8.22.2015

Mie Ayam Bakso Gunung Kidul

Setelah kunjungan malam tanpa rencana ke Rumah Radakng, saya dan keluarga singgah di kantin mie ayam dan bakso untuk makan malam. Kantin yang kami tuju adalah rekomendasi Kakak. Letaknya di depan mitra mart (dekat Masjid Jihad). Ini searah jalan pulang, jadi tidak perlu menyeberangkan mobil. Okelah.. *gayanya sok jual mahal, padahal mana pernah nolak makan mie.. xD



Kebetulan sudah lama saya tidak makan mie ayam, jadi dengan yakin, saya pesan mie ayam. Mama', Kakak, dan Abang juga memesan mie ayam, sedang Kanda dan Bapak memesan bakso. Sip, bisa sekalian review keduanya dalam sekali kunjungan. Hhihi..

Seperti mie-mie lain yang pernah saya coba, mie ayam adalah salah satu kuliner yang saya suka. Dulu, saya dan kakak sering beli mie ayam yang dijual oleh mamang mie ayam yang menjual dagangannya di kompleks rumah kami dengan gerobak dorong. Mungkin karena mie nya dibuat sendiri (homemade, bukan mie instan), kami berdua jadi suka. Kami langganan setia, sampai-sampai dikasih nomor hp mamangnya untuk booking mie, supaya kebagian. Soalnya laris sih. Kadang lewat di depan rumah sudah habis. Sedih amat kan, nunda makan nasi supaya makan mie ayam, tahu-tahu mie nya habis. Itu seperti mengharap hujan dari langit, air di tempayan ditumpahkan. Kecewa berat. -_-  Beberapa tahun kemudian, sang mamang mengabarkan kepada kami kalau ia akan berhenti dagang berkeliling karena sudah cukup modal untuk buka warung tetap. Sayangnya kami lupa dimana lokasinya dan nomor hp nya hilang waktu ponsel rusak. Nah, pas di warung mie ayam bakso kemarin itu, saya jadi teringat lagi sama mamang mie ayam langganan kami dulu. Tapi beda orang ya, cuma sama cara bicaranya saja.

Pas datang, kami langsung memesan makanan dan minuman. Tak perlu terlalu lama menahan kriuk~kriuk di perut, pesanan sudah siap.

Untuk rasa mie ayam nya, menurut saya porsinya cukup, kuahnya pas. Saya yang tidak selera dengan makanan berat yang manis merasa cocok karena mie ayamnya tidak kekecapan atau tidak terlalu banyak kecap. Tapi buat penyuka kecap, seperti Mama', bisa menyesuaikan karena di setiap meja disediakan tambahan kecap. Selain itu juga disediakan sambal, jeruk sambal, sumpit, dan sendok garpu, tinggal pilih dan sesuaikan dengan selera. Nyam nyam.



Adapun untuk menu baksonya, menurut saya tak kalah yummy. Mie yang digunakan adalah mie bihun dan mie kuning (mie telor). Menarik, karena jarang-jarang bakso di Pontianak menggunakan mie bihun, biasanya hanya mie putih (mie tiaw) dan mie kuning saja. Ini malah mie tiaw nya yang tidak ada..

Baksonya lembut. Dari citarasanya, daging yang digunakan adalah daging ikan. Dengan kata lain baksonya bakso ikan. Kebetulan kami sekeluarga suka bakso ikan, senang dong. Biasanya kan bakso sapi.

Oh ya, di mie ayam saya juga ada bakso nya, dan tanpa pangsit. Padahal biasanya mie ayam pakai pangsit sedangkan bakso hanya opsional. Beda saja, gitu. Eh, tapi namanya juga mie ayam bakso, ya pakai bakso dong. hhihi. *ketok jidat.

Secara keseluruhan, saya cukup puas. Cuma ada satu yang agak mengganggu. Di menu bakso Kanda dan Bapak (tapi Bapak tidak sadar), terdapat banyak semut halus. Kami memakai kecap dll yang sama, jadi kemungkinan semutnya dari sayur atau mie baksonya. Entahlah. Untung di mie ayam saya tidak ada yang aneh-aneh. Saya harap tidak terulang lagi baik kepada kami maupun pelanggan lain. Sayang, soalnya enak sih..

Update 13 September 2015
Kemarin malam sepulang dari rumah ibu mertua mengantarkan oleh-oleh, saya dan Kanda yang lapar karena belum sempat makan malam. Kami berdua pun sepakat mampir makan di tempat makan ini lagi.

Saya pesan mie ayam sedangkan Kanda bakso. Yang melayani bukan bapak-bapak melainkan beberapa remaja pria. Bergantian, tidak jelas SOP (standard operating procedure) nya. Dalam hati saya agak ragu. Kebiasaan saya dan suami, kalau makan di luar selalu mengamati SOP penjual. Kalau berantakan biasanya...

Penyajiannya cukup cepat sih. Tapi, benar yang saya khawatirkan. Rasanya berubah. Mie ayam saya keras, belum matang sempurna, huhu. Kuahnya pun berubah dan sedikit. Ayamnya juga sedikit sekali. Untungnya rasa bakso Kanda tetap enak, dan tidak ada semut seperti kejadian sebelumnya. Bakso Kanda ludes, mie ayam saya juga habis. Mungkin karena lapar berat.

Tapi terus terang, secara keseluruhan saya kecewa dan tidak puas. Apalagi kiosnya jadi sangat kotor. Pembuat mie nya saja buang sampah sembarangan. :(

Saya tidak tahu apakah keadaannya hanya berlaku semalam (data pencilan), tapi karena tidak ada perbaikan dari kunjungan sebelumnya, terutama dari segi kebersihan, saya rasa saya tidak akan kembali ke tempat makan ini.

Dan petualangan mencari mie ayam yang enak di Pontianak pun kembali dimulai.. ^^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 comments:

  1. nama bakso gunung kidul juga ada di batam mbk,apa masih saudara ya hehe..saya paling suka mie ayam

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!