6.23.2015

Pensieve Ramadhan: Catatan 3 Hari

Setelah 3 hari lalu bercerita sedikit tentang keberangkatan kami menuju kampung halaman, kali ini saya akan rapel cerita ramadhan 3 hari belakangan. Kenapa dirapel? Karena eh karena, kalau sudah ngumpul bersama keluarga sering keasyikan sekaligus kelelahan.
Sekadar info, sebenarnya aktivitas ketik-mengetik adalah salah satu aktivitas yang melelahkan buat saya karena ada tombol keypad zube yang rusak, yaitu huruf "M" dan tombol ke kiri. Terbayang kan, huruf tersebut sangat sering saya gunakan. Apalagi antara huruf kapital dan huruf kecil. Duh, kadang sakit kepala saya dibuatnya. Untuk menyiasati hal tersebut, Kanda membelikan saya keyboard portabel. Ini cukup membantu, tapi tetap saja rasanya kurang. Ada sesuatu yang hilang (eaaaa). Syukurlah berkat mencoba ngeblog di ponsel cerdas, setidaknya walaupun masih sering typo saya lebih leluasa menggunakan huruf m. :)

Kembali sesuai judulnya, cerita kali ini berhubungan dengan hari-hari di bulan Ramadhan, rekap 3 hari yang terlewat. Tak terasa ya, sudah hampir sepekan. Secara garis besar, nuansa ramadhan di kampung halaman menyenangkan karena bisa berkumpul bersama kesayangan.

Saat pertama kali datang, saya dan Kanda dibuat cukup terkesima dengan perubahan kota kelahiran kami. Dalam kurun waktu 2 tahun, sudah banyak gedung baru yang tinggi dan supermarket frenchise. Sebenarnya untuk masalah supermarket frenchise itu, saya agak risih sih, karena letaknya yang terkesan seenaknya. Harapan saya pemerintah kota tidak sembrono dalam meloloskan izin usaha. Kalau apik sih boleh, tapi kalau dibangun asal-asalan, saya pikir semua juga tidak suka kan ya.. :)

Setiba di rumah, kami makan malam bersama. Mama' dan Kakak menyiapkan sajian spesial: soto ayam. Yeey! Saya suka soto ayam karena selalu mengingatkan saya pada hari spesial waktu kecil dulu. Selain soto, ada juga makanan yang saya request, yaitu cincalok atau tencalok atau calok. Yumm! Tapi. Berhubung makanan berwarna pink itu kurang nikmat kalau dicampur-campur, enaknya dengan nasi hangat saja, jadi hanya bisa makan sedikit-sedikit. Sampai hari ini masih ada. Hehe..

Oh ya, sehari sebelum saya dan Kanda datang, Maya (anak sepupu alias keponakan saya) sekeluarga juga datang dari Sambas yang ingin menyelesaikan suatu urusan. Dengan adanya Rakha dan Fika, anak-anak Maya yang berarti cucu saya, suasana rumah jadi tambah ramai. :D  Awalnya Fika tidak mau main dengan saya. Bahkan kalau melihat Kanda, ia langsung sembunyi dan kalau capek jadi menangis. Tapi kemarin sudah tidak lagi. Dia malah mau saya mandikan, walaupun gayanya malu-malu lucu. ^^

Setelah makan dan istirahat sebentar, saya dan Kanda berkunjung ke rumah ibuk (mamanya kanda). Di rumah ibuk, ada Novi (adik Kanda) dan keluarga kecilnya dari Pinoh juga ada. Kebetulan libur sekolah panjang, sekitar 40 hari, katanya. Jadi ia sekeluarga berlibur lebaran di Pontianak.

Tak hanya Nopi tapi juga ada Dedek. Dedek, adik Kanda yang sudah punya rumah sendiri di Mempawah itu, sekarang memelihara kumis Lucu sekali kelihatannya, seperti bapak-bapak. Hihihi. Badannya juga lebih berisi. Sayang Didi belum datang dari Entikong. Kata ibuk pekan depan dia datang. Malam itu kami asyik mengobrol. Kebanyakan tentang batu yang sedang nge-tren. Tambah antusias waktu masing-masing mengeluarkan koleksi batu, kecuali Kanda tentunya. Aduh, cantik-cantik euy.. Eh ya, tak disangka esoknya Kanda diberi Bang Pari cincin bayu. :D  Rejeki, alhamdulillah..

Waktu kami datang, Aufa dan Afifa, anak Nopi, sudah tidur. Kemarin mereka datang bersilaturahmi ke rumah orangtua saya. Seperti Fika, Afifa juga awalnya tidak mau dengan saya, tapi setelah itu malah nempel. Imut sekali.. ^^

Oh ya, hari kedua kami datang, ada Bang Uli (sepupu saya) sekeluarga datang berkunjung. Syiva sempat lupa dengan saya, tapi karena sudah agak besar, naik kelas 2 SD, jadi tidak terlalu susah mendekatinya. Apalagi kan dulu ia memang suka main dengan saya. Kalau Nizar, tetap cuek lucu. Hihi. Syukurlah mereka suka dengan kue lapis talas yang saya dan Kanda bawa sebagai oleh-oleh. Alhamdulillah..

Ada satu lagi yang datang ke ruBmah dalam 3 hari lalu, yaitu mas Kamto (suami sepupu dari pihak Bapak). Selain untuk bersilaturahmi membawa mertuanya yang akan pulang kampung, Bapak diberi batu. Cantiiik sekali. Padahal belum diasah lho.

Cerita apalagi ya. Random begini. Hihi. Pokoknya gitu deh. Bahagia rasanya kumpul di bulan Ramadhan bersama keluarga tercinta. Alhamdulillah.. ^^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1 comment:

  1. baca postingan ini, membuat saya kangen kampung halaman saya mbak..

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!