5.11.2015

Mengukur Kualitas Visual Untuk Perencana dan Desainer Lanskap [Catatan Kuliah Umum]

Alhamdulillah, hari ini saya bisa menghadiri stadium general atau kuliah umum yang diisi oleh dosen tamu bernama Dr. Jon Bryan Burley. Beliau adalah dosen di Michigan State University (MSU) Amerika Serikat. Kebetulan moderator kuliah umum ini adalah Prof Hadi, salah satu pembimbing tesis saya, jadi saya sekalian datang untuk konsultasi setelah kuliah umum. Niatnya ganda, hehe.. Saya datang agak telat tadi, tapi kata mahasiswa yang duduk di samping saya, presentasinya baru dimulai, jadi saya tidak terlalu ketinggalan. Syukurlah. Sayangnya, Kanda tidak bisa ikut hadir gara-gara saya. :(  Untuk itu saya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya dapat tadi untuknya dan juga untuk teman-teman yang membaca... :)


Topik kuliah umum tadi adalah Measuring Visual Quality for Planner and Designer atau"Mengukur Kualitas Visual untuk Perencana dan Desainer". Bidang lanskap, tentunya.

Dalam penyampaiannya, Dr. Burley cukup mudah dimengerti. Mungkin karena bahasa Inggris Amerika, jadi lebih mudah dicerna daripada Inggris British atau Inggris Jepang. Gaya penyampaian juga santai dan lucu. Saya pikir saya akan mengantuk (biasa lah ya, hihi), tapi ternyata sama sekali tidak. Beliau berhasil membuat saya penasaran dengan presentasinya yang banyak menceritakan pengalaman berbagi ilmu lanskap kepada mahasiswa-mahasiswanya.

Selama mengajar, ada banyak hal yang sering ditanyakan oleh para mahasiswanya kepadanya, seperti
"Berapa banyak prinsip yang diperlukan untuk membuat desain yang baik, Prof?", atau
"Apakah saya harus meletakkan tanda arah mata angin? Dimana sebaiknya saya meletakkannya, di kiri, atau di kanan?", atau
"Berapa skala yang paling sesuai?", atau
"Cukupkah jika warna yang saya gunakan hanya sekian?", dsb.

Dari sekian banyak pertanyaan serupa bernada galau dari para mahasiswa yang kebingungan dalam mendesain dan merencanakan lanskap, Beliau mengaku hanya satu saja jawaban yang akan diberikannya. Apa itu?

"Do what would your grandmother expect from you." ~ Dr. Jon Bryan Burley

Lucu ya. "Lakukan apa yang nenekmu harapkan darimu", begitu kurang lebih artinya. Dengan mengasumsikan bahwa seorang nenek (yang baik) selalu berharap bahwa cucunya akan melakukan yang terbaik dan membanggakan, Dr. Burley berharap jawaban singkatnya itu dapat mendorong anak didiknya lebih percaya diri dengan hasil karya mereka. Intinya, lakukan yang menurutmu benar, kira-kira seperti itu.

Beliau mengingatkan untuk selalu mempertimbangkan alam saat mendesain maupun merencanakan, karena arsitek lanskap memiliki tanggung jawab yang besar dalam memperbaiki kualitas lingkungan.

Terdapat 2 pendekatan dasar dalam menghasilkan rencana dan desain lanskap, yaitu pendekatan ahli (expert approach) dan pendekatan partisipasi (participation approach). Dengan pendekatan ahli, desainer dan perencana tidak bertanya tentang opini orang lain. Cara ini lebih mudah dibandingkan pendekatan kedua karena pada pendekatan partisipasi, keputusan desain dan perencanaan tidak diambil sendiri melainkan dengan bertanya kepada orang lain tentang apa yang mereka pikirkan dan inginkan, membuat daftarnya, baru diputuskan. Pendekatan kedua lebih ribet, tapi hasilnya lebih baik dan memuaskan lebih banyak pihak.

Contoh yang diberikan dalam kuliah umum ini adalah dengan menggunakan indeks Smyser yang dimodifikasi (modified Smyser index). Indeks ini mempertimbangkan peran desain lanskap dalam:
- memurnikan air dan udara,
- membentuk sumber daya tanah,
- mendorong keragaman budaya manusia,
- melindungi sumber daya alam,
- membatasi penggunaan bahan bakar fosil,
- menurunkan kontaminasi radioaktif,
- mendukung keragaman hayati,
- menyediakan makanan,
- memperbaiki aliran angin,
- mencegah erosi tanah,
- menyediakan bayangan/ peneduh,
- menciptakan bau dan suara/ bunyi yang menyenangkan,
- tidak berkontribusi pada pemanasan global,
- berkontribusi bagi perekonomian,
- mengakomodasi daur ulang dan penggunaan ulang,
- mengakomodasi pemeliharaan yang minimal, dan
- menyenangkan secara visual.

Hayo, capek nggak baca daftarnya? hihihi ^^

Ada 5 hal penting yang perlu diperhatikan oleh perencana dan desainer lanskap, yaitu (1) perlindungan lingkungan (ekologi), (2) peningkatan ekonomi, (3) perlindungan budaya, (4) menciptakan keindahan dan estetika, serta (5) memaksimalkan fungsi. Keseimbangan antara kelima hal penting tersebut akan menghasilkan desain lanskap yang harmonis, yang berarti desain/ perencanaan dilakukan dengan baik.

Oh ya, Prof Burley saat ini sedang melakukan proyek menulis dan membuat peta dunia. Kalau saya tidak salah paham atau salah mendengar, peta yang akan dibuat adalah peta perspektif terhadap lanskap. Jadi setiap negara diteliti untuk mendapatkan gambaran umum mengenai cara pandang suatu masyarakat daerah/negara tertentu. Ini akan menjadi proyeknya sebelum beliau pensiun. Mari doakan agar usahanya lancar, aamiin! :)

Kuliah umum bersama Prof Burley (2015 05 11)
Sebelum bubar, foto bersama dulu! ^^
(credit foto: Prof Hadi Susilo Arifin)

Pergi lihatlah dunia! Dengannya kamu akan menemukan bahwa tempat terindah berada di negaramu sendiri, dan bangga akan darimana kamu berasal. ~ Dr. Jon Bryan Burley

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 comments:

  1. keren y dek, mudah2n rencana profesornya berjalan dengan lancar...
    ... btw... mari kita bangun lingkungan kita dengan bersahabat denga alam dan lingkungan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah, itu cita-cita lama adx da... Saling dukung yaaa...

      Delete
  2. Profesornya nyuruh traveling tuh, Mbak.. Wkwkwk :D

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!