12.31.2015

Kilas Balik Tahun 2015

Malam pergantian tahun Masehi ini, kota Khatulistiwa diguyur hujan yang cukup lebat, lengkap dengan kilat, petir, dan sedikit angin. Sebentar sih, tapi lumayan tuh, bikin basah kuyup. Untungnya saya sudah diajak jalan-jalan oleh Kanda tadi sore, jadi tidak perlu kehujanan.



Read more…

12.30.2015

Kilas Balik Bulan Desember

Di penghujung bulan terakhir tahun Masehi ini, saya mau posting tentang kilas balik bulan Desember saja. Biasanya kan suka telat tuh, baru posting kilas balik bulanan di awal bulan berikutnya, tapi anggap saja saya sedang rajin hari ini, hohoho.. *padahal alasan aslinya lagi kehabisan ide ngeblog, hihi



Read more…

12.29.2015

Perlengkapan P3K yang Sebaiknya Dibawa Saat Liburan Bersama Keluarga

Libur tlah tiba,
Libur tlah tiba
Hore, Hore, Horee! (hoore!)
*tiap musim liburan datang, saya selalu ingat lagunya Tasya, hihi 


*sponsored post, refers to disclosure

Read more…

12.28.2015

Front of the Class [Movie]

Berhubung di akhir pekan ini tidak banyak jalan-jalan, kali ini saya mau mengulas salah satu film favorit saya saja. Judulnya Front of the Class. Ya, ya, ya, ini memang film lama, produksi tahun 2008. Jadul, hihi. Tak apa lah ya. Namanya juga review film bagus, bukan review film terbaru.. *mulai ngeles, hhihi



Read more…

12.26.2015

Karaoke Bersama Sepupu

Sabtu siang, janjian dengan 2 sepupu yang suka karaoke-an: Bang Uli dan Kak Sri. Sudah lama sekali kami tidak sempat-sempat karaoke bersama karena kesibukan masing-masing. Jadi sekarang, mumpung sedang libur panjang.. :D


Kak Sri adalah kakak sepupu Bang Uli. Orang tua keduanya bersaudara sementara Mama' saya adalah sepupu orang tua Bang Uli dan Kak Sri. Jadi kalau dirunut, kami sepupu 2 kali. Selisih usia kami agak jauh dengan dua sepupu kami itu, sekitar 10 tahunan lebih. Tapi karena nyambung, alhamdulillah hubungan kami tetap akrab sampai sekarang. Semoga sampai nanti, aamiin.

Dulu, waktu keduanya masih jomblo unyuk-unyuk sementara saya dan kakak masih di bangku sekolah, kami biasa karaoke melepas stres di rumah Mama'. Pilihannya lagu-lagu lama (karena cuma punya cd lagu lama, hhihi) tapi asyik-asyik saja. Sayangnya sejak cd player dan sound system di rumah tidak dipasang karena ganti tv, kegiatan karaoke bersama semakin jarang dilakukan.

Agar puas karaoke-an, sesekali kami sengaja ke tempat karaoke keluarga. Mahal sih, tapi karena tidak rutin dan urunan pula, rasanya masih oke-oke saja buat refreshing. Maklum pantai jauh bok! *ini ngeles bukan ya? Hhihi..

Kali ini tujuan kami berenam (Saya, Kanda, Kakak, Abang, Bang Uli, dan Kak Sri) adalah salah satu tempat karaoke keluarga yang ada di bilangan Mall Pontianak Jl Teuku Umar. Janjian pukul satu siang tapi kami berempat datang agak telat karena satu dan lain hal. Untungnya Kak Sri dan Bang Uli berinisiatif masuk ruangan karaoke duluan.

Saat tiba, saya bertanya kepada resepsionis dan ia memberi tahu ruang karaoke sepupu berada di lantai 4, tepatnya di ruang nomor 403. Huahaha, rasanya saya mau ketawa. Bukan apa-apa, karena yang saya tertawakan adalah sendal wedges yang saya pakai. Sebelum-sebelumnya main di tempat tersebut, kami selalu kebagian ruangan lantai dasar. Makanya saya berani memakai wedges. Tahu-tahu.. bukan hanya lantai 2 atau 3, tapi lantai 4! Asoy geboy deh betis beta.. Hahaha.. Lumayaan... :D

Setelah mengatur nafas yang ngosngos-an, kami berempat bergabung dengan abang dan kakak sepupu yang sudah duluan berdendang. Pilihan lagunya jadul-jadul! Hhihi.


Yang paling jadul, lagunya alm Pance F Pondaag, pilihan Kak Sri. :D  Lagu jadul, tapi kami juga tahu sedikit nadanya walaupun tidak hafal. *langsung merasa tua *ketawa getir :D

Sekitar pukul setengah 4 sore, kami bubar jalan. Kabar buruknya, ternyata voucher gratis 1 jam punya Kakak ternyata tidak bisa dipakai di hari libur. Kabar baiknya, voucher tersebut diberikan Kakak kepada saya dan Kanda, siapa tahu mau karaoke-an berdua saja. Asyiik.. alhamdulillah..

Sepanjang turun tangga, saya dan Kanda menikmati berfoto di beberapa tempat yang sepertinya ditujukan untuk pengunjung. Ini cukup menghibur walaupun hasilnya tidak terlalu memuaskan (karena faktor pencahayaan). Sayang abang-abang dan kakak-kakak sudah turun duluan, jadi cuma dapat beberapa foto full team hasil jepretan abang petugas karaoke.

