12.29.2014

Sanitary Pad, Tampon, dan Menstrual Cup (2)

Wanita perlu tahu
(sumber gambar: forbes.com)
Apa sih tampon? Bukannya sama dengan sanitary pad yah? 

Awalnya saya juga berpikir seperti itu. Tapi ternyata beda jauh. Fungsinya sih sama-sama menyerap darah menstruasi, namun bentuk dan letak penggunaannya yang berbeda. Tampon adalah kapas sanitary pad yang "dipadatkan" sehingga berbentuk seperti peluru kecil.

tampon
(sumber gambar: luxemodernfem.com)
Walaupun kecil, tampon diklaim dapat menyerap darah jauh lebih baik daripada sanitary pad. Sekarang, masalahnya, diletakkan di mana peluru tersebut agar dapat menyerap darah haid? Nah lho!

Tuh, di situ. Tampon yang warna ungu
(sumber gambar: common.wikimedia.org)
Untuk kita, orang Indonesia, cara penggunaan tampon dapat membuat kita mengernyitkan dahi. Tapi begitulah cara penggunaan tampon. Mau bagaimana lagi?

Di negara barat, penggunaan tampon sudah sangat umum. Apalagi dengan budaya yang biasa berbikini bottom, tampon membantu menyembunyikan status "merah" saat jalan-jalan di pantai atau berenang. Katanya sih begitu.

Tapi, perlu diketahui, penggunaan tampon yang salah ternyata dapat sangat berbahaya lho! Berdasarkan artikel yang saya baca, penggunaan tampon yang terlalu lama (alias tidak ganti tampon) lebih dari 4 jam dapat menyebabkan Toxic Shock Syndrom (TSS).

TSS adalah sindrom yang dialami oleh seluruh tubuh (atau systemic illness) yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus (staph) ataupun bakteri Streptococcus pyogenes (strep). Kasus TSS paling banyak disebabkan oleh staph, tapi baik staph maupun strep menghasilkan toxic atau racun yang menyebabkan sistem imun bereaksi. Reaksi tersebut menyebabkan gejala sebagai berikut:
- demam tinggi
- tekanan darah drastis turun (disertai kepala terasa ringan atau lightheadedness dan pingsan)
- ruam seperti terbakar matahari yang dapat ditemukan di bagian tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki
- muntah atau diare
- nyeri otot yang parah atau lemah otot
- kemerahan pada mata, mulut, tenggorokan, dan kemaluan
- sakit kepala, kebingungan, disorientasi, atau kejang
- gagal ginjal dan kegagalan organ lainnya

Bahaya juga ya! Oleh karena itu para pengguna tampon sangat dianjurkan untuk mengganti tamponnya secara berkala, setidaknya 4 jam sekali untuk memperkecil resiko TSS ini. #tips

Oh ya, memasang dan mengganti tampon juga perlu berhati-hati, karena jika terburu-buru (atau kalau kualitas tampon kurang bagus), tali tampon dapat copot. Ini bisa menyebabkan kesulitan dalam melepaskannya. Selain itu, orang pelupa tidak dianjurkan menggunakan tampon. Ternyata banyak juga kasus tentang tampon yang lupa dikeluarkan dan malah didorong oleh tampon baru. Hasilnya, TSS. Naudzubillah.. Syereeem! heuheu..

Selanjutnya, menstrual cup alias mangkuk menstruasi..
Kenalan baru..
(sumber gambar: youtube.com)

menstrual cup
(sumber gambar: menstrupedia.com)
Menstrual cup atau mangkuk menstruasi adalah jenis produk kewanitaan terbaru berbentuk mangkuk kecil dari silikon yang aman dan fleksibel. Cara penggunaannya mirip tampon, yaitu dengan dimasukkan (setelah lebih dulu dilekuk). Tidak seperti sanitary pad dan tampon yang bersifat menyerap darah haid, menstrual cup bersifat menampung darah haid. Oleh karena itu mangkuk silikon ini diklaim lebih praktis (karena tidak perlu terlalu sering mengganti), lebih aman (karena beresiko tidak menyebabkan TSS), lebih irit (mahal tapi bisa digunakan berulang kali), dan lebih ramah lingkungan (karena sedikit menghasilkan sampah). Memang ada cup yang sekali pakai (disposable), tapi dibanding tampon atau pembalut biasa, sampahnya lebih sedikit..

Cara menggunakan menstrual cup kurang lebih tampon..
(sumber gambar: kuukuppikunta.cnet)
Saya jadi berpikir, kalau tiduran, darahnya balik ke rahim lagi nggak ya? Apakah itu sehat? Hmm.. Katanya sih sekarang sudah ada yang didisain khusus agar anti tumpah. Seperti ini..

Jadi, apakah yang model biasa itu aman? Btw, ini gimana bersihinnya ya? :v(sumber gambar: femmycycle.com)
Pokoknya begitu deh ya, sedikit info tentang ketiga jenis produk khusus wanita saat ini. Kalau ada kurang jelas, harap maklum, karena ini juga info baru buat saya. Silakan ditambahkan kalau ada yang kurang atau keliru. Akhir kata, semoga bermanfaat!

Baca juga:
Sanitary Pad, Tampon, dan Menstrual Cup (1)

Referensi:
http://www.healthywomen.org/content/article/tampons-pads-or-menstrual-cups-whats-right-you
www.mckinley.illinois.edu/handouts/toxic_shock_syndrome.html
http://www.wikihow.com/Use-a-Tampon
http://www.wikihow.com/Use-a-Menstrual-Cup
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 comments:

  1. saya pernah pakai tampon..karena memang sudah biasa sekali di sini..waktu di Indonesia, saya pernah pakai tampon waktu diving, untuk mencegah darah menstruasi tidak berceceran tapi tetap diving :). Buat yang tidak terbiasa dengan tampon rasanya memang kurang nyaman..apalagi kalau masangnya tidak pas ....tapi yang menstrual cup belum pernah tuh..seperti apa ya rasanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya tampon (dan menstrual cup) memang kelebihannya di situ: bisa beraktivitas seperti saat tidak haid. Ternyata Mbak Indah sudah mencoba yaa... :)

      Menstual cup memang relatif baru dibandingkan tampon, mbak, dan katanya lebih praktis, aman, dan ramah lingkungan. Dari sekian banyak kelebihannya, saya belum pernah baca kekurangannya (terutama secara medis). Mungkin karena baru, jadi penelitian tentang menstrual cup lebih sedikit dibandingkan penelitian terkait dua jenis produk kewanitaan lainnya (pembalut dan tampon)... :)

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!