12.14.2015

Cara Mudah Mengurangi Kram Perut Saat Haid

Keluhan pra-menstrual syndrome (PMS, atau sindrom sebelum menstruasi) seperti kram perut, sakit kepala, mood yang naik turun, badan pegal, dsb adalah hal yang biasa bagi sebagian wanita, termasuk saya. Terkait keluhan kram perut (atau senggugut), saya pernah dengar, kalau sudah menikah, senggugut bisa hilang secara alami. Nyatanya tidak juga sih. Sesekali dalam 2 tahun pasca melahirkan anak pertama, saya masih mengalami nyeri haid dan pegal. Berdasarkan pengalaman pribadi, kram perut hanya terjadi saat saya kurang berolahraga. Jadi, untuk mencegah kram perut saat haid, saya harus berolahraga secara cukup dan rutin. Tapi kalau terlanjur merasakan kram di perut saat haid, ada satu cara mudah yang dapat menguranginya secara efektif. Bahannya pun mudah disiapkan, murah, dan tanpa obat-obatan.


Botol kaca dan air panas. Iya, serius, hanya botol kaca berisi air panas.

Dulu waktu saya masih gadis, Mama' selalu menyiapkan botol kaca yang berisi air panas kalau saya sedang senggugut. Saya menyebutnya kompres kering.

Untuk beberapa orang, kompres basah dengan menggunakan kain yang dicelup ke air hangat dapat mengurangi sakit perut haid. Sayangnya tidak semua orang cocok menggunakan kompres basah seperti itu. Saya sendiri, kalau baru "dapet", tiba-tiba harus menghindari air, baik itu air panas ataupun dingin. Kontak dengan air, apalagi air dingin, bisa membuat saya bergulung di tempat tidur, sakit. Air sepertinya memperparah rasa sakit. Karena itu, Mama' mengajarkan saya menggunakan kompres kering agar saya bisa tetap kompres tanpa terkena air. Sebenarnya ini bukan teknik baru karena sudah banyak dikenal orang. Tapi kadang ada juga sih teman saya yang tidak tahu tentang ini. Jadi tidak ada salahnya berbagi, ya kan?!

Untuk menggunakannya mudah, cukup siapkan air panas dan masukkan ke dalam botol, lalu letakkan botol di bagian tubuh yang sakit seperti perut, pinggang, pinggul, bokong, paha, betis, dsb. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi pegal dan kram perut saat haid karena air hangat melebarkan pembuluh darah (peredaran darah lebih lancar) dan menenangkan otot (melemaskan otot yang berkontraksi). Selain itu, lebih murah karena bahan mudah ditemukan di rumah. Kita pun tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Saya pribadi lebih suka menggunakan botol kaca daripada botol plastik karena lebih tahan air panas. Apapun pilihannya, penutup botol harus bagus agar air panas tidak merembes dan menyakiti kulit. Saat memasukkan air panas ke dalam botol harus hati-hati ya. Kalau sakit perutnya parah sebaiknya minta bantuan orang lain untuk menuang air panas ke botol agar tidak tumpah dan membahayakan diri sendiri. Agar kulit tidak melepuh karena botol terlalu panas, gunakan kain sebagai alas untuk memegang dan mengompres. Dengan mengalasi botol, air panas akan terasa hangat (tidak terlalu panas) dan panas tahan lebih lama. Untuk melengkapi dari dalam, biasanya saya minum jamu kunyit asam, kalau ada. Kalau tidak ada, minum air jahe hangat atau air hangat yang manis lainnya juga baik. Dengan begini, insyaallah kram akan berangsur berkurang dan kita pun dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa.


Oke. Begitulah cara saya mengurangi nyeri dan pegal saat datang bulan. Cukup efektif, mudah, murah, dan relatif aman, kan. Semoga tips ini bermanfaat yaa. Salaam! ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 comments:

  1. Jaman dulu banget, aku juga pakai botol isi air panas buat ngompres perut yang nyeri. Alhamdulillah, sekarang udah nggak pernah sakit lagi.

    ReplyDelete
  2. waktu awal-awal mendapatkan menstruasi saya sering merasakan kram perut dan pinggang tapi seiring berjalannya waktu Alhamdulillah saya tidak pernah lagi merasakan keluhan itu :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!