Anggap saja kami baru liburan di Mesir.. :v



Wallpaper nya cantik yaa..



Jadi private Yanet dulu..



Ceritanya nyaris diculik Hulk..


Hehe. Baiklah kita sudahi.. Dadah!


Read more…

12.25.2015

Tips Seputar Lipstik dan Bibir

Saya bukan beauty blogger, bukan penata rias, bukan penggila make up, bukan juga ahli kosmetik. Saya tidak tahu terlalu banyak tentang teknik make up yang cetar membahana, tapi sebagai perempuan normal tentu saja saya juga suka dandan. Oohoho..


Seperti kebanyakan wanita yang jarang dandan lainnya, saya lebih suka make up yang tipis. Tebal-tipis riasan benar-benar relatif karena tergantung kebiasaan, jadi tidak perlu diperdebatkan yaa.. (Emang siapa yang mau debat, net? wkwkwk)

Untuk keseharian, yang saya pakai paling-paling pelembab (moisturizer) untuk melembabkan kulit; kalau keluar rumah pakai tabir surya (sunblock/sunscreen) agar terlindung dari keganasan ultraviolet matahari; kalau acara resmi pakai alas bedak (foundation) atau bb cream atau cc cream supaya riasan lebih tahan lama dan nampak halus; bedak tabur (loose powder) supaya tidak mengkilap; pelembab bibir (lipbalm) wajib supaya bibir tidak pecah-pecah; eyeliner dan maskara kalau sedang rajin; dan tidak kalah penting, pemulas bibir aka lipstik agar penampilan tidak terlalu pucat.

Dari sekian banyak perlengkapan bersolek yang dimiliki itu, yang paling suka saya gunakan adalah lipstik. Alasannya jelas lah ya, karena mudah digunakan: tinggal dipulas di bibir. Hehe.

Eh, walaupun mudah, ternyata bermain dengan lipstik juga ada triknya lho. Ini beberapa tips dan trik seputar lipstik dan perawatan bibir dari para beauty vlogger favorit, yang pernah saya coba dan saya sukai:

- selalu gunakan pelembab bibir agar bibir tidak terlalu cepat kering dan pecah. Kehabisan pelembab bibir? Oleskan madu di bibir. Tipiiiis saja. Jangan dijilat ya, hhihi.

- Lipstik berwarna lembut (nude) lebih cocok dipakai di siang hari, sedangkan warna yang terang dan menyala sebaiknya dipakai di acara malam hari.

- Untuk tampilan alami dan segar, gunakan sheer lipstick.

- Untuk mendapatkan tampilan matte lipstick dari creamy lipstick, ada 2 cara.
Cara pertama dengan menempelkan dan menekan-nekan (bukan mengusap, ya) kertas tissue di atas bibir yang sudah dipoles lipstik creamy.
Cara kedua dengan menabur sedikit bedak tabur di atas bibir yang sudah dipoles lipstik creamy.
Untuk hasil terbaik, bisa gunakan selembar tipis tissue dari tissue wajah (kan biasanya ada 2 atau 3 lapis tuh), tempelkan di bibir yang sudah dipoles lipstik creamy, lalu taburkan bedak dengan bantuan puff atau kuas di atas tissue. Lepaskan tissue dan, jadi deh!

- Untuk mendapatkan bibir yang tegas, gunakan pensil bibir atau lipliner di garis bibir sebelum menggunakan lipstik. Atau aplikasikan foundation dengan bantuan kuas, di sekitar bibir setelah menggunakan lipstik.

- Untuk memberi kesan bibir lebih tipis, gunakan lipstik creamy/matte yang warnanya mendekati warna kulit di pinggiran bibir, baru pulas lipstik yang berwarna cerah di bagian dalamnya. Atau gunakan tint lip di bagian dalam bibir.

- Untuk memberi kesan bibir lebih tebal dari aslinya, gunakan lipliner sedikit agak melewati garis bibir pada bibir bagian tengah atas dan bawah. Ingat, hanya di bagian tengah bibir atas (cupid bone) dan bibir bawah bagian tengah. Jangan berlebihan supaya tidak norak. Selanjutnya gunakan lipstik seperti biasa.

- Lakukan scrub bibir secara rutin untuk mengangkat sel kulit mati (eksfoliasi). Sebaiknya lakukan di malam hari sebelum bobo cantik.

- Kalau mau aman (di kulit dan di kantong), gunakan scrub dari campuran madu dan gula yang dipijatkan ke bibir. Selain aman, rasanya juga enak. :D

Apalagi ya? Hehe, tiba-tiba saya nge-blank karena ngantuk. Baiklah, untuk yang sekarang segini dulu. Semoga bermanfaat. Daah!


Read more…

12.23.2015

Pelajaran Kesehatan Hari Ini

Mama' terlihat sudah baikan hari ini. Demam sudah turun, perut sudah tidak sakit, nafsu makan sudah kembali. Saya senang. Tapi siang tadi, tiba-tiba Mama' minta dibawa ke klinik, katanya kepalanya terasa ngambang..


Obat Mama' belum habis. Agar tidak berbenturan dengan efek obat yang diresepkan dokter sebelumnya, Mama' saya ingatkan untuk membawa dan menunjukkan obat tersebut ke dokter nanti. Maklum, obat antibiotik. Kan harus dihabiskan.

