10.17.2014

Waspadai Dirty Jokes Pada Film Animasi

Hari ini saya agak kepikiran dengan hal ini. Awalnya gara-gara refreshing di facebook dan ketemu sama link dari salah satu halaman yang saya ikuti: 9gag. Judulnya, 26 Jokes You Definitely Didn’t Understand When You Were Ten. (Gambar bisa dilihat di http://9gag.com/gag/aqZgEvR).

Kebetulan pas punya quota internet dan rasa penasaran yang besar, saya pun kunjungi link yang tertaut. Awalnya senyum saja melihat beberapa adegan film-film yang terdapat di gambar tersebut. Sebagian besar dari film animasi dan kartun (seperti powerpuff girl, spongebob squarepant, cat and dog, arnold, shrek, animaniac, dsb). Dari sekian banyak, hanya ada beberapa lelucon saja yang saya ngerti, tapi kebanyakan sih saya tidak tidak tahu. Bisa jadi karena tidak tahu sama sekali dengan filmnya dan karena teks nya bahasa Inggris (bukan bahasa ibu). Jadi saya lewati-lewatin saja. Cari yang filmnya saya kenal dan bahasa Inggrisnya saya mengerti. Saya juga baca komentar-komentar di bawahnya. Dari situ saya jadi tahu beberapa di antaranya adalah tentang permainan kata yang tidak umum dimengerti oleh selain-native-speaker.

Tapi coba deh dilihat lagi. Ternyata lebih banyak lelucon yang hanya dimengerti oleh orang dewasa, nah lo!

Tidak semua film animasi ditujukan untuk anak-anak
(Gambar latar kuning dari www.wpclipart.com; diedit oleh Yanet)
Oke, sampai di sini saya mikir. Anggaplah yang bisa berpendapat seperti itu hanyalah orang yang pikiran kotor. Anak kecil yang pikirannya bersih pasti tidak akan berpikiran seperti itu. Masalahnya, lelucon-lelucon kotor itu jelas-jelas tentang hal-yang-hanya-dimengerti-oleh-orang-dewasa (anak kecil polos pasti tidak akan tertawa karena gagal paham). Jadi, mengapa harus ada lelucon yang tidak dipahami anak-anak dalam kartun yang katanya untuk anak-anak? Apakah memang benar target pasar film kartun atau animasi seperti ini adalah penonton anak-anak yang tidak paham dengan lelucon tersebut?

Sebenarnya saya sudah sadar kalau beberapa film animasi tidak cocok untuk ditonton anak kecil. Bisa jadi karena kasar dan sadis (animaniac, happy tree, dan the simpsons), mengajarkan pacaran terlalu dini (jimmy neutron), karakter bukan teladan yang baik (spongebob squarepant, the simpsons), dsb. Yah, tidak bisa dipungkiri kalau film-film tersebut lucu dan menghibur, terkadang ada lelucon cerdas juga seperti permainan kata-kata. Tapi ya itu, harus lebih hati-hati karena bisa juga disisipi lelucon kotor yang tidak layak untuk anak kecil, atau hal lain yang tidak mendidik seperti kekerasan dan pacaran.

Sebagai (calon) orang tua, saya jadi khawatir: mampukah saya mendidik anak saya kelak? :'(  Semakin berat cobaan orang tua dari tahun ke tahun. Untuk itu sebagai orang tua (atau calon orang tua) kita harus belajar banyak hal, seperti cari tahu tentang cara melindungi anak dari paparan pornografi yang saat ini sudah merambah ke film animasi.

Berikut ini tips singkat tentang melindungi anak dari paparan pornografi yang saya rangkum dari beberapa sumber:
1. mendampingi anak saat menonton (meskipun hanya film kartun atau animasi), atau lakukan diet nonton. Untuk diet nonton ini, ada dosen saya yang berhasil menerapkan untuk anak-anaknya.

2. menyeleksi games, bacaan, tontonan, permainan komputer, dsb karena konten seperti ini tidak hanya ada di film kartun tapi juga di buku bacaan, games yang biasa dimainkan dan sebagainya.

3. mengecek history pemakaian internet dan memasang filter internet pada gadget, supaya tahu aktivitas anak saat internetan. Kalau menjurus ke arah yang berbahaya bisa dikontrol agar tidak berlanjut.

