6.18.2015

Pensieve Ramadhan: Hari Pertama

Ramadhan hari pertama di tahun 1436 H jatuh pada tanggal 18 Juni 2015. Alhamdulillah umur saya dan keluarga sampai untuk mengecapnya. Walaupun sekarang masih belum berangkat pulang dan berpuasa bersama keluarga besar tapi hawa dan nuansa kampung halaman rasanya sudah tercium. :)

Saya bangun cukup awal sehingga alhamdulillah bisa sahur dengan leluasa. Supaya tidak tidur lagi, pagi hari saya menyetrika pakaian. Sudah lama saya tidak menyetrika. Sebenarnya masih malas sih, hehe, tapi mengingat agar lebih rapi dan muat lebih banyak di koper saat dikemaskan nanti, dengan semangat saya merapikan pakaian yang menumpuk di keranjang berwarna pink. Gosok~gosok~gosok. Untung Mama' dulu pernah mengajarkan jurus menyetrika cepat (yang selalu saya praktekkan, hihi) alhamdulillah tumpukan cepat berkurang, walaupun kemudian menumpuk lagi dengan baju yang baru kering dari gantungan karena Kanda juga semangat menyuci beberapa hari belakangan. :D Sambung besok lah nyetrikanya, kata saya.

Setelah mata segar dan hari pun masih pagi, saya segera mandi. Segar! Mungkin karena dari berpanas-panas menyetrika, jadi lebih terasa. Istilahnya, kalau tak tahu panasnya hari, sulit lah kita menghargai hujan. Etsah~. Lanjut..

Selesai beres-beres barang yang akan dikirim via pos, kami berdua pergi ke kantor pos dekat kampus untuk mengirim 2 paket yang sudah dibungkus rapi. Isinya, buku dan pakaian, Karena kardusnya lumayan besar, satu buah diletakkan di depan, satunya lagi di antara saya dan Kanda. Saya duduk di ujung jok dan Kanda terhimpit di antara 2 paket. Sesak. Alhasil setiap belok ke kiri selalu ada teriakan klakson motor butut kami yang menarik perhatian orang-orang sekitar. Rupanya tombol klaksonnya tertekan paket. Hihihi.

Usai mengirim paket, kami ke kampus. Ada janji dengan Bu Ifa, dosen pembimbing akademik saya waktu S1 dulu. Dulu beliau lah yang membantu kami sebelum dapat rumah kontrakan. Jadi sebelum pulang ke kampung halaman, rasanya tidak sopan kalau kami langsung pulang tanpa pamitan, makanya menyempatkan diri bertemu beliau, sekalian menyampaikan salam kedua orang tua saya kepadanya. :)

Bu Ifa ternyata masih penelitian dan masih sering pulang malam dari lab. Karena itulah kami janjian di laboratorium beliau saja. Di lab tempat Bu Ifa, tak sengaja kami juga bertemu dengan Ari, teman dari Pontianak yang dulu juga menolong kami waktu awal-awal tiba di Bogor. Wah, tidak menyangka dua orang yang membantu kami dulu ternyata sekarang saling kenal dan bekerja di satu lab. Ari rupanya masih berjuang dengan tesisnya, pada tahap akhir. Saya dan Kanda berharap baik Bu Ifa maupun Ari mendapat kemudahan dan bantuan dari Allah, sebagaimana keduanya pernah baik kepada kami. Insya Allah..

Sekitar satu jam di lab, kami pamit lalu lanjut ke kampus untuk mengantarkan softcopy tesis saya dalam bentuk CD ke perpustakaan jurusan. Sementara itu, setelah mengantarkan saya, Kanda menawarkan motor kepada para tukang ojek yang mangkal di depan kantin stevia. Sayangnya mungkin karena waktu yang kurang tepat, bulan puasa dan orang-orang menabung untuk lebaran, jadi walaupun ada yang tertarik akhirnya urung. Padahal sudah banting harga lho, hehe. Akhirnya diputuskan, motor dititipkan ke tempat seorang kenalan dulu karena insya Allah Kanda kembali lagi ke Bogor dua bulan ke depan. Jadi jualnya nanti saja. Ya sudah.

Setelah itu kami pulang ke rumah. Badan saya agak lemas. Rupanya Kanda juga, dan beliau sempat tertidur. Syukur alhamdulillah adzan magrib hari pertama di bulan Ramadhan akhirnya berkumandang. Kami buka dengan beberapa buah kurma, air putih, dan kolak jagung. Rencananya makan nasi dan ikan bakar setelah sholat isya agar tidak mudah buang angin waktu sholat tarawih. Eh, diundang Nhepa ke rumahnya. Ada soto untuk kami, katanya. Alhamdulillah.

Lepas tarawih kami ke rumah Nhepa, tapi dibungkus saja supaya tidak kemalaman. Kasihan Nhepa dan Tommy, karena Bahrain nanti susah tidur. Eh, tapi tetap saja ya, namanya bertemu dengan teman yang nyambung, rencana pulang jam 9 jadi molor (lupa lihat jam) jam 10 kurang. Tak apalah, hitung-hitung bukber bersama keluarga Nhepa untuk pertama dan terakhir kali di ramadhan tahun ini. Kami juga sekalian pamit walaupun rencananya besok akan kembali untuk mengantarkan beberapa barang buat dimanfaatkan olehnya. Soto darinya pun langsung kami nikmati malam itu karena khawatir rusak sedangkan ikan bakar untuk sahur saja. Alhamdulillah kenyang. Saya mengetik postingan dengan mata setengah watt. Kanda sudah tertidur pulas.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

3 comments:

  1. Wah udah s2 ya ternyata mba yanet ini. jadi ngerasa ga sopan udah manggil net..net.. abis mukanya masih imut sih T__T

    aku paling ga bisa makan abis tarawih, pokoknya itu pantangan. takut endut :'D
    salam kenal ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, saya malah jadi tersanjung dibilang keliatan imut. :D biasa aja mbak, saya di antara teman-teman juga dipanggil gitu kok.

      hohoho, itu kemarin. hari kedua saya udah makan sebelum isya kok. lapar soalnya. jadi semuanya kondisional, hehe. selama ini saya nggak bisa pantangan nggak makan malam, malah jadi nggak bisa tidur kalau lapar. jadi hayuk aja. tengah malam juga bisa kalau lapar.. *aduh, jangan ditiru ya* untungnya sekarang udah jarang.. :D

      salam kenal juga mbak daridan.. :)

      Delete
  2. Semoga Ramadan menambah semangat meraih cita2 ya :D

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!