3.17.2014

Kehujanan di Kota Hujan

Pagi ini cuaca cerah. Pukul 10.30 kami berangkat dari rumah. Kanda yang biasanya tetap menggunakan jaket berwarna merah-hitam miliknya saat keluar rumah tadi meninggalkan jaketnya di ruang tamu. Saya sebenarnya juga malas menggunakan jaket berwarna serupa yang saya punya, tapi entah mengapa badan ini tetap saja memakainya. Tangan saya pun santai saja membawakan jaket Kanda keluar. Pintu sudah dikunci baru saya sadar ternyata Kanda sengaja meninggalkan jaketnya di rumah. Malas balik lagi membuka kunci pintu yang agak macet, saya membawa serta jaket Kanda. Simpan di tas saja, katanya kepada saya.

Sampai di kampus, saya menyelesaikan urusan saya dan Kanda dengan urusannya. Pukul 12 siang saya dan Kanda memutuskan makan gado-gado. Saat makan, kami dihubungi Artum yang baru menyerahkan koreksian ke dosen pembimbingnya. Gado-gado Saya dan Kanda hampir habis saat Artum datang. Dia ikut makan, menu ketoprak, tapi tak habis. Mungkin karena dengan tiba-tiba hujan turun dengan deras dan air tempias hujan masuk ke piringnya. Mungkin. Soalnya basah sekali, maklum gado-gado pinggir jalan...

Angin menderu-deru berkolaborasi dengan air yang tumpah deras dari langit membuat kami bergegas ke tempat yang kami rasa lebih bisa melindungi. Apalagi kalau bukan bangunan kampus. Maka kami bertiga pun berjalan di bawah hujan. Artum berbekal plastik berlapis-lapis di dalam tasnya, dan cover bag pada bagian luar dengan percaya diri menembus hujan. Padahal tidak pakai jaket. Saya dan Kanda yang berbekal jaket lain lagi, tidak punya cover bag dan tidak punya plastik untuk melindungi barang di dalam tas, terutama laptop. Maka Kanda memakai tasnya terlebih dahulu baru memakai jaket dengan hoodie jaket menutup kepala. Saya sendiri, karena jaket saya tidak besar jadi saya melindungi badan dan kepala saya saja. Masalah tas, saya pakai seperti biasa. Berharap air hujan tidak terlalu tega membasahi tas saya.. :p

Dengan gaya ala anak muda di film Saving Private Ryan, kami berlari-lari di bawah atap toko sepanjang jalan Bara, menghindari peluru air hujan. Beberapa kali harus kuyup karena atap toko tidak sejajar dengan atap toko sebelahnya sehingga air cucuran atap langsung kena orang yang lewat, terutama orang yang tidak menggunakan payung seperti kami. Haha, harusnya sih memang punya payung yaa, kan di kota hujan. Dulu punya sih, tapi sudah rusak. Belum beli yang baru. **Kalau sudah begini langsung pengen beli payung** xD

Sepatu yang saya gunakan hari ini adalah sepatu berbahan karet sehingga saya tidak khawatir cepat rusak dibanding sepatu kulit, tapi alas kakinya yang tipis membuat kaki saya nyemplung dengan sempurna ke genangan air sehingga celana panjang dan kaos kaki yang saya kenakan basah kuyup. Sip.

Sampai di Kantin Stevia, kami terhenti. Hujan bertambah lebat seperti tidak memberi kesempatan untuk kami menembusnya. Ada beberapa muda-mudi juga yang ikut berteduh bersama kami. Mereka juga basah.. :) *merasa dapat teman*  Karena pukul setengah 2 saya harus ngasprak, Kanda dan Artum berkeras untuk menembus hujan ketika agak reda sedikit (padahal tetap saja lebat). Awalnya saya akan dipasangi Kanda dengan plastik trash bag yang Artum bawa. Sudah dibolongi di bagian bawahnya dan akan dipasangkan ke saya, tapi syukur alhamdulillah tidak jadi. Hahahaha.. *urut dada*

Karena sudah terlanjur membolongkan trash bag Artum, saya masukkan saja tas saya ke dalamnya sambil menutup bagian yang berlubang. Artum bilang saya bisa menutupi kepala saya dengan tas yang sudah ditutup plastik hitam besar itu. Setelah mengatakan itu, Kanda dan Artum segera berlari menerobos hujan meninggalkan saya sendiri. Merasa sendirian saya nekat saja mengangkat tas ke kepala saya. Aduh, saya langsung merasa seperti bibi penjual sayur keliling, tapi karena sudah terlanjur jadi ya sudahlah. Saya ikut berlari-lari. Hua, ternyata tas saya berat. Sebelum menyeberang saya membetulkan pegangan saya agar tidak menjatuhkan tas berisi laptop semata wayang. Alhamdulillah sampai di bangunan fakultas pertanian. Saya pamit berpisah karena mau ngasprak mkp APLB. Kanda dan Artum berjalan ke sisi lain.

Gambar iseng-iseng kejadian yang baru dialami
Sampai di kelas saya senyum-senyum teringat trash bag yang hampir dipakaikan ke saya. Di tengah perkuliahan, saya iseng menggambar kejadian tadi. Ada-ada saja kejadian karena hujan yang tak terduga hari ini. Setelah dipikir-pikir, untung saja tetap bawa jaket. :D Alhamdulillah!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

3 comments:

  1. ngape ndak dpake trash bag nye dek..wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah... rezeki, cat kuku, aseton, dan hujan....

    ReplyDelete
  3. @kakak LiaSyafari Lia: Kakak dulu jak ye, wkwkwkwk xD

    @Sembadak: alhamdulillah :D hehe

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!