4. meluangkan perhatian dan berkomunikasi baik dengan anak.

5. mengajarkan pendidikan seksual sejak dini.

6. mengajarkan anak untuk lebih menyukai aktivitas fisik atau aktivitas luar ruangan seperti bermain bola atau gelembung sabun di halaman, bermain lego dan balok susun, dan sebagainya; daripada pasif menonton televisi.

7. minta dukungan dari lingkungan sekitar dalam menerapkan pola asuh yang telah disepakati, sekurang-kurangnya dari pasangan. Komunikasi tidak hanya dengan anak tapi juga dengan lingkungan sekitar.

Contoh poster pendidikan seksual untuk anak (sumber: fanpage ACT)
Tips untuk orang tua dalam pendidikan seksual anak (sumber: fanpage ACT)

Sebenarnya ada banyak ya, dan perlu pembahasan lebih lanjut. Tapi karena saya bukan ahlinya dan belum punya pengalaman pula, sebaiknya baca artikelnya langsung (daftar referensi pada akhir tulisan ini). Ada juga ebook bagus dari KEB tentang pendidikan seks yang bisa didownload (link di bawah).

Gitu deh uneg-uneg hari ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua.. aamiin

Referensi tentang pendidikan seksual:
http://keluarga.com/bagaimana-saya-dapat-melindungi-anak-anak-saya-dari-paparan-pornografi
http://bahasa.aquila-style.com/fokus-wacana/jika-si-kecil-kecanduan-pornografi/49798/
https://www.facebook.com/PusatLayananInternetJabon/posts/353847958057888?stream_ref=5
Download ebook pendidikan seks dari KEB di:  https://www.facebook.com/download/1448328448783969/Kekerasan%20Seksual%20Thd%20Anak%20Lawan%20dg%20Pengetahuan.pdf

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

9 comments:

  1. bener Mbak....coba lihat saja spongebobs....setiap pagi disiarin di TV, pdhal aku rasa itu bukan konsumsi anak2....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Spongebob sebenarnya memang bukan untuk anak-anak. beberapa film kartun lain juga. makanya perlu waspada. dari gurauannya saja sulit dicerna anak-anak kan, mba ninik.. miris..

      Saya ingat, dulu kecil pernah nonton the simpson. klo nggak salah sempat tayang sore hari, jam nontonnya anak-anak gitu deh. tp dipindah tayang ke jam malam, lewat dari jam 9 mungkin. kurang tau juga tepatnya sih, yang pasti setelah itu nggak pernah nonton lagi. setelah gede ini, pengen lagi kan liat-liat kartun lama buat nostalgia. pas liat potongannya di youtube, euuu, emang bukan untuk anak-anak terutama karena kasar dan lelucon politik yang tak akan dimengerti anak. :/

      Delete
  2. Nonton kaya model upin ipin aja yang aman kayaknya ya mak ^^

    ReplyDelete
  3. Mang skr banyak bgt kartun ya ga bagus utk anak mak..selain spongebob mnrku tom and jery jg ga sip. Terlalu banyak adegan kekerasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mak muna. apalagi kartun happy tree friend mak. sadis. secara tidak langsung seperti mengajarkan kekerasan, ya. Bungkusnya manis tp isinya... haduh, perlu pikir-pikir dulu.

      makanya ya, tugas ortu sekarang wow banget. ya Allah, mudah2an kita bisa jadi ortu yang baik, aamiin...

      Delete
  4. untung saya nonton the simpsons dulu pas sma. di sekolah juga ngakak-ngakak sadis sama teman sebangku. terutama pas itchy and scatchy tuh. ih masih inget deh.
    upin ipin...hmmm
    saya dah ngalamin mbak. ini film bagus, cuma dampak yg paling terasa itu anak jadi ikutan suka cepat marah. anak2 saya gitu tuh soalnya. dikt-dikit "ish!" "eeehh" niruin ehsan atau mail itu.
    ya kalo bisa bikin sendiri ya mak. yok bikin yok. saya mau loh urun ide. haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu saya juga sempat nonton the simpsons, mbak, cuma nggak terlalu ingat krn kurang suka gambarnya, hehe...

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!