Sepulangnya dari klinik, Mama' berkata bahwa tekanan darahnya agak tinggi, 150/90, tapi bukan itu yang membuatnya merasa ngambang. Gejala thypus (tipes) juga insyaallah bukan penyebabnya.

Mama' bercerita, dokter klinik ada menanyakan mengenai menu harian yang beliau konsumsi beberapa hari belakangan. Beliau pun menjawab jujur: bubur.

Mengingat pencernaannya mengalami gangguan karena infeksi bakteri Salmonella thypii, kami memang membatasi jenis makanan yang boleh Mama' konsumsi untuk sementara. Hanya boleh yang bertekstur lembut, kata kenalan yang perawat. Makanya Mama' hanya makan bubur. Kadang bubur nasi dengan suiran ikan/ayam, kadang bubur oatmeal yang diberi sedikit gula, beberapa kali roti kebeng yang dicampur air agar teksturnya mirip bubur. Buah juga diblender jadi jus. Pokoknya serba bubur.

Hal ini ternyata memang dianjurkan untuk penderita penyakit tipes. Hanya saja, porsi yang dikonsumsi harus mencukupi kebutuhan energi. Untuk kasus Mama', perasaan mengambang (seperti berada di air) yang Mama' rasakan ternyata adalah gejala kekurangan gizi atau malnutrisi. Apaaah? *perawat pribadi langsung syok

Untuk itu dokter meresepkan beberapa suplemen vitamin untuk Mama'.

Memang sih, Mama' terlihat agak berkurang semangatnya untuk rutin makan, padahal tiap makan porsinya tidak terlalu banyak. Mungkin karena menu yang kurang variatif dan membosankan, beliau jadi malam makan kecuali pas jadwal minum obat tiba. Kan harus makan dulu..

Di satu sisi, saya lega karena ternyata penyakit tipes Mama' sudah sembuh. Dokter sudah membolehkan beliau untuk mengkonsumsi makanan yang lebih bertekstur, pun nafsu makannya sudah kembali. Tapi di sisi lain, saya juga merasa bersalah. Bisa-bisanya Mama' mengalami gejala malnutrisi. Untung cepat ketahuan.. :'

Cerita hari ini menjadi catatan penting dan berharga bagi saya dalam merawat orang sakit:
- makan dengan porsi kecil dan sering harus konsisten. Kalau menolak, bujuk dengan bujukan halus,
- kreasikan makanan agar orang yang dirawat lebih semangat makan,
- banyakkan ilmu supaya tahu apa saja jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang dirawat.

Setelah makan dan minum vitamin, Mama' jauh lebih baik, alhamdulillah. Tadi makan malam sudah makan nasi.

Begitulah pelajaran dari kejadian hari ini. Mudah-mudahan bermanfaat di kemudian hari. Sudah dulu yaa! Salaam!


Read more…

12.22.2015

Cerita Tentang Mama'

Dua puluh dua Desember. Hari ini adalah hari ibu nasional. :) Hari untuk orang tua memang selayaknya tidak hanya di hari ini saja, melainkan di sepanjang hidup kita. Walau begitu, tetap, saya akan mengucapkan Selamat Hari Ibu untuk para ibu Indonesia! *hug ^_^ 

Hari ini saya mau cerita sedikit tentang Mama'.

Saya dan Mama' saat momen wisuda magister saya dan Kanda di Bogor

Read more…

12.21.2015

Pelajaran Dari Peria'

Pagi-pagi lihat buah peria' di pekarangan, jadi pengen nulis ini..


Peria' atau pare (Momordica charantia) adalah tumbuhan rambat yang memiliki buah yang kurang menarik dan berasa pahit. Tidak sedikit yang tidak suka.

Meski demikian, buah peria' memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti:
- menambah nafsu makan,
- melancarkan pencernaan dan mencegah konstipasi (sembelit atau susah buang air besar),
- sebagai pencahar alami dan mengatasi sembelit
- menyembuhkan penyakit kuning,
- menyembuhkan malaria
- menyembuhkan diabetes,
- membersihkan darah wanita haid dan nifas,
- menurunkan demam,
- mengeluarkan cacing kremi,
dan lain-lain.
Wah, banyak yaa.. ^o^

Pelajaran penting darinya, menurut saya, adalah jadi apapun kita hari ini, pastikan kita bermanfaat. Dahulukan nilai penting kita di mata Tuhan dalam apapun jalan yang dipilihkan-Nya untuk kita, sejelek apapun yang terlihat dan sepahit apapun yang dirasakan. Nikmati dan syukuri. Jangan mau kalah dengan buah peria' yang kaya manfaat. Kita yang khalifah di muka bumi juga harus bermanfaat. Semangat!


Read more…

12.20.2015

Catatan Akhir Pekan

Akhir pekan adalah waktunya berkumpul bersama keluarga. Karena itu, hari ini saya mau cerita momen keluarga saja.



Read more…

12.19.2015

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Mengkonsumsi Obat Tradisional (Air Rebusan dan Jamu)

Gara-gara tulisan sebelumnya, saya jadi kepikiran menulis tentang ini..




Read more…

12.18.2015

Si Merah Penurun Tekanan Darah

Hari ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman Mama' saya menurunkan tekanan darah dengan ramuan herbal. Masih dalam proses sih, tapi belakangan ini lebih baik. Semoga bermanfaat yaa!


