4.13.2017

Pertama Kali Bermain Kano di Sungai Kapuas

Selasa sore lalu, saya diajak Kakak bermain kano. Katanya sih sekarang ini sudah banyak tempat penyewaan kano di pinggir Sungai Kapuas. Berhubung sempat dan diizinkan Kanda, saya mau saja. Saya pergi bersama Kakak, Abang, dan Isna. Dari kami berempat, hanya saya yang belum pernah naik kano. Ketiganya dulu pernah naik kano di Sambas (tapi belum pernah di Pontianak), kalau saya belum pernah sama sekali.

Pertama Kali Bermain Kano di Sungai Kapuas
Bermain kano, seru!
*Di foto ini saya tidak menggunakan life jacket karena sudah mau pulang (ini di tepi, dekat tempat naik). Mohon tidak ditiru ya. Tetap utamakan keselamatan.


Awalnya saya agak malas-malasan karena saya pikir kami harus ke Taman Alun Kapuas dulu untuk menyewa kano. Itu kan lumayan jauh dan makan waktu. Tapi berhubung kakak dan abang pernah dengar ada penyewaan kano yang relatif lebih dekat yaitu di cafe-cafe pinggir sungai, kami mengecek ke sana dulu untuk memastikan. Ternyata benar, ada. Kami berempat pun masing-masing menyewa satu kano.

Sebelum semuanya turun dan berbasah-basahan, kami bergiliran mengambil foto untuk kenang-kenangan. Setelah itu, hp dimasukkan ke dalam tas dan dititipkan kepada pemilik cafe, minta tolong dijagakan. Di tempat kami menyewa kano, pemiliknya baik lho. Barang-barang kami dijaga, bahkan sepatu-sepatu dimasukkan agar aman.

[Insyaallah nanti review tempat penyewaan kano kemarin menyusul ^^]

Sebenarnya saya agak khawatir menaiki kano untuk pertama kalinya. Apalagi saya kurang lancar mendayung. Niatnya ke kanan, malah ke kiri. Maunya lurus, malah belok-belok. Inginnya berputar, malah maju terus. Bikin frustasi. Gara-gara kemampuan mendayung yang minim ini, saya sempat "nyasar" ke tengah sungai lho! Rasanya? Tegang lah! Apalagi saya kan phobia air yang dalam (seperti kolam, sungai, laut, dsb). Hiey. Syukurnya saya dibimbing kakak sehingga bisa berputar kembali ke arah tepian walaupun dengan susah payah. Alhamdulillah.

Setelah pemanasan a.k.a latihan muter-muter di pinggir sungai, kami mulai jalan-jalan dengan kano. Abang mengajak adu cepat ke arah Jembatan Tol Kapuas. Kakak dan Isna tanpa ragu mengiyakan, sedangkan saya mau tapi ngeri. Waktu di tengah jalan, saya sempat mikir tuh, air sungainya kok gelap ya, seram. Lalu teringat puake kapuas, huhuhu. Sambil berpasrah, saya berusaha agar tangan terus mengayuh dan mulut ditutup rapat-rapat agar tidak keceplosan. Kata orang hal-hal seperti ini sebaiknya jangan disebut atau disinggung-singgung. Harus berani. Kan ada Allah yang Maha Menjaga, begitu batin saya menguatkan hati.

Eh, ini kok kesannya jadi ngeri amat ya. Hihihi. Nggak, berkano itu asyik kok. Coba deh.. ;)

Setelah singgah sebentar di salah satu kaki Jembatan Tol Kapuas bagian tengah, kami melanjutkan berkano dengan berbalik arah --kembali ke titik awal. Abang kembali mengajak ke tempat yang ikonik Pontianak, Masjid Jami'. Walaupun kemampuan mengayuh saya sudah jauh lebih baik daripada awal-awal, tetap saja rasanya tempat tersebut terlalu jauh buat saya. Mana harus menyeberang melawan arus pula. No no no. Saya pun menolak. Isna juga. Kami pun sepakat, saya dan Isna tetap berkano di sisi Pontianak Selatan sementara Kakak dan Abang menyeberang sungai ke sisi Pontianak Utara, menuju Masjid Jami'.

Di sisi saya dan Isna, banyak orang yang juga bermain kano. Keramaian ini sedikit banyak membuat saya jadi lebih tenang. Minimal kalau kano saya terbalik, ada saksi mata dan kemungkinan ditolong lebih besar. Hehe. Ini namanya antisipasi.

Walaupun terasa ramai, sebenarnya jarak antar kano berjauhan. Ruang pribadi (personal space) pun luas sehingga lebih leluasa dalam berekspresi. Di antara keramaian orang berkano saya melihat ada yang berbaring di kanonya dengan santai, ada yang ngobrol dan membentuk kelompok kecil, ada yang siram-siraman air dengan mesra, ada yang ber-selfie ria, ada juga yang terdengar bernyanyi dengan gembira. Ini semua menghibur dan dapat melepas stres. Seru. Sayangnya saya tidak punya banyak dokumentasi, soalnya tidak bawa hp waktu berkano. Khawatir hp nya tercemplung..

FYI. Sampai saat ini, Sungai Kapuas masih digunakan sebagai jalur transportasi, terutama untuk pengangkutan perdagangan. Walaupun aktivitas sehari-hari masyarakat --seperti menyeberang dengan sampan kayuh ataupun perahu motor kecil-- jauh berkurang dibanding dulu, kendaraan air seperti sepit (speedboat), kapal feri penyeberangan, dan ponton raksasa masih dapat ditemukan berlalu lalang di badan sungai.

Oh ya. Waktu saya dan Isna bersantai di kano, ada seorang bapak menyapa kami dan mengingatkan kami untuk tetap menjaga diri saat bermain kano. Kami juga diminta menepi karena waktu itu ada satu ponton besar akan lewat. Bapak tersebut juga punya tim anak-anak muda yang siap sedia mengayuh kano untuk memperingatkan pengunjung berkano yang mungkin terlena waktu main di tengah sungai. Kegiatan mereka mengingatkan saya kepada baywatch. Keren!

Hampir maghrib, kami berempat pun mengayuh kano kembali ke cafe tempat penyewaan kano. Setelah naik, kami sempat foto-foto sebentar. Karena tidak membawa baju ganti, kami langsung pulang dengan celana basah. Hehe. Walaupun malamnya lengan terasa pegal --apalagi besoknya-- saya merasa senaaang sekali. Nanti mau main kano lagi ah! Mau mengajak Kanda. ^^

Teman-teman sudah pernah main kano? Ke Pontianak yuk! Nanti kita main sama-sama (tapi bayarnya sendiri-sendiri yah, hihihi).

Sudah dulu ya teman. Sampai nanti. Daah!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!