7.15.2015

Ngopi di Warung Kopi

Sebagian besar orang mungkin menganggap menikmati secangkir kopi di warung kopi adalah hal yang sangat biasa. Apalagi kalau tinggal di kota yang memang banyak warkop nya, seperti di kota Pontianak atau kota lain di Kalimantan Barat. Menikmati kopi dalam kehidupan sehari-hari telah menjadi budaya masyarakat. Namun buat saya, yang memang bukan pencinta minuman hitam berbau wangi itu, menikmati secangkir kopi (ngopi) di warkop adalah sesuatu yang mengesankan.





Terus terang saja, sampai seusia sekarang. Baru satu kali (beberapa hari lalu, lupa tanggal), saya menyempatkan diri khusus untuk mencoba ngopi di warkop. Sebelumnya pernah sih singgah di warkop, tapi itu sebatas singgah waktu di perjalanan. Di provinsi kami tidak ada yang namanya tempat istirahat khusus pemudik (rest area), jadi kalau mudik ya singgahnya di resto atau warung kopi yang tersedia di sepanjang jalan menuju kota tujuan. Asyik kan..

Keluarga saya sering singgah di warkop untuk beristirahat saat perjalanan ke luar kota. Tapi buat saya walaupun namanya warkop, saya selalu pesan teh hangat dan sebutir telur setengah matang. Nyam! Dulu kecil juga suka dibelikan camilan, tapi biasanya harganya lebih mahal daripada kalau bekal, jadinya sekarang lebih suka bawa sendiri dari rumah, kalai sempat..

Nah, beberapa hari lalu itu, saya dan Kanda diajak Kakak dan Abang ipar untuk mencicip nuansa ngopi di salah satu warkop besar di Pontianak. Kanda sih senang saja karena memang suka kopi. Pun sudah biasa ngopi bersama teman-temannya. Sedang saya, diantara berempat itu hanya saya yang lebih memilih susu coklat atau air jahe atau teh, daripada kopi. Hehehe

Sebenarnya di warkop yang kami kunjungi itu menyediakan minuman lain juga, menurut Kakak dan Abang. Tapi, demi menghayati nuansa warkop, saya coba pesan kopi susu. Selama tidak berlebihan dan jarang-jarang, saya rasa tidak masalah. Tidak asal anti ini itu. Be moderat, prinsip yang coba saya terapkan saat ini. Insya Allah itu yang diajarkan Rasul kan.. ;)

Nah, lucunya, karena saya sudah bertahun-tahun tidak minum kopi, ternyata ada juga pengaruhnya. Walaupun saya menikmati aroma dan rasa kopinya, tapi efek kopi yang membuat mata terjaga cukup menyiksa karena subuh hari harus bangun sahur. :D  Rupanya tidak hanya saya yang terpengaruh kopi. Kanda dan Kakak juga mengalami hal serupa. Mungkin karena sudah lama tidak ngopi di rumah. Sedang Bang Pari, abang ipar saya, tidak terlalu terpengaruh karena sudah biasa ngopi. Tapi karena sebulan belakangan ia kebiasaan tidur malam, jadi ya gitu deh. Kami berempat terjaga sepanjang malam. Sampai di rumah sekitar pukul 11 malam, kami lanjut bertukar cerita sampai tak terasa pukul 1 malam. Masuk kamar sekitar jam 1, saya pribadi tidak bisa langsung tidur dan itu cukup menyiksa.

Memang luar biasa ya, efek kopi itu. Jadi saya rasa sebaiknya efek ini dimanfaatkan hanya pada saat diperlukan saja, tidak setiap hari. Dan untuk para wanita juga sebaiknya dibatasi karena menurut penelitian, kopi dapat menyerap kalsium dan secara tidak langsung menjadi pendorong osteoporosis. Gitu deh. Intinya, konsumsi secara moderat.

Yang pasti, saya sangat menikmati waktu kami ke warkop kemarin. Waktu tertawa bersama sambil menyeruput kopi susu dan mengunyah burger yang gratisan dari Kakak dan Abang. Sweet moment should be remembered, right? ^^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1 comment:

  1. aku malah ngopinya kalo besok di sekolah ada ulangan, biar matanya nggak mau merem buat begadang ngelus ngelus buku haha

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!