5.25.2016

Kueh Talam Belaok [+ Resep dan Foto Step by Step]

Hari ini saya mau menunaikan janji saya di instagram beberapa waktu lalu tentang sebuah kue tradisional bernama talam belaok. Karena saya baik *dilempar receh saya juga akan bagi resep kueh talam belaok ala keluarga kami. Siapa tahu ada yang mau coba bikin sendiri kaan.. ;)

Kue Talam Belaok
Kue Talam Belaok

Sekadar info. Talam belaok adalah sebutan orang Sambas untuk sejenis kue jajanan pasar tradisional yang terbuat dari tepung beras dan santan yang diberi tapo'an atau taburan tumisan beberapa sayuran dan udang ebi. Di Pontianak dan sekitarnya, kueh talam belaok (atau kueh talam yang ada taburan lauk di atasnya) ini dikenal dengan nama gandus. Nah, kalau daerah lain, saya kurang tahu..

Walaupun sebelumnya saya sudah pernah makan kue ini, saya tidak tahu cara membuatnya. Hehe. Maklum, dari kecil kebiasaan beli kue -kecuali kue kering dan kue lapis untuk lebaran-, jadi keterampilan membuat jajanan pasar memang kurang terasah. Mama' sih tahu, tapi karena beliau sering tidak punya waktu untuk mengulangi resep yang dulu dipelajari, jadi lebih banyak lupanya, terutama menyangkut komposisi bahan yang pas.

Untunglah ada Maya, keponakan saya di Sambas yang memang jago dan rajin membuat kue sendiri. Resep yang diajarkan Uma'-nya (ibunya, sepupu saya, keponakan Mama') diberikannya dengan sukacita kepada kami untuk dicoba sendiri di rumah. Jadi ceritanya, ini resep keluarga yang hampir hilang. Fiuh..

Supaya tidak lupa, harus sering berlatih kan. Nah, beberapa hari lalu kami mencoba mempraktekkan kembali di rumah, dan alhamdulillah berhasil. Yeey! Semuanya suka, termasuk Kanda. Kanda malah sampai bolak-balik dapur buat isi ulang piring dengan kue ini, luarrr biasa. ^^ Karena itu, kayaknya resepnya harus ditulis deh, biar saya tetap ingat dan siapa tahu bisa berguna juga untuk menyebarkan kecintaan akan kuliner tradisional. Uhuk! *cita-cita besar orang kecil

Baiklah. Sepertinya kepanjangan intro. Hihi. Mari kita mulai belajar membuat kueh talam belaok a.k.a gandus!

Bahan utama yang diperlukan untuk kue tradisional ini adalah tepung beras dan santan kelapa dengan perbandingan 1 : 2,5. Jadi kalau mau sebanyak 1 cup tepung beras, gunakan 2,5 cup air santan. Kalau mau sebanyak 2 cup tepung beras, gunakan 5 cup air santan. Daaan seterusnya..

Oh ya. Untuk santan, akan lebih baik jika menggunakan air perasan santan dari parutan kelapa segar, jangan santan kelapa instan ya. Pertama, aromanya beda. Kedua, harga santan instan lebih mahal. *irit mode on

Untuk bahan taburan, keluarga kami menggunakan lobak manis, wortel, daun sop, dan udang ebi. Semuanya dicincang halus. Banyaknya disesuaikan dengan lebar cetakan yang nanti digunakan. Semakin banyak semakin bagus sih, jadi lebih terasa. Bahan lainnya, bawang putih, minyak sayur, sedikit garam dan gula. Silakan tambahkan penyedap rasa kalau mau.

Cara membuat:
- Larutkan tepung beras dengan sebagian air santan sampai benar-benar larut dan tidak ada kantong udara dan tepung yang menggumpal.

Kueh Talam Belaok
Dilarutkan seperti ini

- Sementara itu sebagian air santan lainnya (yang tidak digunakan untuk melarutkan) dipanaskan di atas api kecil sampai mendidih. Tambahkan sedikit garam untuk memberi rasa.

