1.14.2015

Berlatih Bahasa Inggris

Sudah berhari-hari tidak ngeblog. Rasanya ada yang kurang. Sebenarnya beberapa hari belakangan saya kepikiran untuk menulis artikel dengan bahasa Inggris. Bukan untuk gaya-gayaan. Saya hanya ingin berlatih bahasa Inggris. Khawatir lupa jika tidak dilatih.
(sumber gambar: www.myenglishteacher.eu)
Sebagai orang Indonesia, alhamdulillah saya cukup bisa mengerti dengan pembicaraan bahasa Inggris atau artikel-artikel berbahasa Inggris (yang umum). Mungkin karena saya mulai belajar bahasa Inggris di usia yang pas (tidak terlalu dini sampai kebingungan dengan bahasa Ibu). Dulu Mama' mendaftarkan saya dan Kakak ikut les bahasa Inggris di tempat les dekat rumah kami. Kalau tidak salah saat itu saya kelas 3 atau kelas 4 SD sedangkan Kakak kelas 5 atau 6 SD. Dasar-dasar bahasa Inggris yang diajarkan dengan bermain dan tidak berorientasi nilai membuat kami sangat menikmati belajar bahasa Inggris. Permainan tebak kata, bernyanyi, atau berlatih membaca teks secara bergiliran di kelas membantu kami menambah kosakata dan melatih pengucapan kata yang benar dengan cara yang menyenangkan. Sebagai anak kecil yang senang bermain, kami tidak mengkhawatirkan nilai dan malah mendapat teman baru.

Kalau di pendidikan formal saat angkatan saya sekolah dulu, mata pelajaran bahasa Inggris baru diajarkan di kelas 1 SMP. Karena sudah mendapatkan dasar-dasar bahasa Inggris, saya jadi lebih mudah mengerti apa yang dimaksudkan guru. Alhamdulillah. Saat itu, karena sudah mendapatkan pelajaran bahasa Inggris di sekolah, saya tidak lagi belajar di tempat les. Tempat les kami itu pun sudah tutup. Saya baru melanjutkan les bahasa Inggris lagi ketika kelas 3 SMP sampai kelas 2 SMA, di tempat les yang berbeda.

Saya sangat terkesan dengan sistem belajar bahasa Inggris di tempat les baru saya itu. Bahasa Inggris diajarkan secara lebih menyeluruh dan menyenangkan. Saya tidak tahu kelas lain, tapi sebanyak kelas yang saya ikuti (kebetulan dapat instruktur yang sama terus), kami selalu melakukan hal-hal seru sehingga proses belajar tidak membosankan. Kami bermain, pernah juga menonton film berbahasa Inggris dengan menutup teks sebagai latihan listening. Walaupun di akhir trimester ada evaluasi belajar, kami tidak terlalu tegang. Alhamdulillah untuk saya sendiri, nilai saya cukup baik. Saya pernah hampir dapat beasiswa belajar karena nilai tertinggi di kelas, tapi gagal karena nilai saya dikalahkan oleh seseorang yang jarang masuk kelas. Huaa! Pintar sekali orang itu. Saya dan kawan-kawan yang rajin masuk kelas hanya bisa gigit jari. Tapi itulah namanya bukan rejeki. *menghibur diri, hehe* Makanya, jadi nomor satu dong. :(

Oh ya. Menurut Bapak instruktur dulu (selama les), saya cenderung cukup baik di sesi listening dan reading, cara pengucapan (pronunciation) dan perbendaharaan kata (vocabulary) pun tidak terlalu buruk, namun masih sangat kurang di tata bahasa atau grammar. Iya sih. Jujur, untuk menjawab soal pilihan ganda tentang grammar atau ketika membuat kalimat, saya biasanya mengandalkan insting. Selama saya rajin membaca dan menonton film berbahasa Inggris, insya Allah insting tersebut terbangun dengan sendirinya. Tapi kalau jarang dilatih, lenyaplah kemampuan menujum tersebut. :p

Saya akui, sampai sekarang, perihal membuat kalimat dalam bahasa Inggris memang menjadi kendala utama buat saya. Susah-susah gampang. Padahal, kalau menurut saya, bahasa Inggris bisa lebih luwes digunakan dalam tulisan, daripada bahasa Indonesia. Agak berbeda dengan bahasa Indonesia yang jika ingin baik dan benar justru memberi kesan kaku. Bisa jadi itu sebabnya banyak blogger Indonesia yang lebih memilih menggunakan bahasa gahul atau bahasa lisan daripada berbahasa tulisan: karena berbahasa Indonesia yang baik dan benar itu tak kalah sulit dengan bahasa asing.. Hmmm..

Saat masuk kuliah, baik S1 maupun S2, nilai tes prediksi TOEFL saya lumayan baik, alhamdulillah. Tapi itu baru prediksi TOEFL ya, bukan TOEFL asli. Sayangnya, sampai sekarang saya tetap merasa kurang percaya diri berbahasa Inggris secara lisan maupun tulisan. Saya hanya paham tapi mengalami kesulitan mengekspresikan diri dan menyampaikan ide dalam bahasa Inggris. Pasif. *Duh, padahal sudah masuk zaman globalisasi. :(

Alhasil, kemarin saya memutuskan menulis satu artikel singkat dalam bahasa Inggris. Terserah deh, mau salah atau benar. Saya merasa perlu berlatih untuk meningkatkan percaya diri. Tulisannya bisa dibaca di sini.

Rencana awal pas posting tadi sih, ingin punya blog khusus berbahasa Inggris. Supaya lebih rapi, gitu. Tapi setelah saya beritahu Kanda, Kanda mengusulkan agar digabung saja dengan dalam blog dengan diberi label khusus. Apalagi blog ini sudah pakai domain sendiri. Sayang kan, kalau disia-siakan. Kanda juga mengingatkan saya tentang teman blogger saya yang menggunakan 2 bahasa (bukan campur-aduk bahasa, ya). Blog teman saya itu tetap rapi dan nyaman dibaca, jadi saya juga pasti (dan harus) bisa rapi seperti itu. Sip. Nanti saya akan mencoba berbahasa Inggris di blog ini saja, dengan label: In English. Hehe.

Hmmm, bagaimana dengan blog baru yang sudah saya buat kemarin ya? Entahlah apakah masih akan saya isi atau tidak, yang pasti tidak akan saya hapus. Sebagai pengingat buat saya untuk lebih semangat berlatih kemampuan bahasa Inggris... ^_^  Kalau teman-teman, apa yang teman-teman lakukan untuk berlatih berbahasa Inggris? Share di komentar yaa...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

3 comments:

  1. saya juga sebenarnya suka sama bahasa Inggris, tapi karena tdk pernah dilatih, jadi ya... tetap pas2an hehe

    ReplyDelete
  2. bahasa Inggrisku juga ngepas, padahal cita2 mau daftar program writer in residence huhuhu..

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!