12.07.2016

Blog dan Ekspresi Diri

Setiap blogger pastinya punya tujuan masing-masing. Ada yang ngeblog untuk gaul, ada yang berfokus untuk nyari duit, ada yang murni untuk berbagi informasi bermanfaat kepada orang banyak tanpa terpikir monetasi, ada juga yang sekadar untuk diary online, dll. Tidak ada yang benar dan salah dari tujuan-tujuan tersebut, jadi mari fokus saja pada tujuan kita masing-masing tanpa harus men-judge blogger lain.



Disadari atau tidak, menulis (termasuk menulis di ngeblog) adalah salah satu cara mengekspresikan diri dan menyampaikan pendapat dengan bebas. Bebas bukan berarti seenak udel, melainkan harus tetap santun dalam menyampaikannya. Sayangnya, seriiing sekali saya baca artikel yang membahas tema kontroversial justru ditulis dengan gaya yang tidak simpatik atau bahkan lebih ke arah nyinyir, dan itu membuat saya sedih. Memang sih tulisan seperti itu akan mengundang banyak komentar dan meningkatkan jumlah pengunjung dan meningkatkan popularitas penulis dan situs dengan sekejap, tapi... Ah entahlah. Menurut saya nyinyir itu sadis aja, dan akan banyak hati yang terluka.

Kita memang tidak bisa membuat senang semua orang, tapi bukan berarti kita boleh menyakiti orang hanya karena berbeda pendapat. Itu menurut saya. Tapi kan pendapat kita pribadi tidak bisa dipaksakan ke orang lain, ya. Nah, kalau sudah begini saya balikkan lagi ke diri sendiri, mungkin tujuan penulis itu menulis memang itu. Dan karena tujuannya berbeda dengan tujuan saya, ya sudahlah. Mungkin itu pengingat untuk lebih dewasa bersikap, berpikir, dan berkata-kata. Umur sudah segini, mau ikutan nyinyir tuh capek.

Eh tapi saya jadi mikir lagi. Nyinyir kan salah satu ekspresi diri juga, ya. Apalagi perempuan yang notabene punya sifat kompetitif yang tinggi (walaupun banyak juga kaum adam yang tipenya nyinyir dan nggak mau kalah macam emak-emak, hihi). Mungkin itu sebabnya ada istilah mom war. Banyak versus-versus-an nya. Padahal kita tidak pernah tahu apa latar belakang pastinya mengapa seseorang melakukan sesuatu..

Sekarang pertanyaannya, kalau kita komentar tentang orang yang suka nyinyir, itu termasuk nyinyir juga tidak sih? Dilematis kan ya. Hehe. Untuk menjawab inimungkin saya harus mengingat lagi tentang prinsip komunikasi asertif yang saya pahami dan pernah saya tulis beberapa waktu lalu. Jadi menurut saya, dalam upaya belajar berekspresi dengan santun (asertif), ingatkan diri sendiri utnuk tidak melukai orang lain. Orang nyinyir pun akan marah kalau dinyinyirin.

Btw, kenapa saya nulis tentang ini ya? Anggap saja lagi merenung, hehe. Makasih sudah merenung bersama saya ya teman. Sampai nanti. Bye!