2.25.2019

Tak Sampai, Tak Apa

Hari ini saya dan suami mencari informasi terkait salah satu kebutuhan sekaligus keinginan besar kami saat ini. Sayang disayang, sepertinya belum bisa diwujudkan sesuai keinginan dalam waktu dekat. Bahkan rasanya mustahil. Saya merasa kecewa dan sedih karena harus menyingkirkan mimpi itu untuk sementara waktu, tapi insyaAllah masih dalam taraf wajar sih.

Cuma ya itu lah, rasanya tidak enaaaak sekali.


Supaya lebih plong, berkali-kali saya perlu mengingatkan diri bahwa apa yang kita inginkan dan kita anggap baik belum tentu yang kita butuhkan atau yang terbaik bagi kita... Semua ada waktunya, mungkin sekarang memang belum saatnya.... Kalau memang rejeki takkan kemana, kalau bukan rejeki tak bisa dipaksa.... Jujur, ngingatin diri sendiri itu berat.

Belum lagi ketika memikirkan apa yang akan dibicarakan orang tentang keputusan kami karena tidak mengambil "jalan" yang biasa orang ambil. Ditambah godaan yang begitu besar dari rasa ingin, oh rasanya ujian episode ini begitu kuat. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya berada di posisi seperti hari ini. Sungguh. Kalau saja tidak saling menguatkan hati dan pikiran, mungkin opsi untuk mengambil jalan pintas langsung diambil 😭 Naudzubillahi min dzalik 😭 Harus kuat dan terus menguatkan hati..

Minta doanya ya teman-teman, semoga urusan kami yang tak kesampaian kali ini digantikan dengan yang lebih baik dan berkah dunia akhirat 🤲🏻

Hmmm, saya jadi teringat nasihatnya bu Septi Peni Wulandani via kelas matrikulasi yang saya ikuti tahun lalu: Rejeki itu pasti. Kemuliaanlah yang dicari...

Btw. Teman-teman ada quote favorit yang dirasa tepat untuk kondisi seperti yang barusan saya alami, tidak? Share di komen yaa. Terima kasih 💕

0 comments:

Post a Comment

Pesan dimoderasi

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Follow by Email