11.19.2014

I Hate Spammer!!!

Hari ini ceritanya iseng buka twitter setelah berbulan-bulan tidak dicek. Itu juga karena diminta suami. :p  Malas-banget-dot-kom untuk medsos yang satu ini. Padahal dengar-dengar banyak teman yang beralih ke twitter karena facebook sudah membosankan, tapi buat saya yang jarang update status (tapi giliran bikin status suka panjang), saya merasa lebih nyaman dengan blog atau facebook. Pernah ada orang yang mengatai saya "mental facebook" (maksudnya katrok mungkin ya), gara-gara saya asyik berbalas kicauan dengan seorang teman kuliah saya dulu (tapi tidak mengajak orang yang mengatai saya itu, sehingga kicauan saya dan teman kuliah saya dianggap "sampah" di timeline nya). Saya anggap itu pujian walaupun nyatanya itu tidak benar. Jelas saya bukan spammer tapi ya sudahlah. Tak lama setelah kejadian tersebut, saya meng-unfollow orang usil tersebut karena merasa kicauannya tidak berguna untuk saya. Selama ini saya hanya berusaha menghargainya karena sempat kenal di dunia nyata (tapi memang kurang cocok dengan perangainya). Lucunya, dia justru baru meng-unfollow saya -yang dibilangnya tukang nyampah- setelah saya unfollow duluan. Takut kehilangan follower, sepertinya. Ada-ada saja, saya pikir. Padahal followernya saat itu lebih dari seribuan sedang saya tujuh puluh pun tak sampai.. :3  Bahkan dia tahu kapan saya unfollow dia.. hihihi ~jadi tersanjung :3

Hmmm, oke, ngomong-ngomong tentang nyampah atau spam, tentu saja tak pernah lepas dari dunia maya. Kalau punya email, pasti pernah minimal satu kali dapat email spam dari -entah-siapa.

FYI, spam adalah kiriman bertubi-tubi yang tidak diinginkan oleh penerima, biasanya dengan jumlah penerima yang besar dan acak. Umumnya merupakan iklan, ada pula yang menjadikannya media untuk menyebar link bervirus atau sarana penipuan. Jadi sebisa mungkin, sebaiknya hindari membuka kiriman spam, apalagi mengunjungi linknya. Percayalah, kalau promosi saja dengan cara yang tidak baik seperti itu, kemungkinan barang/jasa yang dipromosikannya memang tidak baik. Kalau baik, pasti mudah menjualnya, kan?

Menurut wikipedia, spam termasuk melanggar hukum lho. Silakan dibaca di sini. Intinya, spammer benar-benar mengganggu kenyamanan dan mengancam keamanan.

Beruntung kita karena sekarang email biasanya punya folder spam yang membantu mendeteksi email spam yang masuk ke inbox sehingga mudah dibuang/ dihapus. Yah walaupun kadang ada juga yang tak terdeteksi dan tetap masuk inbox, tapi layanan tersebut cukup membantu "kebersihan" akun dari email-email spam.

Facebook sedikit lebih ribet. Kita harus mengatur terlebih dahulu agar kiriman-kiriman di kronologi kita bebas dari aksi para spammer. Ada pengaturan untuk mensortir kiriman di log aktivitas sebelum disetujui untuk ditampilkan di kronologi. Sayangnya kalau ada yang mengirimi foto iklan tak jelas, perlu beberapa langkah untuk membebaskan nama kita dari foto tersebut, agar tidak diganggu pemberitahuan komentar. Kalau permintaan game lebih mudah mengaturnya, tinggal klik tanda silang pada pemberitahuan ajakan bermain game dan pilih hentikan ajakan game tersebut. Yang paling menyebalkan adalah spam pada inbox. Ngajak kenalan, atau bahkan tak kenal sama sekali bisa-bisanya minta no rekening untuk ngirim uang hasil perceraian dengan bule. Apa itu. -_-

Memang sih kadang spammer sendiri adalah korban spamming. Pernah beberapa teman facebook saya yang seperti ini, tidak sadar mengirim pesan link antah berantah gara-gara iseng buka-buka link spam sembarangan. Jadi, kalau ada orang yang kita kenal mengirim spam kepada kita, sebaiknya beritahu dia bahwa dia telah melakukan spamming yang mengganggu. Nah, kalau ngeyel dan ternyata sengaja spamming, tinggal laporkan ke facebook. Atau blokir. Mudah kan.

Oh ya, tadi saya sudah bilang kan kalau saya baru buka twitter hari ini? Di notifikasi, banyak mention spam yang masuk. Tidak ada satupun dari mereka yang saya kenal dan tak satupun yang merupakan follower saya, tapi ujug-ujug ngajak follow ini dan itu. -_- Bener-bener deh... Ter~la~lu.. Karena tidak terlalu rajin menggunakan twitter, saya agak kesulitan mengatur ini. Pilihan yang muncul hanya "dibisukan dan blokir". Iya kalau pelakunya satu, ini banyak euy. Kesal deh. Serasa dapat sms penipuan menang hadiah mobil... :p Diblokir juga percuma karena besok-besok tinggal ganti akun atau nomor. Namanya juga nipu, kan?

Ini dia sreen shot para spammer twitter saya (yang profilnya pun saya diragukan keasliannya)
Spammer itu ibaratnya orang tak dikenal yang tiba-tiba menggebrak masuk ke dalam rumah kita, lalu menempelkan selebaran-selebaran iklan sekehendak hati, setelah itu kabur begitu saja. Tidak tahu adat dan sopan santun. Pengen digeplak, tapi sudah terlanjur kabur. Sangat mengganggu.

Tapi perlu dibedakan ya, antara spamming dengan berbagi artikel di kronologi/ timeline pribadi atau di dinding grup/ komunitas yang memang fungsinya untuk berbagi (grup blogger di fb atau follow komunitas blogger di twitland, misalnya). Kalau merasa terganggu, tidak pernah ada larangan untuk unfollow atau keluar dari grup. Grup-grup semisal ini ibarat bangunan sekolah yang di dalamnya berserakan berbagai informasi (baik yang kita perlukan ataupun yang tidak). Kalau merasa terganggu tinggal berhenti mengikuti atau pilih keluar kapanpun karena promosi di wadah yang tepat tidak tergolong spamming. Tentu saja selama tidak berlebihan atau bertubi-tubi dan sesuai dengan tata cara yang berlaku pada grup tersebut. Ingat, spammer itu tidak tahu adat dan asal seruduk. Jadi selama sudah berusaha jadi orang yang tahu menempatkan diri, tetaplah semangat untuk berbagi. :D Yey!

Untungnya di blogger, komentar spam bisa dikendalikan dengan memoderasi komentar. Saya sangat senang teman-teman blogger berkunjung untuk blogwalking dan meninggalkan jejak komentar karena menurut saya komentar teman-teman di blog ini adalah salah satu bentuk apresiasi dan dukungan. Sayangnya, meskipun blog ini tidak terkenal, alexa rank pun rendah, jauh dari kata populer, spam tetap mengintai. Dan ini mengganggu. Duh...

Dengan ini, saya harap teman-teman mengerti kenapa saya memoderasi komentar, ya.. ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!