12.18.2015

Si Merah Penurun Tekanan Darah

Hari ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman Mama' saya menurunkan tekanan darah dengan ramuan herbal. Masih dalam proses sih, tapi belakangan ini lebih baik. Semoga bermanfaat yaa!


Sebelumnya, sekilas info. Tekanan darah adalah ukuran kekuatan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah dipengaruhi aktivitas fisik dan kondisi emosional. Normalnya, orang dewasa sehat memiliki tekanan darah yang konsisten antara 120/80 sampai 140/90 mmHg. Orang yang kelebihan berat badan, berusia di atas 55 tahun, jarang olahraga, sering mengkonsumsi makanan asin, merokok, dan minum minuman beralkohol; memiliki resiko hipertensi (tekanan darah tinggi) lebih tinggi daripada orang yang tidak. Hipertensi disebut sebagai silent killer atat pembunuh dalam diam karena umumnya tidak menampakkan gejala yang nyata (kurang nampak jika tidak diperhatikan) namun dapat memicu penyakit yang naudzubillah fatal dan tiba-tiba. (>.< )

Menurut referensi yang saya baca, tekanan darah insyaallah dapat dikontrol dengan mengeceknya secara rutin, berolahraga cukup, mengatur pola makan yang sehat dan gizi seimbang, mengkonsumsi garam tidak berlebihan, serta menghindari stres berkepanjangan. Jika diperlukan, obat penurun tekanan darah dapat dikonsumsi.

Tentang obat penurun tekanan darah, saya rasa tidak ada salahnya mencoba air rebusan yang bisa dibuat sendiri di rumah. Dan salah satu tanaman yang secara klinis terbukti efektif menurunkan tekanan darah tinggi adalah rosela (Hibiscus sabdariffa). Iya, rosella.

Rosella atau asam payak atau asam kumbang atau asam susur, adalah tanaman dari genus Hibiscus yang memiliki buah dengan bentuk yang khas (seperti bunga menguncup), berwarna merah pekat dan memiliki rasa asam. Rosella dapat diolah menjadi air rebusan, sirup, teh, selai, jeli, salad, campuran kopi, dsb. Saya jadi teringat kalau dulu pernah jualan produk rosella buatan sendiri. Hehe. *gagalfokus

Jadi ceritanya, Mama' saya agak bermasalah dengan tekanan darah. Apalagi kalau salah makan, kurang minum air putih, kelelahan, atau kurang tidur; tekanan darah beliau bisa naik. Yang paling sering sih karena kurang tidur alias begadang. :(  Akibatnya, kontrol emosi kurang baik, tegang di leher dan sakit kepala. Dulu beliau malah pernah sampai pendarahan (mimisan) tengah malam karena tekanan sistolnya mencapai 180, tanpa didahului gejala hipertensi. Momen yang bikin panik. :'  Untunglah setelah dibawa ke dokter beliau segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Alhamdulillah.

Sedihnya, beberapa pekan lalu tekanan darah Mama' naik lagi. Beliau sampai tidak bisa menghadiri acara arisan keluarga karena sakit kepala dan tegang leher, khas darah tinggi. Saya berinisiatif membuatkan minuman dari rosella saat ingat khasiatnya, tapi berhubung tanaman rosella di rumah sudah mati tanpa sisa, jadi esoknya baru bisa dibuat.

Cara membuatnya gampang. Beberapa kelopak rosella (saya biasanya menggunakan 7 buah) dilepaskan dari bijinya kemudian dicuci bersih. Setelah itu rebus 3 gelas air dan rosella dengan api kecil sampai airnya berkurang sedikit. Biarkan mendidih, setelah itu saring. Air rebusan rosella siap dikonsumsi.

Air rebusan rosella berwarna merah menyala dan rasanya asam. Karena rasa asamnya cukup kuat, penderita maag hati-hati ya. Agar lebih nikmat, pemanis boleh ditambahkan. Menurut saya pemanis paling ideal adalah gula batu, tapi gula pasir juga boleh sih. Yang penting jangan terlalu banyak.

