2.05.2014

Cincalok (+random tips)

Cincalok adalah makanan khas daerah pesisir Kalimantan Barat yang terbuat dari udang papay yang difermentasi (jenis udang yang kecil dan hidup bergerombol). Kalau di rumah ortu di Pontianak, kami menyebutnya dengan "udang mati kompak".. :D

Aah, cincalok yang menggodaa, plus cabe perenggi dan perasan jeruk segar.. :9
*bikin terbit air liur, heuheu*


Cincalok umumnya berwarna pink. Warna yang menarik tersebut muncul dari udangnya. Saya tidak pernah membuat cincalok sendiri, jadi tidak tahu apa lagi campurannya. Kalau tidak salah diberi garam, lalu didiamkan agar mengalami fermentasi. *ini kalau tidak salah yaa* Nah, sayangnya banyak pembuat cincalok yang menggunakan pewarna pink untuk menarik minat pembeli. Maklum kalau lebih cerah kan lebih menggoda..

#tips
Katanya sih, kalau mau cincalok tanpa pewarna tambahan (alias lebih sehat) memiliki warna pink pucat. Memang tidak semua pembuat cincalok nakal, menggunakan pewarna tekstil misalnya, tapi sebagai bentuk kehati-hatian sebaiknya pilih yang tanpa pewarna. Perlu diingat, kalau "udang mati kompak" yang digunakan berkualitas baik tentunya pembuat cincalok tidak perlu memberi tambahan pewarna untuk menutupi ketidaksegaran, kan? :)

Btw, saya jadi ingat cerita dulu waktu sekolah menengah, entah kelas berapa, untuk pertama kalinya saya dan Kakak dipercaya Mama untuk berbelanja ke pasar berdua. Mama juga mempercayai kami untuk masak. Kakak saya sih tidak masalah karena selain makan ~oops, masak juga menjadi hobinya..  ^^

Pasar flamboyan tempat kami berbelanja riuh rendah oleh kegiatan jual beli. Saya yang masih grogian pergi ke pasar, ditanya mau makan apa oleh Kakak. Saya bengong. Di dalam hati keinginan saya cuma satu, cincalok. Tapi saking groginya saya hanya bisa bilang, "yang pink-pink, kak".  Hee? :p

Kakak saya hanya tertawa ketika saya mengatakan itu. Kakak tahu saya sangat suka makan cincalok, jadi tidak perlu bertanya lagi dengan apa yang saya maksud "yang pink-pink" itu, Kakak langsung singgah di pedagang "yang pink-pink".. :p  ~eh, tapi emang benar kan warnanya pink.. :D (ngeles). Gara-gara kejadian itu, Kakak selalu menggoda saya tiap kami makan berlauk cincalok. "Dasar pinky mania", katanya.. :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!