4.05.2020

Sepekan Sebelum Sebulan

Ahad, 5 April 2020 (11 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-21 swakarantina.

Tiga pekan sudah berlalu. Alhamdulillah saya dan suami insyaAllah tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Yang memilukan, sampai hari ini di provinsi kami sudah ada 10 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 (5 orang dalam perawatan, 3 orang sembuh, 2 orang meninggal dunia), 33 orang PDP, dan 3767 orang dari 5698 ODP masih dalam proses pemantauan (sumber). Sementara itu di Indonesia, sudah ada 2.273 kasus terkonfirmasi positif dengan 164 orang sembuh, 198 orang meninggal dunia, sisanya masih berjuang (sumber).

Read more…

4.04.2020

Panik Untuk Tidak Panik

Sabtu, 4 April 2020 (10 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-20 swakarantina.

Sejak mulai heboh kabar penyebaran corona beberapa pekan lalu, saya jadi sering mendengar komentar "Jangan panik". Saya setuju, karena memang benar, tidak boleh panik. Panik bukan solusi. Masalahnya, saya sering melihat komentar ini di wag yang saya ikuti. Biasanya disampaikan saat ada yang memberikan informasi terkait corona, seolah yang memberikan info panik duluan. Padahal bisa jadi ada pelajaran penting, yaitu untuk waspada, tidak mengulangi hal yang sama, dsb. Biasanya komentar "jangan panik" ini juga disertai info yang jauh dari valid. Contoh saja, masa' ada orang yang mengaku ahli biochemical blablabla mengatakan bahwa virus sama dengan jamur. Duhh. Akukok kesel yah. Kesannya lebih dijadikan sebagai bahan olok-olok, pembodohan masyarakat, dan parahnya, dapat menurunkan kewaspadaan. Rasanya mengganggu. Ok. Biar plong, nulis di sini saja deh..

Disclaimer: 
Tulisan ini bukan tulisan ilmiah, hanya opini. Perbedaan pendapat dengan pembaca mungkin terjadi.


Read more…

4.03.2020

Menikmati Pahit

Jumat, 3 April 2020 (9 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-19 swakarantina.

Kemarin tidak ngeblog karena ketiduran awal. Sayang rasanya, tapi sudah lewat, jangan disesali. Bukan begitu? :)

Read more…

4.01.2020

Siapa Bilang?

Rabu, 1 April 2020 (7 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-17 swakarantina.

Sudah lebih dari 14 hari. Saya tidak bisa bilang "tak terasa", karena bagi saya ini rasanya lamaa sekali. Berjuang dari rumah memang terdengar mudah dan sederhana, tapi apakah benar diam di rumah semudah itu?

Read more…

3.31.2020

Kabar Familiar

Selasa, 31 Maret 2020 (6 Sha'ban 1441 H)
Hari ke-16 swakarantina.

Hari ini ada heboh berita tentang salah satu korban meninggal akibat infeksi virus corona di Pontianak. Saking hebohnya, sampai-sampai saya yang berada di luar Pontianak dan tidak punya tv ini bisa tahu tentang kabar tersebut.

Read more…

3.30.2020

Lega Sesaat

Senin, 30 Maret 2020 (5 Sha'ban 1441 H)

Hari ke-15 swakarantina. Hari ini saya dan suami terpaksa keluar rumah untuk berbelanja keperluan rumah tangga. Sebenarnya jadwal belanja bukan hari ini, tapi karena perlu membeli sesuatu, jadi kami sekalian saja membeli keperluan lain. Lumayan untuk menghemat listrik, air, dan detergent untuk cucian. Hehe. Kami cukup patuh protokol keluar-masuk, soalnya.

Read more…

3.29.2020

Sampai Besok

Ahad, 29 Maret 2020 (4 Sha'ban 1441 H)

Hari ke-14 swakarantina. Saya berusaha positif dengan tidak membuka hp selama 2 jam setelah bangun tidur pagi. Cukup sulit, mengingat saya cukup kecanduan hp, tapi ini sangat membantu menjaga kewarasan di saat sulit seperti sekarang.


Read more…

3.28.2020

Lemon

Sabtu, 28 Maret 2020 (3 Sha'ban 1441 H)

Hari ke-13. Demi kesehatan mental, saya berusaha mengurangi paparan informasi tentang COVID-19. Bukan berarti tidak update, tapi dibatasi waktu pengecekannya. Kalau sebelumnya bisa seharian bolak-balik ngecek di web resmi baik tingkat daerah, nasional, dan internasional; hari ini tetap ngecek tapi 2 kali sehari saja. Toh datanya biasanya tidak di-update per jam..

Btw, tadi pagi saya menonton penampilan Recycled Orchestra of Cateura di youtube. Saya pernah menuliskan tentang mereka di blog ini (bisa di-klik di sini). Tapi biasalah ya, namanya manusia, suka lupa. Baru tadi pagi ingat lagi. Alhamdulillah dapat pencerahan..


Read more…

3.27.2020

Mengalihkan Tekanan

Jumat, 27 Maret 2020 (2 Sha'ban 1441 H)

Hari ini hari ke-12 saya dan suami mengarantina diri secara mandiri. Kondisi semakin menegangkan. Provinsi kami masuk kategori transmisi lokal. Jumlah penderita COVID-19 mencapai 1000. Jumlah korban meninggal bertambah 9, menjadi 87. Pikiran saya kacau. Saya stres.


Read more…

3.26.2020

Nikmat yang Tercabut

Kamis, 26 Maret 2020.
Hari ke-11 kami mengarantina diri, sekaligus hari pertama bulan Sha'ban 1441 H.

Sha'ban kali ini terasa berbeda. Baru tadi siang kami mendapat edaran resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi tentang Penyelenggaraan Ibadah di Masjid Selama Situasi Darurat COVID-19, sore ini masjid-masjid di sekitar rumah mulai mengumumkan keputusan MUI untuk menunaikan sholat di rumah kepada masyarakat dengan pengeras suara.


Read more…

3.25.2020

Kapan Ini Berakhir?

Rabu, 25 Maret 2020

Hari ke-10 karantina sekaligus hari terakhir di bulan Rajab 1441 H. Malam ini insyaAllah sudah masuk tanggal 1 bulan Sha'ban, yang berarti tinggal menghitung hari menuju Ramadhan. Bulan penuh keberkahan, bulan penuh pengampunan. Bulannya berkumpul bersama keluarga, bercengkerama, makan sahur bersama, berbuka bersama, beribadah bersama...

Dalam hati saya bergumam, kapan cobaan bernama corona ini berakhir, Ya Allah..


Read more…

3.24.2020

Menjaga Kewarasan

Selasa, 24 Maret 2020

Ini hari ke-9 kami mengarantina diri secara mandiri. Rasanya tetap sama: tidak nyaman. Kalau dipikir-pikir, ini baru setengah dari 14 hari yang dianjurkan. Sementara itu, baru 2 hari yang lalu (Ahad, 22 Maret 2020) tersiar kabar bahwa libur akan diperpanjang menjadi 91 hari. Mampukah bertahan?

Read more…

Follow by Email