8.20.2015

Laksamana Mengamuk

Kemarin kakak mengolah beberapa buah bacang atau embacang yang dibawa Isna sebagai oleh-oleh dari kampung halamannya. Buah jenis mangga-manggaan yang berbau harum ini dibuat menjadi minuman segar bernama sangar: laksamana mengamuk. Serem nggak tuh?!  :p


Laksamana mengamuk adalah minuman khas masyarakat Melayu, jadi tidak heran kalau melayu Kalimantan Barat familiar dengan minuman ini sebagaimana melayu di pulau seberang, Sumatera, terutama di daerah yang dimayoritasi oleh suku Melayu: Riau. Kenapa? Karena saudaraan dan lanskapnya pun menyediakan bahan yang sama: buah embacang. ^^

Cara membuatnya cukup mudah. Kulit buah embacang dikupas lalu isinya dicincang dan dipisah dari bijinya. Setelah itu direbus dengan santan yang sudah mendidih dan ditambah gula secukupnya. Mirip cara membuat kolak, ya, tapi santan yang kemarin kakak buat sengaja tidak kental dan gula yang digunakan adalah gula pasir sehingga minuman ini tidak sekental dan seberat kolak. Manisnya manis buah dan teksturnya tipis. Eh, tapi ada juga sih yang membuat dengan menggunakan santan yang banyak atau menggunakan gula merah sehingga teksturnya tebal dan kental. Itu tergantung selera di rumah masing-masing.


Sejarah kenapa minuman ini disebut laksamana mengamuk masih perlu saya cari tahu. Kalau sudah dapat, akan saya ceritakan lain waktu di blog ini, insyaallah. Untuk sementara ini dulu. Buat yang punya pohon embacang, silakan mencoba minuman segar dan harum ini ya. Tapi hati-hati karena laksamana mengamuk bisa membuat perut orang yang memakannya jadi mengamuk, minta lagi. Hehehe. ^^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 comments:

  1. saya tinggal di Riau,sempat denger,cuma belum pernah tau bentuknya...embacang pun baru tahu pas baca ini hehehe. masih saudaraan sama mangga kayaknya^^

    ReplyDelete
  2. di kampung halamanku buah ini namanya buah limus mba :)
    segernya kalau dimakan siang-siang

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!