5.25.2018

Rak Buku Nan Rapi | Tips Ramadhan 1439 H

Hari ini saya beberes rak-rak buku di rumah. Buat yang follow instagram saya mungkin sudah tau ya. Hehe. Tapi tidak ada salahnya saya cerita lagi di sini, lebih panjang lebar..

Jadi ceritanya tadi pagi setelah subuh, saya menjalankan niat saya menggunakan aplikasi forest untuk diet layar. Alhamdulillah lancar dan karenanya saya bisa melakukan banyak hal pagi ini. Nyapu sip, ngepel sip, mandi sip, nyuci baju sip. Alhamdulillah.

Nah, usai melakukan itu semua, saya reward diri sendiri. Nonton youtube, hehe. Tapi nonton yang inspiratif dan cuma 2 video. Video pertama dari channel self-growth favorit saya, lavendaire, tentang fear and love; lalu channel home organization favorit saya, Vasseur beauty extrem cleaning. Melihat Brittany beberes, saya jadi terinspirasi juga pengen beberes. Apalagi beberapa hari kemarin saya ikutan kulwapp tentang beberes ala KonMari. Jadi semacam dapat panggilan, hehe.

Saya pun membulatkan tekad, rak buku harus beres hari ini. Dan begitulah. Pertama, saya pisahkan antara buku yang (1) akan disimpan, (2) dibuang, (3) didonasikan/didonasikan. Kategori kedua cukup sulit, jadi saya hanya memisahkan antara buku mana yang mau saya simpan dan mana yang tidak. Lebih sederhana, hehe. Soalnya sayang sama buku. Oh ya, saya juga memisahkan mana buku milik saya dan suami & mana buku pinjaman milik orang yang belum dikembalikan. Harus segera dikembalikan.. Nah dari situ jadi kelihatan mana yang bisa didonasikan dan dibuang. Sortir-sortir lagi (karena masih berat hati mau buang buku), baru kelihatan mana yang sebaiknya dibuang:

Buku sudoku kesayangan :'

Teman-teman yang sudah lama ngikutin blog saya mungkin sudah tau kalau saya sukaaaaaaa sekali sudoku. Sudoku adalah salah satu mainan favorit saya. Kalau suka kenapa mau dibuang? Kedua buku sudoku ini terpaksa saya buang karena semua halamannya sudah diisi penuh. Tidak ada lagi kotak kosong yang tersisa. Itu artinya, keduanya sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik, dan sudah waktunya saya merelakan mereka pensiun. Saya merasa sangat senang dengan keberadaan mereka selama ini dan rasanya sedih harus menyingkirkan benda kesayangan. Tapi demi menyediakan ruang buat "kebahagiaan" lain, saya harus rela. Sayonara sudoku ku..

Sementara itu buku-buku yang ingin disimpan disusun berdasarkan genre. Saya membagi menjadi 2 genre utama yaitu fiksi dan non-fiksi. Dari kelompok utama itu dibagi lagi. Fiksi bisa berupa novel atau komik (dan ini dibagi lagi apakah penulis luar atau dalam negeri, soalnya gaya tulis menurut saya beda). Sementara yang non-fiksi saya bagi berdasarkan topik; misal tentang agama, pengembangan diri dan motivasi, kreatifitas dan crafting, fotografi, pendidikan bagi orang tua/parenting, kesehatan, dan peningkatan kemampuan/skill software. Terakhir yang tak kalah penting, buku-buku per kategori disusun dengan memperhatikan ukurannya.

In hasilnya, jeng~jeeeeng:

Ada lah perubahannya dikit, yak, hhihi

Btw, selain rak buku di kamar tidur saya dan Danda, saya juga merapikan 3 rak buku lain di rumah: 1 di samping tv dan 2 di lantai atas. Sekalian mengecek keberadaan buku kami yang mungkin tersesat, hehe. Jadi total hari ini 4 rak buku. Semua buku-buku yang ada, saya kumpulkan dan kategorikan berdasarkan genre dan kepemilikan, lalu disusun berdiri. Ada juga yang rebahan walaupun tidak banyak. Makanya saya agak sungkan mau menyebutkan metode konmari, karena kalau konmari kan semuanya harus berdiri siap grak..

Untuk 3 rak lain, saya tidak ada foto before. Lupa. Jadi malas lah mau foto afternya. Yang jelas sekarang semua buku sudah lebih rapi dan terorganisir. Alhamdulillah, senang sekali rasanya. Bahagia memang sederhana ya teman-teman.. ^^

Baiklah, sudah malam. InsyaAllah nanti lagi ya. Daaah!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!

Follow by Email