3.23.2014

Kampung Urug (Part 1)

Hiks, satu hari kemarin terlewat tanpa ngeblog. Boro-boro untuk ngeblog, seharian kemarin saya malah tidak sempat menyalakan laptop sama sekali karena mendampingi field trip ke Kampung Urug. Tapi saya senang karena ini pertama kalinya saya mengunjungi kampung tersebut, dapat kesempatan jalan-jalan sekaligus menambah ilmu, plus bisa ngobrol sedikit bersama sensei Fukamachi yang ikut berkunjung ke sana. Sayangnya Kanda tidak ikutan, kalau ikut pasti saya lebih senang... :)

sawah terasering pinggir jalan
Salah satu pemandangan indah sawah terasering pinggir jalan yang kami lewati.
Saya suka! :D

Okey, pada janji sebelumnya seharusnya kami berangkat pada pukul 6 teng karena sensei Fukamachi dan Azai akan berangkat kembali ke Jepang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari Ahad (hari ini) pukul 1 dini hari, jadi harus tiba di bandara sebelum itu. Oleh Bu Nunung, kegiatan dijadwalkan mulai pukul 6 pagi karena perjalanan mungkin memakan waktu 3 jam dan menghindari kemacetan. Estimasi waktu yang diperlukan melakukan kegiatan di Kampung Urug diharapkan bisa dimulai dari pukul 09.00-13.00 untuk menggali informasi dan sebagainya, lalu makan siang pukul 13.00 dan kemudian kembali ke kampus pada pukul 16.00, atau pukul 17.00 jika terjebak macet. Hal ini dilakukan agar Sensei dan Azai sempat kembali ke penginapan yang berada di lingkungan kampus untuk mengambil barang-barang dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju bandara. Rencana yang sempurna! :)

Pukul 5 pagi saya sudah sholat, sarapan, mandi dan berkemas. Pukul 6 saya sudah siap tapi belum turun dari rumah karena saya merasa tidak perlu ke kampus. Rumah kontrakan kami yang terletak di daerah Cibanteng (dilalui jika ingin ke arah Ciampea) memberi keuntungan, jadi saya minta dijemput di pinggir jalan saja. Sekitar pukul 6.45, 2 mobil avanza sewaan berhenti di dekat kantor jne cabang cibanteng, alhamdulillah dijemput juga. Saya ditempatkan di kursi depan di samping supir karena Bu Nunung khawatir saya mabuk perjalanan. Yang jadi pengemudi di mobil yang saya tumpangi adalah Anggi, teman seangkatan saya yang juga ternyata pernah dibimbing oleh Sensei Fukamachi saat mengikuti program pertukaran pelajar selama 6 bulan, tahun lalu. Di kursi tengah, Bu Nunung dan Sensei Fukamachi, dan di kursi belakang ada Pak Ian, dosen perencanaan lanskap yang konsen pada lanskap budaya dan jago fotografi. Sedang di mobil satunya ada Azai yang menjadi pengemudi, dan anak APLB 5 orang. Total semuanya, 11 orang.

Di awal perjalanan, saya merasa agak pusing dan mual tapi tidak sampai muntah. Alhamdulillah.. Di tengah perjalanan yang cukup melelahkan bagi orang yang mual, saya terhibur dengan pemandangan lanskap yang kami lewati. Mengambil gambar dengan kamera cukup membuat saya melupakan rasa mual. :)

Kelokan tajam menuju kampung urug
Kelokan tajam di tepi tebing yang kami lewati. Mana lebar jalannya tidak seberapa. 
Ngeri.. >.<

Situs Batu Tapak yang dilewati
Situs budaya batu tapak yang kami lewati, tapi tidak sempat singgah...

Sawah terasering
Terasering, teras yang seriiing sekali.. :D cantiiik

sawah dan sawit
Sawah dan sawit, wih.

sawit
Sejauh matamu memandang, kawan, sawit terbentang..

Bersambung ke Kampung Urug (Part 2)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!