12.09.2016

Blog dan Etika, Berbagi Kebaikan dengan Hati-Hati

Sebagai blogger, tentu saja saya sangat setuju kalau nge-blog itu memiliki manfaat yang banyak. Dengan blog, kita berkesempatan untuk menyampaikan cerita dan pendapat kepada dunia tanpa perlu dibatasi siapapun dan terikat panjang-pendek artikel. Semua tergantung kita, dan sinyal internet pastinya. Hihi. ^^ 



Buat saya yang hanya blogger remahan kripik rasa rumput laut --tidak populer; jarang nge-job review; jarang ikutan lomba, apalagi menangnya, haha-- ngeblog punya satu nilai tersendiri di dalam hati. Walaupun sampai sekarang kemajuan secara materil yang saya dapatkan belum gimana-gimana, alhamdulillah saya selalu merasa puas setiap kali selesai publish di blog ini. Mungkin ini yang dimaksud aktualisasi diri. Saya merasa bahagia dengan berbagi meskipun hanya hal remeh-temeh. Kenapa? Karena saya yakin tulisan-tulisan itu akan tetap bertemu dengan orang-orang yang memerlukannya bagaimanapun caranya. Tidak ada yang bisa menolak takdir, kan?! *ecieh

Kalau boleh jujur sih, terkadang saya pengen juga jadi blogger yang populer, yang terkenal, yang nggak nyari job malah job yang mencarinya, yang kalau namanya disebut semua bakalan ngaku kenal. Uwih, seru tuh. Hihihi. Ya, pengen kan nggak papa ya. Yang penting nggak mengharapkan hal jelek terjadi ke orang lain karena itu berarti kita sedang dilanda penyakit hati. Dengki namanya. Naudzubillah..

Berhubung saya tidak punya kemampuan sedemikian rupa dalam mengikat pembaca, sebagaimana para seleb blog, rasanya sedih juga. Tapi heeei net, kita kan tidak bisa menyenangkan semua orang. Toh tidak populer bukan suatu kehinaan. Maka sekarang saya berusaha tidak lagi ambil pusing masalah itu. Sesekali mikir sih, tapi ya cuma gitu aja. Cuma sebatas mikir. Yang jadi fokus saya sekarang adalah berproses. Masalah popularitas, saya anggap hanya bonus yang entah kapan cairnya. Haha..

Sebenarnya, mendompleng popularitas bisa dilakukan dengan banyak cara. Ada cara lambat, ada juga cara cepat. Cara lambat, yah, dengan rajin-rajin ngeblog lah. Namanya blogger, ya ngapain lagi, kan. Ambil contoh paling populer: Diana Rikasari yang aktif ngeblog sejak tahun 2007 sampai sekarang. Saya yakin akan sedikit sekali blogger yang tidak tahu dengan beliau. Saya yang kuper dan bukan blogger pemerhati fashion saja bisa tahu lho, dengan Diana Rikasari. Apalagi teman-teman. Ya kan.

Jujur. Saya sempat mengernyitkan dahi waktu pertama kali melihat OOTD kreatif ala Diana Rikasari. Modelnya nyentrik, warnanya ngejreng. Bukan karena saya benci ya, tapi karena skeptis kalau gayanya itu bisa saya tiru di kemudian hari. Maklum saya tidak fashionable dan pemalu. Intinya, beda selera (dan mungkin karakter) lah. Meski demikian, saya justru sangat salut kepada Diana karena beliau selalu percaya diri dan tetap konsisten dengan keunikannya. Dan kalau lihat dari tulisan di blog maupun obrolan di channel youtube-nya, walaupun sadar dirinya terkenal, saya malah menangkap kesan rendah hati dan nggak nyinyir darinya. Keren kan.. Kurang tahu aslinya sih. Belum kenalan soalnya, hehe.

Nah kalau ada blogger terkenal tapi nggak nyinyir, maka pastinya akan ada tipe blogger yang sebaliknya: nyinyir padahal nggak terkenal. Eh, bukan, nyinyir tapi jadi terkenal. Eh.. Em, pokoknya semacam itulah.

**jadi mikir sendiri nih, saya masuk blogger tipe nyebelin nggak ya.. hmm..

Postingan bertema kontroversial yang disajikan dengan gaya nyinyir, provokatif, dan menyerang secara agresif memang merupakan salah satu cara cepat untuk meraup kepopuleran. Sama halnya dengan blogger yang suka nyampah seenaknya (ngasih link spam) pas blogwalking, atau yang suka curi konten orang (copas tanpa memberikan sumber), dll. Contoh-contoh ini adalah contoh cara cepat populer dalam ngeblog yang sebaiknya dihindari. Memang sih, dengan cara-cara tersebut lalu lintas pengunjung blog akan melesat dengan sangat cepat dan penulis atau situsnya akan cepat dikenal orang, tapi ya gitu deh. Menurut saya tidak etis saja.