Read more…

Pelukan Untuk Mama'

Ini adalah salah satu foto berdua Mama' yang paling berkesan bagi saya.


Foto ini diambil oleh kakak di depan rumah kami, pagi hari sebelum berangkat sholat ied. Hari itu hari raya Idul Adha 1434 Hijriah yang cerah, bertepatan dengan tanggal 15 Oktober 2013 Masehi. Pada saat itu, saya masih berkabung atas meninggalnya anak pertama saya, yang adalah cucu pertama Mama'.


Read more…

12.16.2015

Tips Menghemat Kuota Internet (Smartphone)

Okeeey... Menulis judul postingan kali ini membuat saya senyum-senyum sendiri. Yang kenal saya pasti tahu kalau saya boros sekali menggunakan kuota internet. Dua GB bisa saya habiskan dalam kurun waktu belasan hari, dua pekan paling lama. Pernah juga tidak sampai sepekan sudah habis, padahal 2 GB yang lancar bisa seharga 50 ribuan. Kalau pola konsumsi seperti itu tidak diubah, bisa-bisa saya menghabiskan 200 ribuan sebulan hanya untuk internetan. Aaarrghhh..

Ada yang seperti saya?
miauu.. (baca: adaa) ^^

Read more…

12.15.2015

Permen di Pesawat

Pada maskapai penerbangan tertentu, penumpang akan diberikan permen secara cuma-cuma. Sebenarnya ini bukan sekadar untuk menyenangkan hati yang menerimanya, lho, melainkan ada sesuatu yang lebih penting dari itu.


Saat pesawat lepas landas dan terbang naik, tekanan udara di sekitar kita akan ikut berubah naik. Karena perubahan tekanan udara di sekitar meningkat sedangkan tekanan di dalam gendang telinga belum menyesuaikan, kita akan merasa pendengaran yang tiba-tiba menurun, terasa agak bengal dan seperti ditekan. Tidak enak. Ya kan, ya kan?!

Nah, sebenarnya itulah alasan maskapai penerbangan yang baik membagikan permen sesaat sebelum pesawat lepas landas. Mengemut permen dapat membantu kita menyeimbangkan tekanan di telinga.

Sebenarnya tidak hanya permen sih, karena intinya ada pada gerakan "menelan sesuatu". Sederhananya, pendengaran akan membaik cukup dengan menelan air liur tanpa mengemut atau memakan apapun. Hanya saja, dengan permen, air liur dapat diproduksi lebih banyak sehingga gerakan menelan menjadi lebih alami. Makan gula-gula juga lebih menyenangkan daripada hanya menelan biasa, karena ada rasanya. Apalagi permen kan kecil, jadi tidak repot dibandingkan roti atau makanan kecil lainnya. Itulah kenapa beberapa maskapai penerbangan membagikan permen kepada penumpangnya.

Oh ya, tips ringan:
- Saat ditawarkan permen, ambil secukupnya. Bagi jumlah permen yang diambil menjadi 2 bagian untuk dimakan saat lepas landas dan cadangan saat mendarat nanti.

- Tidak perlu buru-buru memakan permen setelah mendapatkannya. Ada baiknya permen baru dimakan setelah pesawat bergerak untuk lepas landas dan sebelum mendarat. Ini untuk mencegah konsumsi gula terlalu banyak.

- Sebaiknya mempersiapkan permen sendiri sebagai antisipasi kalau-kalau maskapai yang kita pilih tidak menyediakan permen. Letakkan permen di saku tas paling luar atau di saku pakaian agar mudah diambil.

- Terakhir tapi bukan berarti tidak penting, buanglah bungkus permen pada tempatnya. Kebiasaan baik akan membuahkan hasil yang baik, insyaallah.

Begitulah. Sekian dulu yaa. Semoga tulisan pendek ini bermanfaat. Salaam!


Read more…

12.14.2015

Cara Mudah Mengurangi Kram Perut Saat Haid

Keluhan pra-menstrual syndrome (PMS, atau sindrom sebelum menstruasi) seperti kram perut, sakit kepala, mood yang naik turun, badan pegal, dsb adalah hal yang biasa bagi sebagian wanita, termasuk saya. Terkait keluhan kram perut (atau senggugut), saya pernah dengar, kalau sudah menikah, senggugut bisa hilang secara alami. Nyatanya tidak juga sih. Sesekali dalam 2 tahun pasca melahirkan anak pertama, saya masih mengalami nyeri haid dan pegal. Berdasarkan pengalaman pribadi, kram perut hanya terjadi saat saya kurang berolahraga. Jadi, untuk mencegah kram perut saat haid, saya harus berolahraga secara cukup dan rutin. Tapi kalau terlanjur merasakan kram di perut saat haid, ada satu cara mudah yang dapat menguranginya secara efektif. Bahannya pun mudah disiapkan, murah, dan tanpa obat-obatan.


Read more…

12.11.2015

Sketsa Pilihan Keluarga

Menyambung sedikit dari postingan kemarin, tentang sketsa. Untuk menyemangati diri sendiri, berikut saya ceritakan beberapa hasil sket yang disukai keluarga saya. Tentunya bukan karena bagus, hanya sekadar suka saja, dan masalah selera sangat relatif.