Untuk Mama' yang tekanan darahnya memang sedang tinggi, air rebusan rosella diminum 2 kali sehari, yaitu pagi dan petang. Jangan berlebihan karena berlebihan tidak baik.

Perlu saya ingatkan bahwa orang yang memiliki tekanan darah normal-cenderung-rendah sebaiknya tidak terlalu banyak mengkonsumsi air rebusan rosella. Cukup 1 gelas sehari untuk menjaga kesehatan tubuh. Soalnya pernah tuh, kejadian, ada seorang sepupu Kanda mengkonsumsi 2 gelas air rosella dingin dan 1 porsi roti selai rosella dalam satu waktu. Maklum sih, rasanya enak dan segar. Tapi akibatnya tidak disangka. Beberapa jam setelah itu ia hampir pingsan karena hipotensi (tekanan darahnya terlalu rendah).

Prinsip mengkonsumsi ramuan kesehatan buatan sendiri sebenarnya sama saja dengan obat pabrikan, harus tetap hati-hati dan tidak boleh berlebihan. Be moderate. Apapun yang berlebihan memang tidak baik kan?! Apalagi ramuan buatan sendiri tidak memiliki ukuran baku. Ini menyulitkan dalam hal menetapkan dosis harian. Jadi harus maklum ya, kalau para dokter cenderung membatasi pasien-yang-ditanganinya menggunakan obat tradisional dicampur obat yang diresepkan. Khawatir overdosis, gitu.

Apalagi ya? Oh ya, untuk membuat air rebusan rosela yang baik dan tahan lama, hanya gunakan kelopak yang masih segar dan sudah dibersihkan. Menggunakan kelopak yang sudah busuk dapat menurunkan kualitas rebusan dan membuat masa konsumsi pendek alias cepat basi akibat kontaminasi bakteri. Agar lebih tahan lama, simpan di lemari pendingin, tapi sebaiknya segera dihabiskan karena dapat menghasilkan gas.

Untuk merebus sebaiknya gunakan panci keramik. Panci tanah liat lebih direkomendasikan.

Last but not least, jangan lupa berdoa untuk kesembuhan dan sugestikan diri untuk sembuh. ;)

Begitulah pengalaman keluarga kami dalam memanfaatkan tanaman rosella untuk menurunkan tekanan darah. Silakan  dicoba dan semoga cocok ya! Kebetulan saya sudah mengantuk berat sekarang, jadi untuk kali sampai di sini dulu, teman. Semoga kita sehat selalu. Salaam!

Referensi:
www.alodokter.com
www.wikipedia.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 comments:

  1. asam ya mak. saya dulu dikasih teman satu bungkus. enak tapi lambung saya protes hehe...

    kalau ngrebusnya pakai panci besi boleh nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, rasanya asam.

      Kalau ngerebus untuk air obat dari tanaman, kami di rumah kebiasaan pakai panci keramik (karena nggak punya panci tanah liat). Tak ada larangan pakai panci besi, sih. Tapi saya pernah dengar katanya karena besi adalah logam yang lebih mudah panas dan ada kemungkinan bereaksi dengan bahan dari tanaman, dibandingkan keramik dan tanah liat.

      Selain itu juga karena faktor kebiasaan mungkin ya. Pakai panci besi biasanya cepat meruap tumpah, air rebusan jadi terlalu cepat kering, mak. Makanya saya kurang merekomendasikan panci besi. hehe

      Delete
  2. Kalo rosela ini kan sudah ada juga minuman instan ya, Mak ... disebut teh rosela. Pernah liat tapi belum pernah nyoba. Bisa juga kayaknya itu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin bisa, mak, tapi saya nggak akan merekomendasikan ini karena saya lihat biasanya itu lebih karena perisa rasa saja, sementara yang kita perlukan adalah zat aktifnya. Cmiiw yaa

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!