1.09.2015

Pulai atau Pelai' Untuk Wanita Nifas

Wanita yang baru melahirkan perlu mengkonsumsi makanan dan minuman tertentu agar proses pemulihan tubuh bisa lebih optimal. Buat saya sendiri, pasca persalinan saya rutin mengkonsumsi jahe (tulisan saya tentang jahe pasca persalinan bisa dibaca di sini). Selain itu, saya juga pernah mencoba kuliner tradisional lain yang khas untuk wanita yang baru melahirkan (tulisan tentang kuliner lain untuk wanita yang baru bisa dibaca di sini). Hari ini, saya tak sengaja ketemu ramuan untuk wanita yang habis melahirkan. Belum pernah coba sih, tapi rasanya tak ada salahnya saya teruskan info tersebut di blog ini. Siapa tahu kapan-kapan resep ramuan ini bisa dicoba oleh saya atau oleh teman-teman pembaca. ;)

Pulai (Alstonia scholaris atau A. spectabilis)
(sumber gambar: www.gopixpic.com)
Bahan penting yang digunakan untuk ramuan wanita nifas ini adalah kulit batang atau daun pohon pulai. FYI. Nama lokal untuk pulai banyak sekali, seperti: pelai'hanjalutung (Kalimantan), kayu gabus (Sumatera), lame (Sunda), pule (Jawa), polay (Madura), kita (Minahasa), rite (Ambon), aliag (Irian), hange (Ternate), dan beberapa nama daerah lain yang saya kurang tahu daerah mana : tewer, kaliti, bariangow, rariangow, reareangou, wariangow, mariangan, deadeangow. Mungkin sebutan ini dari daerah teman-teman?

Bagian tanaman pulai
(sumber gambar: id.wikipedia.org)
Bagian tanaman pulai dikenal pahit. Ini karena tanaman pulai mengandung senyawa kimia tertentu yang tidak akan saya tuliskan di sini, hehe. Kandungan kimia tanaman pulai banyak dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati demam (malaria, limpa membesar), batuk berdahak, masalah pencernaan (diare, disentri, kurang nafsu makan, perut kembung, sakit perut, kolik), kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi (hipertensi), wasir, anemia, gangguan haid, rematik akut, penyakit kulit (borok/ ulcer, bisul), beri-beri, dan untuk pemulihan wanita nifas (pasca persalinan), dan lain-lain. Wah, banyak ya?! Saya baru tahu.. Tapi tenang, saya hanya akan cerita sedikit tentang pulai untuk wanita yang baru melahirkan..

Terkait resep khusus untuk wanita yang baru melahirkan, bagian yang digunakan adalah daun atau kulit kayu. Perlu diingat, sebelum mencoba ramuan tradisional ini sebaiknya konsultasi ke dokter terlebih dahulu yaa... ;)

Perasan Daun Pulai
- Bersihkan beberapa helai daun pulai dan rimpang jahe segar (secukupnya).
- Haluskan daun pulai dan rimpang jahe, bisa dengan diblender atau ditumbuk. Tambahkan sedikit air matang agar proses penghalusan lebih mudah.
- Jika telah halus, hasil blender/tumbukan disaring dan diperas. Air perasan diminum.

Rebusan Daun Pulai
- Bersihkan kulit kayu pulai, kunyit, jahe, dan buah pala.
- Rebus bahan-bahan tersebut dengan air dan sedikit tambahan cuka. Sebaiknya gunakan periuk tanah yang ditutup rapat saat merebus.
- Setelah mendidih, angkat dan minum selagi hangat.

Begitulah sekilas info tentang pulai sebagai salah satu ramuan khas untuk wanita yang baru melahirkan. Mohon maaf jika resep ini kurang detil untuk banyak bahan, lama perebusan, dan aturan pakai. Insya Allah akan dilengkapi jika ada info terbaru. Untuk rasa, hmmmm.. Saya kurang tahu ya, karena belum pernah coba (tapi sepertinya sih pahit!). Kalau ada yang pernah coba, silakan berbagi di kolom komentar yaa..

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pulai
http://www.plantamor.com/index.php?plant=73
http://kristantonarayana.blogspot.com/2011/01/manfaat-pohon-pule-alstonia-scholaris-l.html
http://www.herbalisnusantara.com/obatherbal/viewb9f7.html?mnu=2&id=154
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 comments:

  1. Kayaknya belum pernah tahu ttg pulai ini ... baru baca di sini Mak ... manfaatnya banyak ya.

    TFS :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, banyak Mak... Saya sebenarnya juga baru tahu. Saya tulis sebagai arsip, siapa tahu berguna suatu hari nanti.

      Terima kasih kunjungannya ya Mak Mugniar :)

      Delete
  2. banyak di pontianak y din... :D kalau ndak salah biasenye kayunye untuk tutup botol...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin iye lah, da.. Ade juga yang nyebutnye kayu gabus, jadi bise jadi memang untuk tutup botol. :D

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!