1.02.2014

How to Train Your Dragon [Film]

Saat membaca judulnya, saya tidak tertarik menontonnya. Padahal sudah lama ada di eksternal memori milik saya. Diabaikan dan tidak pernah dibuka sama sekali. Mungkin karena kurang suka cerita tentang naga kali ya..

Hayo, bagaimana caranya melatih naga? :D
(sumber gambar: hdwallpapers.in)
Ceritanya kemarin malam karena tidak ada lagi tontonan baru untuk ditonton, akhirnya saya buka folder filmnya. Klik, cek singkat selama lima menit untuk menentukan apakah akan lanjut menonton film tersebut sampai habis atau tidak. Tak disangka, lima menit awal hingga detik penghabisan saya dan suami malah dibuat terkesima oleh ceritanya.



Film ini menceritakan tentang seorang pemuda Viking bernama Hiccup yang diragukan ke-Viking-annya. Badannya kecil, kurus dan lemah, sangat tidak bisa diandalkan bagi bangsanya yang memiliki musuh bebuyutan tangguh: Naga. Semua orang meremehkan kemampuannya dalam menangani naga-naga yang rutin menyerang desa mereka. Mereka selalu melarang Hiccup keluar rumah jika terjadi serangan karena keberadaannya akan merepotkan orang lain yang harus menyelamatkannya. Tapi mungkin karena memiliki darah Viking, Hiccup tidak pernah menyerah, dia tidak ingin dilarang. Ia ingin membunuh setidaknya seekor naga untuk membuktikan bahwa ia adalah Viking sejati, agar bisa punya pacar, agar ia diterima oleh warga desa dan terutama, ayahnya.

Dalam suatu serangan, Hiccup dengan bersusah payah menembak seekor naga paling berbahaya, paling misterius dan tidak pernah dilihat sebelumnya: The Night Fury. Ia yakin telah menembak jatuh seekor night fury, dan ia benar. Saat pergi ke hutan untuk memastikan, Hiccup menemukan seekor naga berwarna hitam pekat. Saat hendak membunuhnya, ia tidak tega. Akhirnya Hiccup melepaskan night fury yang terluka. Naga tersebut bersiap menyerang Hiccup, tapi kalau diserang dan Hiccup mati, selesailah cerita ini... :p  Night fury itu tidak jadi menyerang Hiccup, lalu terbang ke hutan.

Sementara Hiccup sibuk dengan naga night fury terluka yang ia beri nama Toothless (tanya mengapa ^^), Ayahnya yang berstatus sebagai kepala suku menyusun rencana untuk menyerang sarang naga agar peperangan dapat segera berakhir, agar mereka dapat hidup dengan tenang. Ketika Ayahnya dan sepasukan Viking akan berangkat untuk mencari lokasi sarang naga, Hiccup diminta oleh Ayahnya untuk mengikuti kelas membunuh naga.

Secara keseluruhan, menurut saya film yang diadaptasi dari novel dengan judul serupa ini sangat menarik. Animasinya halus, ceritanya juga lucu sekaligus berisi. Nilai yang bisa saya tarik dari film ini adalah bahwa kita harus belajar menerima diri kita, menjadi diri sendiri meskipun keadaan memaksa kita untuk sebaliknya. Bahwa berbeda bukanlah kesalahan, berbeda dapat menjadi kelemahan maupun kelebihan, tergantung dari mana kita melihatnya. Dan untuk itu perlu pengorbanan yang besar..

Toothless lagi ngadem..
(sumber gambar: fanpop.com)
Dari semua karakter, saya paling gemes sama si Toothless. Ah, siapa yang tidak? ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!