8.04.2016

Berenang Asyik

Kamis pagi, saya berkesempatan berenang di kolam renang Oevang Oeray bersama keluarga yang sempat, tepatnya Kanda, Mama', dan Isna. Ini adalah olahraga renang pertama kami setelah istirahat renang sejak sepekan sebelum Ramadhan tahun ini.



Seperti biasa, kami berenang di kolam renang besar. Saya --yang kurang lihai berenang-- hanya sesekali berenang dan lebih banyak main air di tepian kolam. Jadi udang, hhihi. Kanda dan Isna lomba menahan nafas di bawah air dengan saya sebagai jurinya. Sementara itu, Mama' asyik berenang bolak-balik. Hhihi. Saya lupa kalau Mama' jago berenang. Beliau kelihatan sangat senang.

Saya memang sudah lamaaa sekali tidak berenang bersama Mama'. Dulu kecil saya dan kakak selalu berenang di Sungai Sambas di belakang rumah sepupu tiap liburan sekolah. Setelah kolam renang ada di Pontianak, kami sering dibawa Mama' ke kolam renang. Beliau lebih sering jadi pemantau sih, tidak ikut berenang. Mungkin karena susah ya, mengawasi anak-anaknya yang lari kesana kemari.

Setelah kakak sepupu pindah rumah karena ada pembangunan waterfront dan sejak saya mulai berjilbab (masih belum banyak yang berjilbab, jadi dimarahi kalau pakai jilbab di kolam), saya tidak pernah berenang lagi. Untunglah sekarang kolam renang di kota kami lebih ramah wanita berjilbab. Walaupun belum tersedia kolam renang khusus wanita, setidaknya kalau berenang di kolam renang umum, kami tidak dimarahi lagi seperti dulu gara-gara memakai jilbab. Eh tapi tetap ada aturannya, demi keselamatan diri dan ketertiban umum. Misalnya, jangan gunakan pakaian berbahan yang berat, tebal, dan menyerap air (katun, rayon, wol, dsb) karena akan memberatkan saat berenang dan membawa debu dan kotoran ke kolam. Karena itu, sebaiknya gunakan bahan yang tidak menyerap air dan ringan (seperti spandex). Akan lebih baik kalau menggunakan pakaian renang khusus wanita berjilbab sih (tapi harganya kan mahal, hiks).

Cerita apa lagi yah? Oh ya, ada. Mama' sangat bersemangat waktu saya ajak naik seluncuran tertinggi di kolam renang tersebut. Sayangnya, seluncuran tinggi tersebut sedang ditutup. Kurang tahu atas alasan apa. Untuk menghibur diri, kami berempat main seluncuran terrendah dan tanpa kelokan di kolam renang dangkal. Tetap seru sih, apalagi kolamnya sepi. Kami berempat bolak-balik berseluncur berkali-kali, asyik sekali. :D

Untuk mengisi energi, kami sempat makan kue bekal dari rumah, lalu berenang lagi barang sebentar, baru kemudian berbilas dan ganti baju. Sebelum pulang, kami sempat foto-foto di pinggir kolam juga, hhihi. ^^

Yang di belakang itu kolam renang besar. Kedalamannya kurang lebih 1,8 m.

Kalau di foto ini latarnya kolam renang dangkal yang punya 3 seluncuran.
Seluncuran di dekat kursi kami ini (warna hijau) adalah seluncuran tinggi yang entah mengapa, ditutup.

Full team!
*sayang cerminnya agak kotor.. :p

Pulang ke rumah saya merasa senaaang sekali. Semoga tetap bisa olahraga berenang lagi lain waktu, insyaallah. Nah, kalau kamu, teman, sudah olahraga pekan ini? Bagi ceritanya di kolom komentar ya. Siapa tahu saya jadi terinspirasi mencobanya juga. ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!