-balik ngecek di web resmi baik tingkat daerah, nasional, dan internasional; hari ini tetap ngecek tapi 2 kali sehari saja. Toh datanya biasanya tidak di-update per jam..

Btw, tadi pagi saya menonton penampilan Recycled Orchestra of Cateura di youtube. Saya pernah menuliskan tentang mereka di blog ini (bisa di-klik di sini). Tapi biasalah ya, namanya manusia, suka lupa. Baru tadi pagi ingat lagi. Alhamdulillah dapat pencerahan..


Read more…

Follow by Email