Ini adalah sketsa yang disukai Mama'. Aslinya, ini adalah foto refleksi hutan di permukaan danau Baker Lake, Kanada. Saya dapat dari IG @nature.geography. Sketsa ini termasuk sketsa pertama yang saya buat dan kurang memuaskan, bagi saya pribadi, karena gagal menggambarkan pantulan bayangan pohon di air. Tapi Mama' bilang beliau sangat suka gambar ini. Mungkin karena nuansanya terkesan sunyi, sesuatu yang seorang introvert -seperti saya dan Mama'- sukai, maka berulang kali ditanya, beliau selalu memilih gambar ini. :)


Nah, kalau yang ini adalah pilihan Bapak. Ini adalah gambar pertama yang saya coba perbesar dari gambar contoh yang saya ambil dari IG @epictravelpage. Aslinya adalah foto Taman Nasional Jasper di Kanada yang diambil oleh @muenchmax. 


Nah, kalau ini favoritnya Kakak. Aslinya difoto oleh @pabredrawings via IG @photoarena_nature, tapi saya tidak tahu ini pemandangan di mana karena tidak ada keterangan lokasinya. Jujur saya juga suka yang ini, padahal waktu itu awal bikinnya setengah hati karena fotonya rumit sedangkan saya tidak pede, tapi setelah agak berbentuk saya jadi semangat. Di sketsa ini saya belajar banyak tentang goresan.


Yang ini sketsa favorit pilihan Kanda. Sketsa ini dicontoh dari foto yang iseng saya ambil waktu musim kabut asap beberapa bulan lalu. Jadi sebenarnya ini foto langit malam yang berkabut. Kurang tahu apakah latar belakang tema lingkungan mempengaruhi, tapi yang pasti menurut Kanda, inilah yang namanya sketsa. Sederhana. Hehe.


Last but not least, ini adalah pilihannya Isna dan Bang Pari, sketsa pemandangan Sungai Sambas, Kalimantan Barat. Foto asli oleh @borneoimages. Mungkin karena berlatar belakang lahir dan besar di Sambas, Abang dan Isna seperti memiliki kecenderungan menyukai sketsa ini. Eh tapi saya juga suka sih. Hehe.

Tidak bisa dipungkiri, bisa jadii semua pilihan di atas hanya untuk menghibur karena keluarga ingin menyemangati usaha saya. Tapi dari dalam hati jujur saya senang sekali. Begitulah kadang hal kecil bagi kita bisa jadi sangat berarti bagi orang lain.

Terima kasih keluargaku sayang.. :)


Read more…

12.10.2015

Saya Belajar Sketsa

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau ternyata aktivitas menggambar sketsa menjadi salah satu aktivitas yang mengasyikkan bagi saya.


Read more…

12.09.2015

Kue Selamatan

Hari ini libur nasional karena pilkada serentak. Kakak, Abang, dan Isna kemarin berangkat ke Sambas untuk mencoblos hari ini. Eh, tapi bukan masalah pemilu yang mau saya ceritakan kali ini. Politik benar-benar bukan ranah saya, jadi mari saya ceritakan hal yang lain..


Misalnya kue ini. Ini adalah kue selamatan yang diberikan oleh rekan kerja Mama', tadi. Beliau rencananya besok akan berangkat umroh bersama keluarganya, termasuk anaknya yang dulu pernah les privat dengan saya, M. Furqon Kautsar atau biasa dipanggil Kokon.

Teringat dulu Kokon sering membuat komik strip lucu untuk dipamerkannya kepada saya, bercerita apa saja, atau bergurau dengan adik-adik les saya yang lain sambil makan semangkuk bubur kacang hijau buatan Mama' saya sebelum mereka pulang usai belajar bersama. Waktu tak bisa diulang. Senang rasanya memiliki kenangan manis seperti itu.

Sekarang adik-adik les sudah besar-besar, sudah bujang dan dare. Termasuk Kokon. Ia sekarang mahasiswa tahun kedua fakultas teknik sipil yang sedang sibuk-sibuknya dengan tugas. Sekarang kami jarang ketemu meskipun jarak rumah hanya beberapa blok. Untuk berkomunikasi paling-paling via whatsapp atau bbm saja, itupun saya yang mulai percakapan. Adik-adik les yang lain juga sama. Maklum sih, mereka sibuk. Mengingatkan saya jaman kuliah dulu. :)

Besok Kokon dan keluarga akan berangkat ke tanah suci untuk umroh. Alhamdulillah. Ehem. Dalam hati saya agak iri juga sih, di umur yang masih belia ia sudah akan mengunjungi tanah suci, bersama keluarga pula. Tapi tentunya itu tidak mengurangi perasaan saya yang ikut bersuka cita atas kebahagiaan keluarga Kokon yang akan beribadah di tanah suci. Senangnyaa.. ^^  Saya dan keluarga mendoakan yang terbaik untuk Kokon dan keluarga, semoga perjalanannya lancar dan ibadahnya di sana dimudahkan dan diberkahi Allah, aamiin.

Dan akhir kata, semoga suatu saat saya dan orang-orang terkasih juga bisa umroh atau haji bersama. Entah kapan itu, saya belum tahu, heuheu. Tolong aamiin-kan ya teman-teman. Dalam hati juga tidak apa-apa. Insyaallah doa baiknya berbalik kepada teman-teman juga. Insyaallah.

