7.20.2016

Mie Gosong di Warung Andah Amad

Saya senang mencicip mie di berbagai tempat. Nah, saat singgah sebentar di Kota Sambas untuk berlebaran di awal bulan Syawal tahun Hijriah ini, saya sengaja mengajak Kanda mencicip mie yang cukup ternama di kalangan pertemanan saya (kurang tahu apakah memang populer di Kota Sambas atau tidak). Namanya Mie Gosong warung Andah Amad.

Catatan:  Sebenarnya warung mie gosong Andah Amad ini punya nama. Warung pesona atau semacam itu (tidak ingat, lupa difoto). Tapi sepertinya lebih terkenal dengan nama warung mie gosong Andah Amad deh. 

Mie gosong Warung Andah Amad
Mie gosong Warung Andah Amad


Sebenarnya saya sudah pernah satu kali makan di warung Andah Amad. Waktu itu bersama keluarga tapi minus Kanda karena ia berhalangan ikut ke sambas. Karena saya masih penasaran dengan rasanya dan Kanda pun belum pernah coba, di liburan kali ini saya sengaja mengajak Kanda untuk makan berdua di sana. Biar tambah mesra, eaa. :D haha.

Menurut Kakak --yang merupakan pelanggan setia mie gosong Andah Amad--, di hari biasa, warung mie gosong Andah Amad biasanya buka dari pukul 10 pagi sampai 10 malam. Tapi berhubung kunjungan kami masih dalam suasana lebaran, warung baru dibuka pada malam hari. Sekitar setelah maghrib atau isya.

Saya dan Kanda turun dari rumah sekitar pukul 8 malam. Kami langsung menuju Kampung Jawa Kota Sambas, tempat warung mie Andah Amad berada. Lokasinya di kiri jalan kalau dari arah Gerratak Sabbo'. Kalau dari arah Gerratak Batu, sebelum SDN 4 Sambas (SD di sebelah kiri, warung di sebelah kanan). Sampai di depan warung tersebut, kami memarkirkan motor di pinggir jalan. Kurang leluasa, apalagi kalau sedang ramai. Bagi yang menggunakan kendaraan roda 4 mungkin lebih baik parkir di seberang jalan.

Warung Andah sederhana, terbuat dari kayu, mirip warung-warung pinggir jalan biasa. Ukurannya cukup memuat beberapa meja untuk pelanggan. Meja-mejanya terbuat dari kayu sedangkan kursinya kursi plastik biasa. Andah Amad memasak di depan, dekat area masuk. Karena itu, pelanggan bisa melihat proses pengolahan mie gosong pesanannya. Sayangnya penerangan di warung ini agak remang, makanya saya hanya bisa mendiskripsikan karena tidak punya foto untuk memperlihatkan tempatnya. Maaf ya.

Btw, apaan sih mie gosong?

Jujur ya, sebenarnya saya bingung juga sama definisi mie gosong. Proses dan tampilannya mirip seperti mie goreng biasa. Campurannya, orak-arik telur ayam, kecambah (tauge), dan sayur cangkok manis (katuk). Yang khas dari mie gosong adalah aromanya yang menyeruak, ada aroma gosong-gosongnya. Saya juga baru sadar waktu Kanda komentar, "pantas namanya mie gosong ya, Din.."

Meskipun beraroma gosong-gosong gimana gitu, menurut saya rasanya nikmat. Kena di lidah saya. Apalagi mie gosong Andah selalu fresh from the wajan alias baru dibuat saat dipesan. Kanda juga setuju kalau rasanya oke. Karena itu kami sepakat beli 2 porsi lagi.

Eh eh, emang segitunya ya? Hihi. Iya, kami memang pesan lagi. Soalnya porsinya sedikit sih. Serius. Apalagi kami memang belum makan malam, sementara aroma mie gosong sangat menggoda, dan rasanya memang enak. Aah, jadi lapaar..

Sayang di sayang. Saat pesan untuk kedua kalinya ini, pelayanannya laaamaaa syekali, huhu. Rupanya ada miskomunikasi. Pelayan perempuan muda yang membantu Andah Amad sepertinya lupa menyampaikan kalau kami memesan lagi. Alhasil, saya gregetan. Perut lapar, lihat pesanan orang datang dan bertanya-tanya kapan giliran kami. Miris bener dah. Akhirnya Kanda langsung ke Andah Amad, baru deh beres. Saran saya, kalau memang mau pesan lagi, langsung saja ke Andah Amad atau asistennya yang ibu-ibu. *saran orang yang trauma, hhihi

Untuk pesanan kedua kami yang ini, menurut saya rasanya tetap oke seperti sebelumnya. Saya asumsikan ini sebagai tanda kalau Andah Amad cukup konsisten dalam meracik mie gosongnya. Cuma ya itu, porsinya keciiil. Saya makan 2 porsi masih lapar. *dasar gembul :p  Tapi tetap bahagia bisa makan enak, alhamdulillah :D

Dari segi harga, relatif sih ya. Seporsi mie gosong ala Andah Amad dihargai 12 ribu rupiah (per Juni 2016). Termasuk terjangkau, kan. Tapi mengingat porsinya yang sedikit --menurut saya yang suka makan mie ya-- harga segitu agak lumayan. Kalau mau kenyang senang, minimal beli 2 porsi seorang, jadi sekitar 24 ribu per orang. Kalau sedang lapar, bisa-bisa habis 3 porsi, dan itu berarti sekitar 36 ribuan. Eh, kemungkinan-kemungkinan itu berlaku untuk saya atau Kakak saya sih.. *dua beradik gembul  :D

Mengenai kehalalan. Seperti semua warung makan lain di Sambas, warung Andah Amad sepertinya masih belum dapat rekomendasi halal dari komunitas muslim (apalagi label halal dari MUI). Maklum, Sambas itu kota kecil. Sepengetahuan saya, sejauh ini komunitas peduli halal di kota Sambas belum terlihat geliatnya. Kalaupun sudah ada, sepertinya masih belum jor-joran mengkampanyekan masalah kehalalan. cmiiw. Saya harap bisa segera sih, supaya konsumen tenang. Tapi berhubung Andah Amad adalah seorang muslim, jadi saya berbaik sangka kepadanya. Insyaallah halal. ^^

Oke deh, saya sudahi dulu ya, teman-teman. Semoga pengalaman saya ini bermanfaat, terutama buat pencinta mie yang sedang berada di Sambas dan sekitarnya. Untuk yang jauh dari Sambas, setidaknya jadi tahu, kan, kalau ada kuliner yang bernama mie gosong, hehe. Sampai ketemu di postingan selanjutnya. Babai!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

6 comments:

  1. namanya unik mak. mie gosong haha... justru itu yang bikin memorable ya.

    lumayan juga itu harganya segitu. kalau saya sekeluarga berempat bisa habis enam porsi mungkin hehe...

    soal halal, iya sih, selama yang punya/yang masak muslim dan menggunakan bahan halal insya Alloh halal. nah kalau dicurigai pakai bahan yang meragukan semacam kecapnya, baru deh boleh ragu hehe

    ReplyDelete
  2. saat melihat judulnya saya pikir mie-nya kan berwarna hitam, tapi ternyata tidak :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!