2.03.2017

Kenapa Saya Malas Ngeblog?

Beberapa bulan belakangan ini, saya kena angin malas ngeblog. Sebenarnya ide sangat banyak, tapi ya gitu deh, eksekusi minim. Malu saya, ngakunya blogger tapi kok malah tidak rutin berbagi. Boro-boro bisa kejar target sesuai jadwal tayang, seringnya menyelesaikan 1 tulisan saja kesusahan. Ujungnya, berakhir di draft. Lebih buruk, membusuk di pikiran karena kelamaan dipendam.

I hate this feeling.

But I like you, cing...

Saya sadar, berbagi merupakan salah satu kebutuhan penting bagi saya pribadi. Yah, sebagaimana orang lain lah. Hanya saja, mungkin, karena saya cenderung tidak terlalu banyak ngomong kalau berada di tempat umum, saya merasa perlu menyuarakan pikiran pribadi dengan nyaman, tanpa diganggu.

Media yang paling enak sejauh ini ya memang blog. Saya bisa bebas curcol sekaligus berbagi. Tidak ada paksaan untuk orang lain apakah mau mendengarkan (maksudnya, membaca) pendapat atau cerita saya atau tidak, jadi saya tak perlu merasa tidak enak hati. Pun tidak ada batasan karakter, topik, ataupun waktu. Sesukanya saja. Tulisan bisa saya baca ulang kapanpun dan bisa diedit bila perlu. Dan yang paling utama, sayang saja rasanya kalau sudah capek-capek merenung dan belajar cuma disimpan untuk diri sendiri.

Nah, sudah tahu begitu kok saya masih suka malas ngeblog, net? 😑

Setelah dipelajari, mungkin ada beberapa faktor yang saling kait mengait yang menciptakan rasa malas yang berbahaya itu. Pertama, karena sedang jenuh. Tahu lah ya rasanya, sulit dihindari. Hahaha. *ngeles  Kedua, terkait faktor teknis. Saya memang sedang malas-malasnya membuka laptop. Paling-paling saya nyalain Zube cuma buat nonton film. Edit foto pun enaknya langsung di hp. Zube berantakan sih. Mungkin saya harus merapikan foldernya lagi. Hapus yang tidak perlu, simpan yang perlu saja. Mirip kejadian masa lalu lah.. *ini kenapa jadi melantur ya. Hhihi  

Sebenarnya bisa sih ngeblog via hp saja, seperti yang pernah saya lakukan dulu. Apalagi foto terbaru ada di hp, jadi tidak ribet mencari-cari di folder laptop lagi. Pun saya punya aplikasi edit foto. Masalahnya, saya merasa kurang puas dengan hasilnya. Hasilnya tidak jelek sih, cuma tampilannya jadi agak beda dengan postingan yang diterbitkan via laptop. Pembaca mungkin tidak menyadari bedanya, tapi saya iya. Dan perbedaannya bikin ganjal hati. Eh..

Oke, yang barusan saya identifikasikan sebagai faktor ketiga, yaitu faktor perfeksionis yang kumat. Saya sadar ini kurang baik. Kadang saya bisa mengabaikannya, tapi belakangan ini terasa sulit sekali. Saya ingin semua lancar dan sempurna seperti keinginan saya tapi ujungnya malah tidak selesai. Dan itu bikin capek dan kesal. Apalagi sejak beberapa bulan lalu ada kejadian ngeselin yang pengen saya komentarin tapi tidak jadi-jadi. Soalnya isu sensitif sih, nanti banyak yang salah paham. Apalagi saya sadar bukan ahli di bidang tersebut. Ya sudahlah. Akhirnya itu semua rasa dan logika terpendam di pikiran dan makan perasaan. Hmm..

Yang barusan sepertinya bisa diidentifikasi sebagai faktor keempat, yaitu energi yang tidak tersalurkan. Ada banyak ide dan pemikiran, tapi harus ditekan. Akibatnya, numpuk dan bikin saluran kreatifitas terhambat. Mentok. Kadang saya pengen jadi cuek saja. Tapi mana bisa cuek dan tidak peduli kalau kita sadar masalah yang dihadapi berpengaruh besar pada diri dan masa depan kita. Bohong banget lah kalau bisa.

Faktor terakhir adalah masalah sinyal internet. Sebenarnya bisa disiasati: nulis dulu, baru nanti ditayangkan waktu ada sinyal. Karena itu, ini cuma sekadar faktor pendukung, bukan utama. Tapi ya gitu deh kalau sudah bergabung dengan faktor sebelumnya. Komplit. :p

Begitulah namanya berproses. Kalau tidak begini kan tidak belajar. Saya sekarang ini sedang berusaha mengumpulkan puing-puing semangat yang hilang. Eaaak. Hehe. Nggak ding. Mungkin lebih tepatnya membangun kembali semangat yang runtuh dan meluruskan niat. Harus lebih baik tiap hari supaya tidak jadi orang yang merugi.

Ke depan, mungkin akan ada beberapa postingan telat tayang (harusnya tayang di akhir tahun lalu dan awal tahun ini) yang muncul di dashboard. Itu adalah postingan yang kelamaan menunggu di draft, rencananya akan saya atur setting waktunya. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Jadi mohon dimaklumi ya, teman.. 🙇

Oke lah. Cukup sekian cuap-cuap saya hari ini. Sebenarnya saya berbagi ini untuk nyari teman, siapa tahu ada yang mengalami masalah serupa. Hehe. You're not alone. Identifikasi masalahnya agar bisa ketemu solusinya. Tetap semangat yaa! Sampai nanti.. ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

3 comments:

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!