Oke. Sekian dulu yaa. Saya mau makan kuenya dulu, hehe. Salaam! ^^


Read more…

12.08.2015

Cerita Gula Aren

Ini adalah cerita tentang gula aren yang diceritakan Kakak kepada saya. Cerita ini ia dengar dari masyarakat Desa Sedahan Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat, sewaktu membantu penelitian mahasiswa Jepang beberapa waktu lalu.


Read more…

12.07.2015

Ujian Lisan

Semalam saya mendengar cerita yang selama 2 tahun belakangan disimpan oleh Mama' dan Kakak. Benar-benar tak disangka, mengejutkan, dan penuh pelajaran.


Awalnya Mama' keceplosan tentang salah satu kerabat kami yang sepertinya meninggalkan kesan negatif di hati Mama' dan Kakak (dan abang juga) ketika saya keguguran dulu. Saya pun bertanya penasaran, karena selama ini saya mengenal kerabat kami itu sebagai orang yang alim. Pun waktu masa berat itu, saya tidak ingat bertemu dengannya. Saya yakin kalau orang tersebut memang hanya bertemu keluarga saya di rumah, bukan saya. Mungkin waktu menghadiri pemakaman alm Weissar.

Mulanya Mama' terdiam dan terlihat tidak ingin membicarakan lebih lanjut. Sepertinya sesuatu yang dirasa akan sangat menyakiti saya jika saya mendengarnya. Saya tahu Mama' dan Kakak ingin melindungi saya, tapi karena saya desak akhirnya Mama' dan Kakak menceritakannya. Setelah 2 tahun lebih memendam di hati mereka!

Tak pernah saya sangka, kerabat yang selama ini saya anggap alim dan tahu agama, berkata bahwa anak saya memang sebaiknya meninggal saat itu, daripada menjadi anak durhaka nantinya.

Astagfirullah..

~~
Saya langsung teringat dengan cerita keponakan saya yang tahun lalu harus merelakan kedua orang tuanya berpulang ke Rahmatullah secara berturut-turut dalam setahun. Walaupun kedua orang tuanya adalah orang tua angkat, tapi sang anak tahu kalau orang tuanya sangat menyayanginya. Dan dia tahu siapa yang sering menceritakan miring keluarganya dan keluarga saya.

Anehnya, saat berkabung itu, ada kerabat jauh yang suka ikut campur tapi tidak pernah mengkonfirmasi cerita yang diterimanya, berkata bahwa kematian ayah bundanya itu terjadi karena sang anak durhaka kepada seorang adik angkat bundanya. Padahal kami tahu pasti, hanya malas berkoar-koar, bahwa adik angkat bundanya itulah yang sering membicarakan buruk keluarga kakak angkatnya dan keluarga kami, sehingga ada orang asing bodoh yang percaya dan dengan teganya bicara tidak-tidak kepada orang berkabung.
~~

Mendengar itu, tentunya saya agak syok, timbul sedikit sakit hati, tapi anehnya, lebih banyak perasaan iba kepada orang yang berkomentar tentang kepulangan anak saya, orang yang berkomentar tentang kepulangan ayah bunda keponakan saya, dan terlebih kepada penghasut mereka itu. Bukannya apa-apa, anak mereka memang banyak. Dua dari mereka punya lebih dari 2, semuanya sudah besar, sehat, berprestasi pula.

Tapi siapa di dunia ini yang bisa menjamin seseorang akan selamanya hidup lurus dan bisa berakhir dengan khusnul khotimah? Bagaimana kalau tuduhannya tentang anak yang besar menjadi anak durhaka, berbalik pada dirinya? Padahal itu hanya selentingan tanpa konfirmasi berita. Bahkan untuk anak saya, itu adalah tuduhan tak berdasar kepada orang yang sudah meninggal. Mereka tidak dapat sekalipun meminta maaf kepada anak saya.

Naudzubillahi min dzalik. Ini pelajaran yang penting untuk saya sendiri.

Beriman memang perlu kebanggaan dan kepercayaan diri yang tinggi bukan berarti merendahkan orang lain. Dalam berdakwah dan nasihat-menasihati, kita harus tetap ingat firman Allah dan nasihat Rasul bahwa manusia tidak boleh sombong, yaitu menolak kebenaran dan menjatuhkan orang lain. Tanyakan selalu di dalam hati, Siapa yang bisa jamin ujung kehidupan kita seperti apa, kecuali Dia, sementara Dia mendengarkan doa-doa orang teraniaya?

Berbuat baiklah tapi jangan pernah menganggap perbuatan baik kita cukup untuk mendapat syahid dan masuk surga. Karena bisa jadi, perasaan puas yang menghanyutkan itu bisa membuat kita ringan mengatakan hal-hal yang menyakiti hati orang lain. Dakwah islam punya etika. Berhati-hati dengan lisan karena cepat atau lambat ia akan menjadi ujian bagi diri kita sendiri. What goes around comes around

Saya bersyukur saya tidak menangis walaupun perasaan saya masih tersakiti dengan sangat saat menulis ini. Sakit karena mengetahui ternyata ada yang menyukuri kematian orang yang saya sayangi. Sekali lagi tidak, saya tidak menangis, atas kebaikan-Nya. Hati saya sudah beku, untuk orang-orang seperti itu.