Perlu saya tekankan. Cepat populer bukan berarti selalu diperoleh dengan cara tidak etis seperti yang saya gambarkan di paragraf sebelumnya, ya. Ada banyak juga kok blog yang populer karena isinya memang banyak dicari, bermanfaat, informatif, inspiratif, menghibur, atau kebaikan-kebaikan lain. Ada juga blog yang cepat terkenal karena bloggernya memang sudah terkenal dari awal. Punya publik figur, misalnya. Atau di bawah pengelolaan blogger yang memang rajin sekali blogwalking dengan meninggalkan jejak yang tidak asal ninggalin jejak (bukan komen spam), itu wajar. Yang tidak wajar itu yang ... em, yang tidak etis lah pokoknya.

Ngomong-ngomong soal etika, saya jadi cari tahu tentang etika ngeblog. Berdasarkan referensi yang saya baca, ternyata saat ini sudah ada etika ngeblog yang dihasilkan berdasarkan kesepakatan blogger Blogilicious di Jakarta tahun 2011 lalu. Isinya ada 12 butir, yaitu:

1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme dan pembajakan, serta selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.

2. Tidak mendiskreditkan pihak lain melainkan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.

3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.

4. Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.

5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.

6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.

7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.

8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.

9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.

10. Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.

11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.

12. Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.

Gitu deh.

Kedua belas butir etika diatas menurut saya cukup relevan dalam mendewasakan blogger Indonesia agar tetap sopan dan tidak merugikan orang lain dalam berekspresi. Intinya, berbagi kebaikan dengan cara yang baik dan hati-hati. Tapi ya balik lagi, penerapannya akan selalu kembali ke pribadi masing-masing karena nyatanya blogger bukan profesi yang mengikat sebagaimana profesi lain. Akan tetap ada blogger nyinyir yang mengejar popularitas, yang hobi mencaci maki, yang suka menggunakan konten blogger lain tanpa memberi kredit, yang porno, dan lain sebagainya. Tinggal pilih mau terkenal dengan cara apa.

Kalau saya sih simpel saja, karena tidak suka diperlakukan buruk maka saya akan berusaha untuk tidak melakukan hal buruk secara sengaja kepada orang lain. Itu niat saya. Kalau kamu, teman?


**
Tulisan ini dibuat untuk menanggapi artikel karya mba Handayani Abd. Widiatmoko yang berjudul Berbagi Kebaikan Melalui Blog. Tulisan tersebut terbit sehari setelah Hari Blogger Nasional yaitu tanggal 28 Oktober lalu, tapi karena bulan November lalu saya dilanda malas ngeblog, jadi baru ditulis hari ini deh. Hehe..

Referensi:
http://anjari.blogdetik.com/2011/07/04/12-etika-ngeblog-yang-harus-blogger-tahu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

13 comments:

  1. hai Mak...setuju banget, jadi blogger harus beretika. Semoga Mak jadi blogger femes ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mak Hani. Maaf ya tanggapannya lama. Lama mikirnya, hihihi..

      Semoga femes nya dalam hal yang baik dgn cara yang baik, aamiin.. ;)

      Delete
  2. Saya baru tau ada kesepakatan blogger Blogilicious, perlu dipelajari satu persatu pointnya. Memang segala sesuatu harus sesuai dengan etika ya Mbak :)

    ReplyDelete
  3. Setiap tulisan akan menemukan pembacanya sendiri, termasuk juga blog. Meski begitu tetap saja kita, eh saya aja dink.. Harus mau berbenah setiap harinya. Semangat kakak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Belajar tentang etika menulis di dunia maya juga termasuk agenda berbenah, buat saya.. ;)

      Delete
  4. etika memang diperlukan ya, bagaimanapun kiat hidup bersama orang lain

    ReplyDelete
  5. tengkiu loh mbk sdh diingatkan dan jg dikasih tau, aku taunya cm soal makek foto gt, sm no copy paste, minim bgd pengetahuan eikeh, kasihan yak, hiks,
    maka dr itu tengkiu bgd loh mbak ya

    ReplyDelete
  6. Setuju mbak...
    Setiap penulis memiliki gaya tulisannya masing2..
    Keep positive thinking.. Dan tetep beretika..

    Smoga bisa jadi terkenal ya mbak.. Aamiin.. Hehehe

    ReplyDelete
  7. Sepakat dengan keduabelas point di atas. Mudah2an ga ada yang prnah kulanggar 😊

    ReplyDelete
  8. Moga2 saya jg gak jadi blogger yg tulisannya bikin sebel org hehe
    TFS

    ReplyDelete
  9. iya bener banget Mbaa, insyaallah saya bisa menjalankan kedua belas butir etika blog yang dituliskan di atas :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!