7.29.2014

Cerita Sholat Ied Fitri 1435 H

Usai menjalani puasa selama bulan Ramadhan, akhirnya umat muslim menyambut bulan Syawal, alias Idul Fitri. Alhamdulillah.. ^^


Tapi tahun 1435 Hijriah ini, Saya dan Kanda terpaksa tidak pulkam. Sedih sekali rasanya. Untungnya keluarga di rumah nan jauh di mata dekat di hati menguatkan. Walaupun sedih tapi harus lebih semangat untuk menyelesaikan tugas akhir. Ya Allah, mudah-mudahan bisa selesai semester ini, aamiin.

Pagi hari sebelum sholat subuh, sempat terjadi tragedi yang bikin saya mewek. Mungkin karena kurang tidur, atau karena memang sedang sensitif (baca: kangen rumah). Maklum, ini pengalaman pertama buat Saya ber-Idul Fitri jauh dari keluarga. Tapi akhirnya beres. Pukul 6 lewat sedikit, Saya dan Kanda sudah bertolak dari kontrakan kami. Kami ingin sholat di Kampus, khawatir ketinggalan. Soalnya pernah, Idul Adha 2 tahun lalu, kami ke kampus pukul 7 kurang, sholat sudah selesai dan bahkan sudah khotbah. Ternyata sholat Ied waktu itu dimulai pukul 6 pagi. Jadi Kami bertekad datang awal supaya tidak ketinggalan kali ini.

Sebenarnya ada masjid kecil di dekat kontrakan kami, tapi Kami lebih memilih di Kampus. Entahlah dengan Kanda, tapi bagi Saya pribadi, ada sedikit harap saya bertemu dengan satu-dua teman kampus yang tidak pulkam seperti Kami di sana. Dan karena sholat tarawih di masjid kampus kerap khusyu', ada harap yang sama pada sholat Ied kali ini.

Pukul 7 pagi, sholat dimulai. Sebelumnya, seorang panitia sholat ied mengumumkan beberapa pengumuman. Sayangnya, dari sekian banyak pengumuman penting, tidak dijabarkan secara singkat tentang tata cara sholat ied. Mungkin panitia di sini tahun ini tidak merasa itu hal penting. Entahlah. Saya teringat dulu saat sholat ied di kampung halaman, tepatnya di masjid kampus dekat rumah, tata cara sholat selalu disampaikan oleh panitia sebelum sholat. Saya merasa pengumuman seperti itu tidak terlalu penting, tapi pendapat saya berubah di 1 Syawal tahun ini..

Sebelumnya, pengalaman saya berlebaran di Pontianak dan Sambas, panitia selalu mengumumkan tata cara sholat ied sebelum sholat dimulai. Diantaranya merupakan hal umum sebelum sholat seperti meluruskan dan merapatkan shaf dan pengaturan shaf anak-anak dan dewasa, tapi ada juga yang tidak biasa bagi kami para wanita yang tidak sholat Jumat; seperti tidak berbincang dan ngobrol saat khatib sedang berkhotbah di mimbar, dan bagi wanita tidak membuka mukena saat khotbah. Hal tersebut karena sholat ied hampir sama seperti sholat Jumat yang merupakan satu paket antara sholat 2 rakaat dan khotbah.

Sayang, kemarin Saya kecewa berat dengan pelaksanaan sholat ied di tempat yang Kami pilih...

Pertama, itu tadi, tidak ada tata cara sholat. Kasihan anak-anak kecil yang mungkin lupa bacaan antara 2 takbir. Lagipula dengan pengumuman belum tentu dipatuhi, bisa ditebak apa yang terjadi.. :/

Di awal sholat, saya sesalkan pak imam yang langsung memulai takbir sholat tanpa memberikan jeda waktu untuk para makmum merapatkan shaf nya. Shaf saat duduk jelas lebih renggang daripada saat berdiri. Alhasil, shaf saya dengan sebelah saya kosong, entahlah di shaf yang lain. Lucunya, wanita-wanita di shaf belakang saya berkomentar tidak enak, tapi tidak juga mau mengisi shaf yang bolong itu. Saya sempat memperhatikan shaf depan yang tidak terlalu rapat, masing-masing berpatokan pada sajadah lebar (bukan bahu atau kaki). Terasa ada jarak antara makmum wanita di sekitar saya, padahal lurus dan rapatnya shaf adalah salah satu kesempurnaan sholat. Kalau seperti ini, terasa sekali peran imam begitu penting...

Tepat sholat berakhir, para wanita membuka mukena dan Saya langsung merasakan aura "pasar". Begitu cantik-cantik baju lebaran tahun ini. Memang tidak ada larangan bagi kita memiliki baju baru yang cantik dan menarik di hari raya, tapi..  ~ah, sudahlah..

Dan saat khotbah, hati saya bertambah risau dan kacau. Ya Allah kenapa begini, batin saya. Saya tidak memperhatikan para pria, yang jelas para wanita sangat sibuk. Mulai dari ngobrol dengan orang di sebelahnya, ketawa-ketiwi, bahkan tidur-tiduran di sajadah lebar yang sepertinya hangat. Belum lagi para orang tua membelikan anak-anak mereka balon-balon lucu warna-warni yang dijual di dekat lapangan. Semakin bertambah lah suasana "pasar" di lokasi sholat ied kami.

komik tentang shof sholat (haltebikumiku)
Nemu komik ini, tentang shof sholat.. :/
(sumber: www.haltebikumiku.com)

Saya pernah dengar bahwa sholat berjamaah menunjukkan kualitas masyarakat. Saya percaya ini, dan ini membuat hati saya miris. Semoga fenomena ini hanya terjadi di lokasi sholat kami dan tidak terulang kembali di tahun-tahun berikutnya. Aamiin ya Rabbal alamin..

#Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Saya hanya berharap kita semua bisa memperbaiki diri bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik.. :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!