8.08.2016

Cara Mengukur Keterbatasan Diri

Pagi ini saya ditakdirkan dapat pencerahan tentang cara mengetahui keterbatasan diri. Berhubung saya beranggapan bahwa mengetahui keterbatasan diri adalah tahap awal agar bisa ikhlas, maka kali ini saya ingin berbagi tentang cara mengetahui keterbatasan diri. Sekalian catatan buat saya belajar.



Eh, tapi sebelumnya, saya ini belum mempraktekkan sendiri loh ya. (Sudah saya bilang kan kalau baru tahu tadi pagi?). Tapi mumpung dapat momennya, saya masih ingat, dan sedang sempat mengetik, saya bagikan di sini saja supaya lebih bermanfaat. Oke. Langsung saja yuk!


Hadapi Ketakutan

Ketakutan tiap orang berbeda dan dipengaruhi latar belakang tertentu. Ada ketakutan terhadap objek (barang, orang, binatang, kuman, dsb), ada juga ketakutan terhadap sifat (ketinggian, kegagalan, kemiskinan, dsb). Satu orang bisa saja punya lebih banyak ketakutan dibanding orang lain. Agar lebih personal, mulailah dengan mendaftar semua hal yang membuat kita merasa takut. Setelah itu, cobalah untuk fokus menghadapi setiap ketakutan itu dengan perlahan-lahan dalam satu waktu. Hadapi satu per satu. Rayakan setiap kesuksesan yang dicapai dan jangan segan untuk meminta bantuan profesional jika diperlukan.

Berhenti Mencoba Menjadi Sempurna

Cobalah untuk tidak terlalu tinggi dalam meletakkan standar diri. Alihkan energi dan waktu untuk menerima dan berdamai dengan diri sendiri daripada berfokus pada menjaga imej. Jadilah diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Kalau ada yang tidak suka, itu bukan urusan kita. Terimalah diri apa adanya, maka orang lain akan mulai menerima kita apa adanya juga.

Cari Teman Seperjuangan

Memiliki teman seperjuangan yang mau berbagi suka-duka dan saling menyemangati dalam menghadapi ketakutan adalah hal yang baik. Ya, ketakutan adalah pembatas. Selain memberikan semangat, teman seperjuangan juga memberikan rasa aman yang dapat mendorong kita untuk mengambil resiko, yang seringkali memberikan hasil yang baik.

Belajar Melepaskan

Cobalah mengambil resiko yang terukur. Caranya dengan mempertaruhkan sesuatu yang masih dapat direlakan. *Standar "sesuatu yang dapat direlakan" untuk tiap orang bisa berbeda ya. Jadi jangan usil dengan orang lain, pikirkan diri sendiri.. Kehilangan beberapa hal akan mengajarkan kita tentang keikhlasan. Jangan biarkan rasa takut kepada sesuatu-yang-tak-pasti menghalangi kita dalam mencapai sukses.

Berteman dengan Orang Baru

Teman adalah orang yang dengan mereka, kita bisa berbagi banyak hal. Tapi jangan hanya berteman dengan yang itu-itu saja. Cobalah belajar menjalin pertemanan dengan lebih banyak orang-orang baru. Kenapa? Karena teman baru bisa meningkatkan kemampuan beradaptasi dan mencoba hal baru. Yang perlu diingat, pilihlah teman yang dapat membawa kita untuk lebih berani, percaya diri, dan berpikiran terbuka. Ingat, seperti perumpamaan lama: kita akan ikut harum ketika berteman dengan penjual parfum, ikut terkena bara ketika berteman dengan penempa besi, dan ikut amis ketika berteman dengan penjual ikan.

Visualisasikan Kesuksesan

Bayangkan kesuksesan diri secara detil setiap pagi, setiap hari. Ini akan membantu merangsang pikiran untuk lebih berani mengambil resiko dan melawan keterbatasan diri (ketakutan). Jangan takut untuk bermimpi besar, dan wujudkan.

~~~

Hmm, bagaimana menurut teman-teman? Ada yang ingin menambahkan? Ada yang kurang sependapat? Silakan tinggalkan di kolom komentar yaa.

Akhir kata, semoga bermanfaat.. ;) bye!

Referensi:
http://www.digitalinformationworld.com/2013/10/6-ways-of-testing-your-own-limits.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

8 comments:

  1. Sepakat banget, mbak. Sudah komplit ini, dan nggsk perlu ditambahin lagi. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk saat ini ya, mba Isnaini.. Kali-kali aja tahun depan mau nambahin lagi, hihi

      Delete
  2. sangat bermanfaat mbak..aku terkadang terlalu perfeksionis dalam byk hal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan ternyata terlalu perfeksionis itu tidak selalu menguntungkan ya mba...

      Delete
  3. semua yang dituliskan itu udah komplit dan benar semua Mba Yanet :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!