5.29.2015

Antara Tiga Negeri

Bulan Ramadhan hampir tiba. Semoga umur kita sampai untuk menyambut dan menikmatinya bersama keluarga tercinta (Aamin). Sebagai warga Indonesia yang merupakan negeri dengan mayoritas muslim, saya senang karena selama ini bisa relatif tenang menjalani ibadah Ramadhan di tanah air. Paling-paling ribut anak tetangga main petasan atau suara pedagang pasar juadah menarik pembeli.

Danbo di persimpangan
(credit: Leland Francisco/flickr)


Momen paling menyenangkan antara lain buka puasa bersama keluarga dan teman-teman, menyantap sajian bukaan yang nikmat dan segar, tak jarang malah sampai melimpah-limpah dan tidak habis dimakan karena lapar mata sebelum buka. Aah, nafsu..

Ramadhan yang sama juga akan dirasakan oleh saudara muslim seantero dunia, tak terkecuali oleh muslim Rohingya yang terbuang dari negerinya sendiri, dan muslim Palestina yang tak henti mempertahankan negerinya yang terjajah. Memikirkan ini, saya jadi malu sendiri.

Di tanah mereka, mereka dizolimi oleh orang luar. Tapi di negeri ini, seringkali justru orang dalam lah yang menyerang. Saudara sendiri dibilang teroris, fanatik, munafik, ekstrimis, bla bla bla. Luar biasa.

Seperti buih di lautan. 

Semoga Allah melindungi kita dari sifat buruk menyakiti orang lain, apalagi saudara sendiri. Naudzubillahi min dzalik..

**Yuk bantu saudara kita di negeri sendiri dan juga di Rohingya dan Palestina...

Baca juga:
Peduli mana, Dekat atau Jauh?
Rekomendasi saluran donasi untuk Gaza
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

10 comments:

  1. harapannya sama juga biar bisa tenang dan bisa ngurus blog sebaik-baiknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga dengan blog bisa membantu diri sendiri dan orang lain yg membutuhkan, ya mas..

      Delete
  2. Buka puasanya yang sederhana aja, meniru Rasulullah. Anak-anak sih udah aku biasakan yg sederhana. Enggak kayak aku jaman kecil hihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya harusnya gitu kan mak. Tapi kadang sekali dua kali terulang tuh kejadian masa kecil. Lapar mata..

      Delete
  3. Iyaaa, kita sukanya saling bully, menuduh saudara sendiri, moga Ramadhan ini kita bisa jadi lebih baik aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin...

      iyaa mbak dedew. miris. malah barusan saya baca berita, ada tuh lomba berbusana mirip istri teroris (di selebarannya pake gambar perempuan berjilbab, apa coba maksudnya?). heran bener saya...

      Delete
  4. mengingat kembali setahun yang lalu pas i'tiqaf sepuluh malam terakhir. Begitu indah suasana kala itu. Semoga ramadhan ini bisa lebih dari tahun lalu.

    Insya Allah pada setiap doa2 di sepertiga malam kita akan senantiasa ada ada ketiga negeri ini.

    Masih ingat pas i'tiqaf, imam salat lail saya waktu itu pas qunut doanya sambil menitihkan air mata mendoakan pastina dan negara2 islam lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, aamiin..

      Delete
  5. semoga kita masih dipertemukan bulan Ramadhan ini ya mbak...dan semakin banyak membantu saudara2 yang membutuhkan :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!