Kueh Talam Belaok
Sebagian santan dipanaskan

- Sambil menunggu air santan mendidih, siapkan bahan taburan. Tumis cincangan bawang putih dengan sedikit minyak. Masukkan cincangan wortel, lobak manis, udang ebi, dan daun sop. Aduk-aduk sampai aromanya lebih wangi. Tambahkan garam dan gula secukupnya. Cicip, kalau sudah pas, angkat. Silakan tambahkan kaldu kalau dirasa perlu.

Kueh Talam Belaok
Bahan taburan

- Jika air santan sudah mendidih, segera tuangkan ke dalam wadah tepung beras (yang sebelumnya sudah dilarutkan dengan sebagian air santan). Lakukan proses ini dengan cepat selagi air santan masih mendidih. Ada baiknya proses ini dilakukan oleh 2 orang: seorang menuang, seorang mengaduk.

Kueh Talam Belaok
Begitu santan panas dituang, adonan harus langsung diaduk

** Setelah dicampurkan, adonan yang diproses dengan benar akan langsung mengental, kaku, dan terlihat bergumpal-gumpal. Kalau tekstur seperti ini tidak didapatkan, itu berarti adonan tersebut harus dipanaskan lagi di atas api kecil sampai mengental dan kaku.

- Bila sudah kaku, segera masukkan adonan ke dalam cetakan kue atau wadah lain yang tahan panas yang sudah diolesi minyak makan. Ratakan setebal kurang lebih 2-3 cm. Boleh lebih tebal dari itu, disesuaikan dengan selera saja. ;)

Kueh Talam Belaok
Ratakan seperti ini

- Masukkan wadah berisi adonan tepung ke dalam panci pengukus yang sebelumnya sudah dipanaskan. Kukus adonan sampai matang, bisa dilihat dari permukaan yang berubah mengkilap. Lama pengukusan tergantung pada ketebalan adonan dan wadah yang digunakan.

Kueh Talam Belaok
Jangan lupa alasi tutup panci pengukus dengan serbet bersih supaya air tidak menetes ke adonan

- Taburkan tumisan sayuran di atas adonan saat pertengahan proses pengukusan (saat permukaan atas mengkilap), lalu kukus lagi (tidak perlu terlalu lama, sekitar 5 menit saja).

- Setelah matang, matikan api dan keluarkan cetakan dari pengukus. Potong kue di dalam cetakan (tidak perlu dilepaskan dari cetakan kue seperti pada kue cake), angkat, sajikan. Bagi penyuka pedas, akan lebih nikmat dengan sambal ebi.

Kueh Talam Belaok
Hasil akhir

Cara membuat sambal ebi:
Tumbuk/blender udang ebi dan cabe rawit, tambahkan sedikit bawang putih, garam dan gula secukupnya. Tambahkan air perasan jeruk sambal secukupnya, aduk sampai garam dan gula larut. Sip.

Untuk menikmatinya talam belaok, tinggal pindahkan sepotong (atau beberapa potong kue yang akan disantap) ke dalam piring, tuang sambal ebi, siap dinikmati. Rasanya, hmm, yummy!

Kalau tidak langsung habis, insyaallah kue ini masih bisa dinikmati di hari berikutnya, asal tidak dibiarkan begitu saja. Kalau kami, karena menggunakan beberapa wadah, sebagian kue yang masih dalam wadah dipanaskan lagi di malam hari (dengan cara dikukus) dan sebagian lainnya ditutup dengan plastic wrap dan dimasukkan ke dalam kulkas. Lumayan banget, bisa langsung disantap sebagai sarapan pagi atau camilan untuk keesokan harinya. Hemat pula.

Demikianlah. Semoga artikel berbagi resep kue tradisional talam belaok ini bisa menambah referensi daftar kekayaan budaya bangsa Indonesia tercinta. *masih mimpi

Akhir kata, selamat mencoba ya teman-teman, dan semoga berhasil! ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!