Read more…

12.06.2015

Telat Kondangan

Hari ini saya punya misi dari Kanda yang diberikannya beberapa hari lalu. Misinya sederhana: menghadiri undangan teman SMA nya dulu, yang hari ini mengadakan resepsi pernikahan. Sebenarnya biasa saja kalau Kanda di Pontianak. Tapi, berhubung ia sedang kerja di Putussibau, jadi saya harus menjadi perwakilan Kanda di resepsi temannya tersebut, sebagai bentuk penghormatan atas undangan yang sudah diberikan. Walaupun dalam hal ini saya belum kenal kedua pengantin sama sekali, tapi saya harus menyampaikan salam suami. Toh, mengundang Kanda berarti mengundang saya. Saya juga pasti akan senang kalau teman yang saya undang datang memberi restu di hari besar saya.


Untuk melakukan misi ini, saya dilarang keras pergi sendirian, jadi harus mengajak siapapun (muhrim) untuk menemani. Saya bilang kepada Kanda kalau saya ingin mengajak Isna. Kebetulan hari ini bertepatan dengan acara arisan keluarga, jadi pilihan saya mengajak Isna tempo hari, tepat. Walaupun kenyataannya hanya Bapak yang bisa pergi ke arisan, karena Mama' sedang sakit, Abang ke Sungai Kakap untuk urusan pekerjaan, sedangkan Kakak baru ingat ada arisan tapi tidak bisa menghubungi Abang untuk minta izin; saya pikir bagus juga Kakak tidak pergi, jadi ada yang menemani Mama' di rumah.

Sekitar pukul 2 siang, sepupu saya datang bersama keluarganya. Kami makan nasi kuning untuk merayakan ultah Kakak hari ini. Pukul 4 lewat, saya dan Isna baru bersiap-siap. Isna pun masih sibuk membantu Kakak mengemaskan piring kotor. Agaknya kurang sadar kalau sebenarnya waktu kami tipis.

Saya ingat Kanda bilang acaranya sampai pukul 5 sore, tapi tidak terlalu memperhatikan dan lupa menyampaikan dari awal kepada Isna. Apalagi dalam pikiran saya, bisa turun dari rumah saat langit gelap seperti tadi sudah bagus.

Saya tidak suka disuruh cepat-cepat kalau sedang bersiap-siap. Itu mengubah mood dan bahkan bisa membuat saya melambat (karena harus menenangkan diri). Karena itu saya sengaja tidak berkata apa-apa kepada Isna kecuali bergegas bersiap seperlunya waktu ingat tentang waktu resepsi, supaya ia segera terdorong untuk cepat bersiap setelah melihat saya rapi. Dari rumah kami turun sekitar pukul 5 lewat sedikit. Isna yang menggonceng saya dengan motor matic nya.

Lokasi resepsi tidak terlalu jauh, hanya 5-10 menit perjalanan dari rumah. Saya lebih mengkhawatirkan kami diguyur hujan lebat di perjalanan mengingat awan hitam terlihat makin pekat menggantung rendah. Sejak siang, hujan memang datang dan pergi. Syukurlah doa saya dikabulkan. Hari tetap hujan, tapi hanya rintik kecil. Baju kami yang basah ditetesi air hujan segera kering saat sampai di lokasi resepsi. Alhamdulillah.

Beberapa menit sampai di parkiran masjid raya yang megah, hujan langsung turun. Kami berlari kecil menuju pelataran masjid. Tiba-tiba saya kikuk. Ini pertama kalinya saya singgah di masjid raya setelah pemugarannya selesai. Selama ini hanya melihat dari jauh. Dulu, hampir tiap pekan, saya dan beberapa kawan-kawan kuliah secara rutin belajar agama bersama-sama di pelataran masjid tersebut. Liqo' an. Saya pun sering menghadiri resepsi yang diadakan di gedung dekat masjid. Jadi harusnya tidak ada alasan untuk bingung. Tapi karena semuanya berubah, ya gitu deh. Akhirnya saya dan Isna berjalan dengan canggung mencari-cari ruangan resepsi. Untung segera ketemu.

Yang saya herankan, ternyata ruang yang dipakai untuk resepsi merupakan bagian dari masjid, bukan gedung terpisah. Ini agak aneh, menurut saya. Tapi ya sudahlah..

Di dekat pintu masuk kami bersalaman dengan 3 orang ibu-ibu yang terlihat sibuk bicara satu sama lain. Waktu menuju meja buku tamu baru kami sadar kalau acara sudah selesai. Buku tamu sudah ditutup dan ditumpuk dalam keranjang yang agaknya merupakan wadah souvenir. Pantas saja satu dari 3 ibu yang sebelumnya kami salami terlihat kaget waktu bersalaman. Rupanya acara sudah selesai.

Pas masuk, saya terkesan dengan dekorasi ruangan yang cantik. Tapi meja prasmanan sudah rapi dikemas, hiks. Hanya prasmanan bakso yang masih ada. Sebenarnya saya mau langsung ke depan saja untuk menyampaikan salam Kanda ke pengantin, tapi kasihan dengan Isna jadi saya ajak mengambil bakso. Lumayan kan daripada lu manyun. hhihi

Pas mengambil bakso, sedihnya hati ini. Ternyata mie kuning, minyak bawang, dan sambalnya sudah ludes. Masih ada mie putih tapi saya kurang suka mie putih untuk bakso, jadi hanya ambil sedikit. Untungnya bulatan bakso baru diisi ulang di panci kuahnya yang tidak terlalu panas. Sudah tak dapat suvenir, makan tidak bisa milih, pun tak genah. Nasiiib. Uhuhuhuk.. *lebay

