10.09.2012

Suatu Hari Nanti

Gelitik hati memaksaku bertanya
Suatu hari nanti, ketika aku mati
Apa yang telah kulakukan?
Sehingga jiwaku layak diterima Tuhan?

Apa yang telah kuberi?
Sehingga tubuhku layak diterima bumi?

Suatu hari, ketika aku mati...
Akankah ada tangisan?
Haru atas karya-karyaku
Ataukah ringisan?
Cemooh atas segala gagalku

Suatu hari, ketika aku mati...
Bisakah aku mengalunkan kalimat indah pada akhirnya?
Yang berisi pengakuan akan keesaan-Nya?

Suatu hari, ketika aku mati...
Sudah pasti takkan sempat lagi aku melakukan inginku
Atau ingin-Nya, apalagi inginnya

Sesakku melihat apa yang pernah kuperbuat
Meski tahu waktuku singkat
Mengapa jarang aku mengingat

Tuhan, berkahilah sisa usiaku, keluargaku, hartaku, ilmuku

Agar suatu hari nanti ketika kita bertemu,
Tak malu aku padaMu
Dan tersenyum Engkau padaku
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 comments:

  1. Ah... jleb banget, Mak.
    Terima kasih sudah diingatkan. Jago deh bikin puisinya.
    Aku mah gak bisa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga nggak jago bikin puisi mak Nia.. Itu cuma nulisin hasil perenungan beberapa malam. Karena nggak jago nulis naskah ceramah jadi bikin puisi aja.. hehe.. Semoga bermanfaat ya mak. Makasih sudah berkunjung.. :)

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!