10.31.2016

Kilas Balik Bulan Oktober 2016

Oktober adalah bulan yang spesial buat saya. Pertama, karena itu adalah bulan lahir kedua orang tua saya tercinta. Kedua, karena itu adalah bulan lahir saya. Ini seperti milestone bagi saya untuk merenung, mengingat usia di dunia yang terus berkurang detik demi detik.




Terkait kegiatan per-blog-an, di bulan 10 tahun ini saya tidak optimal melakukannya. Blog ini --Momento Dulce-- hanya terisi 7 postingan saja, sementara di blog saya lainnya --Dapur Yanet dan Review Jujur-- saya tidak posting sama sekali. Terutama yang RJ yang mengalami gangguan teknis terkait http dan https. Duuh, pusing.. >.<  Adakah teman-teman yang bisa bantu?

Balik lagi tentang blog MD ini. Di bulan Oktober 2016, postingan saya lebih banyak tentang refleksi. Misalnya tentang 2 tipe manusia dan tentang jawaban saya atas pertanyaan "jika surga dan neraka tak pernah ada". Saya juga menulis catatan singkat bertema komunikasi asertif yang merupakan salah satu tema Collaborative Blogging kelompok saya. Lega, lepas satu kewajiban.

Di antara semua tulisan, catatan berjudul Momen Panjang Tak Terlupakan Bersama Depresi merupakan catatan paling berani. Saya katakan paling berani karena di tulisan tersebut saya menceritakan pengalaman waktu depresi dulu, yang menurut banyak orang adalah aib dan rasa yang tidak pantas. Konsekuensinya, tentu saja, akan banyak yang mencap saya lemah iman, kufur nikmat, dan label-label semacam itu. Semacam, kok bisa-bisanya sih depresi, gitu. Kayak nggak punya Tuhan aja. Pokoknya rendah lah. Tapi tidak mengapa. Pengalaman itu memang kelam tapi saya sudah menerima diri saya apa adanya. Pikiran orang lain tentang saya bukan lagi masalah buat saya. Terserah orang lain mau menilai apa, toh saya tidak bisa mengaturnya. Saya hanya bisa mengatur pikiran saya sendiri. Saya sudah punya pengalaman pahit gara-gara terlalu memperhatikan penilaian orang terhadap saya, dan saya menolak untuk mengulanginya.

Memang sih, tulisan tersebut ditulis untuk diikutkan lomba --dan tidak menang. Tapi karena tujuan utama saya menulis pengalaman pahit tersebut adalah agar orang-orang yang mengalami perasaan serupa saya --depresi-- tahu kalau mereka tidak sendiri, maka saya sengaja tidak menghapus tulisan tersebut. Saya ingin mereka tahu kalau insyaallah mereka bisa melaluinya. Saya ingin mereka ingat bahwa Tuhan Yang Maha Mengetahui tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Dan semoga pertemuan mereka dengan tulisan saya tersebut bisa membantu mereka merasa lebih baik. Saya ingin pengalaman saya tidak sekadar pengalaman buruk tanpa hikmah. Saya ingin membantu walaupun hanya lewat cerita remeh-temeh dan aib bagi kebanyakan orang yang tidak pernah mengalaminya. Mimpi besar dari hal kecil, kenapa tidak? :)

Selain refleksi, di awal bulan saya ada menulis sedikit kenangan dan momen spesial ulang tahun Bapak dan Mama'. Mereka adalah kesayangan di hati saya, dan saya anggap tulisan tentang keduanya sebagai bentuk syukur masih bisa berkumpul bersama keduanya. Alhamdulillah..

Oh ya, bulan 10 ini saya juga bikin 1 postingan saya yang gaya tulisnya agak beda dibanding gaya tulis saya biasanya, lho. Judulnya, Catatan Galak. Nggak galak-galak amat sih, cuma karena pakai kata kamu-kamu gitu, rasanya galak saja. Rekor deh. Di catatan tersebut saya menyampaikan uneg-uneg yang sudah lama dipendam. Awalnya ini ditulis untuk status facebook tapi urung karena khawatir malah yang tidak ada sangkut pautnya yang tersinggung. Maklum, sosmed. Yang dicolek si A, yang tersinggung malah si Z. Kan bisa berabe. :p  Saya pikir, sayang. Daripada dihapus begitu saja, lebih baik dipindahkan ke blog supaya bisa dibaca kapan-kapan. Mencarinya juga jadi lebih mudah daripada di fb.

Begitulah sedikit kilas balik saya di Bulan Oktober 2016 ini. Semoga yang sedikit ini tetap bisa memberikan manfaat bagi orang lain, aamiin.

Note: 
Karena satu dan lain sebab, tulisan ini baru dibuat tanggal 11 November. Sengaja disetel pada akhir bulan Oktober untuk memudahkan saya dalam menghitung jumlah postingan di bulan berikutnya. Mohon maaf kalau ada salah kata, saya ngantuk berat pas posting ini..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 comments:

  1. Santai aja, Mbak. Gak usah mikirin apa kata orang. Toh yang menghidupi kita bukan mereka kan? Wkekek :p

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!