Ya salah sendiri, kenapa telaat?!   XD

Gara-gara telat kondangan ini, kami berdua ketawa-ketiwi di sana. Ya iyalah, daripada nangis kan. Nanti dikira mantan yang belum bisa move on. Hhihi, bercanda. Kami menertawakan diri kami. Rekor deh, pertama kali terlambat di acara seperti ini. Pelajaran buat saya sendiri: kalau diundang datang sesuai waktu. Apalagi kalau diadakan di gedung. Kalau telat jatohnya jadi tamu yang tak dirindukan, eh, tamu yang tak diinginkan. Iyalah, orang sudah mau pulang malah baru datang kan?! Hhihihi.. Parah

Usai makan, untuk mengobati ngesak hati,  saya dan Isna berfoto-foto dan selfie dengan kamera hp saya. Untung batrainya penuh. Dekor ruangan yang cantik membuat kami terhibur.



Ruangan resepsi sudah sepi waktu pertama kami tiba. Yang ada sepertinya hanya keluarga besar pengantin, dilihat dari seragam yang dikenakan. Ruangan semakin kosong ketika adzan maghrib berkumandang. Kami berdua bergegas ke depan untuk mengucap selamat dan doa kepada pengantin baru. Ada rasa tak enak hati..

Sudah saya bilang kan kalau saya belum dikenalkan Kanda dengan temannya yang menikah ini? Saya jadi tambah grogi karena datang terlambat. Akhirnya saat menjelaskan bahwa "anda mungkin tidak mengenal saya tapi saya datang kemari bukan tanpa undangan melainkan suami saya adalah teman anda semasa sma tapi ia tidak bisa datang karena sedang berada di luar kota, dan suami saya mengirim selamat dan salamnya kepada anda" membuat saya tambah kikuk.  Saya bahkan tak terlalu yakin kalau saya menjelaskan dengan baik. Tapi pengantin pria, yang temannya Kanda, sepertinya paham. Malah saya dan Isna diajaknya berfoto bersama walaupun awalnya saya menolak karena malu. Lucu juga, mengingat waktu mengajak Isna beberapa hari lalu saya berseloroh ke Isna bahwa kami sepertinya tidak akan difoto bersama pengantin di undangan kali ini karena saya tidak mengenal pengantinnya. Siapa yang sangka?

Tapi akhirnya saya mau foto karena teringat kalau tadi pas masuk saya tidak bisa menulis nama Kanda di buku tamu. Setidaknya dengan berfoto bersama, saya harap teman Kanda itu ingat kalau restu Kanda hadir untuk pernikahannya saat melihat foto kami, melihat memori yang tersimpan di dalam selembar gambar. :)

Kami ucapkan selamat dengan tulus untuk kedua mempelai, semoga sakinah mawaddah warahmah, aamiin.

Usai mengucap selamat, saya dan Isna kepincut dekorasi di samping pelaminan. Akhirnya berhenti lagi untuk foto-foto. Hihihi. *blushing


Perhentian foto kami tak berhenti di samping pelaminan, karena sebelumnya, saat akan masuk ruangan resepsi, kami melihat ada spot foto bagus yang sepertinya sengaja didekor untuk tamu. Kami pun keluar dan mulai sesi pemotretan lagi.



Langit senja sudah menghitam. Walau agak enggan berbasah-basah di bawah gerimis hujan, tapi karena tujuannya adalah rumah, kami berdua rela pulang di bawah guyuran hujan. Dingin, tapi hepi. Jalan dengan Isna seru dan penuh tawa. Makasih i, nong, dah ngawankan maksu kondangan.. ^^


Read more…

12.04.2015

Sepercik Hikmah Kesulitan

Biar kata ada oknum berkuasa yang ingin menghalangi kita mencapai sesuatu dengan alasan tak masuk akal atau dibuat-buat, tapi kalau Allah mau membantu, insyaallah akan tercapai. Walaupun penuh rintangan dan susah payah melewati jalan berliku, tak rata, dan memutar.

Dari gunung kesulitan itu akan kita temukan orang-orang baik yang mungkin takkan pernah kita kenal jika kita tidak melewati jalan sulit itu. Kita pun bisa tahu siapa saja yang tulus dan peduli, dan siapa yang tidak. Dan lebih jauh, siapa yang berlidah tidak khianat atas segala cobaan yang kita hadapi.

Dan atas pengetahuan dan pengalaman itu semua, meski getir dan sulit dipahami di awal, ada banyak yang patut disyukuri: dipertemukan dengan orang baik, dijauhkan dari orang yang sudah sepatutnya dijauhi, dan diberi pemahaman bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik.

Semoga, jika kelak kita diberi kuasa atau kesenangan, kita tidak lupa bahwa dunia senantiasa berubah atas izin-Nya, tidak ada yang abadi. Upayakan jikapun tidak mampu membantu orang lain dengan kemampuan, tetaplah berusaha untuk tidak menghalangi orang berkembang dan maju. Insyaallah Allah akan membalas setiap usaha, baik maupun buruk.

**catatan penting pengalaman pribadi #selfnote


Read more…

12.01.2015

Kilas Balik Bulan November

Hee.. Tak terasa sekarang sudah bulan Desember saja, ya! Bulan November sudah berlalu dan takkan kembali. Untungnya bulan kemarin masih sempat menulis. Eh, tapi apa saja yang saya tulis? *lupa *perlu gingko biloba



Read more…

Follow by Email