11.26.2013

Teman Sebangku yang Mengesankan

Masa sekolah dasar merupakan masa kanak-kanak yang berharga untuk dikenang. Saya rasa semua orang akan setuju karena kita masih sangat imut dan culun saat itu, kelakuan dan tampang juga masih polos. Coba deh lihat album foto yang berisi foto-foto saat kita masih SD, bandingkan dengan wajah yang sekarang.. Tampang dan tatapan mata kita saat kecil pasti begitu polos, bahkan saat marah sekalipun. Beda dengan sekarang..  *habis ngaca, hehe*

Sayangnya kita sering lupa dengan momen bahagia masa kecil kita. Mungkin karena tidak terlalu berkesan secara pribadi, tidak terdokumentasi dengan baik (no photos, no diary), atau karena terlalu cuek atau sudah terlalu lama berlalu...

Sama dengan cerita yang di-request oleh Kakak saya yang memberi tema "teman sebangku yang berkesan saat SD" kali ini. Sudah terlalu lama berlalu, banyak yang terlupa. Tapi mungkin inilah gunanya catatan (seperti blog), kita bisa mengingat kembali, bercerita, menarik hikmah, dan kemudian berbagi agar cerita hidup kita dapat memberi arti. Jika tidak berarti bagi orang lain, minimal bisa berarti untuk diri sendiri.
~sebenarnya saya sedang mencoba menarik hikmah dari tugas yang diminta kakak, hehe..

Baiklah, bagian pembuka sepertinya sudah kebanyakan :p

Teman sebangku, hmm, seingat saya teman sebangku yang betah duduk dengan saya adalah teman cewek, tapi saya kurang ingat apakah memang pernah sebangku dengan asfi ratna, dewi chandra, nur indah sari, suci lestari, ulfatun nizam, susanti, ratih maya sari (nama-nama mereka melintas di ingatan sewaktu menulis artikel ini). Mungkin karena mereka adalah teman ngumpul, jadi agak samar mana yang pernah sebangku mana yang tidak. Tapi masalah teman sebangku yang berkesan, teman cowok adalah juaranya..

Bukannya tanpa alasan sih, kenapa saya lebih senang duduk sebangku dengan teman cewek daripada teman cowok. Mungkin karena saya tidak memiliki saudara laki-laki dan Bapak saya bekerja dinas di luar kota sampai saya kelas 4 SD, jadi interaksi saya bersama pria memang agak kurang. Susah paham dengan pikiran mereka, apalagi kan waktu itu saya masih kecil sekali ya... ^^  #ngeles

Dulu Mama selalu mengajarkan : kalau belajar jangan malas. Sebagai anak kecil yang patuh, saya berusaha mengingat itu saat belajar. Nah, ceritanya saat saya kelas 2 atau kelas 3 SD (kurang ingat), ibu guru wali kelas menukar-nukar pasangan sebangku muridnya. Saya yang awalnya sebangku dengan teman cewek jadi dipasangkan dengan teman cowok. Namanya Ragiel. Awalnya sih saya biasa saja, tapi ada kebiasaannya yang (saat itu) tidak dapat ditoleransi oleh saya (yang ceritanya anak patuh), lalu mulailah saya mengomelinya di sepanjang jam pelajaran pertama "perjodohan" kami.

Itu gara-gara si Ragiel kebiasaan menopang kepala saat belajar. Gerak tubuh seperti itu membuat saya mengasumsikan bahwa teman saya itu sedang malas belajar. Maksud saya sih sebenarnya hanya ingin mengingatkannya, tapi dengan bossy-nya saya mengomel dan memukul tangannya yang "sedang malas" setiap tangannya mulai menopang kepala. Berrrkali-kali, sampai akhirnya pada jam pelajaran berikutnya dia minta pindah duduk dengan teman lain, tukar pasangan... Tidak tahan..  :-O 

Hadoooh, kalau dipikir-pikir sekarang sih, memang agak aneh ya, sekaligus lucu, hehe.. Usil banget, gitu lho! Astagfirullah... Kalau saya dibegituin juga bakal marah deh... XD  Tapi begitulah ceritanya.. Wajar kan kalau saya terkesan..

Ada juga kejadian, mungkin kelas 4, saat saya "dipasangkan" sebangku dengan teman cowok lain bernama Alfi. Dia anak yang cerdas, tapi suka nakal, jadi saya sering berkelahi dengannya. Saking seringnya saya bercerita tentang pertengkaran saya dengannya, Mama saya jadi ingat kepada Alfi. Walau tidak akur, kami tetap duduk sebangku, setidaknya lebih lama sedikit daripada dengan Ragiel.. Hehehe.. :p  Untung saat SMP kami sudah akur, meski tidak lagi satu sekolah. Mungkin karena sudah tambah besar kali yaa..

Demikianlah cerita saya tentang dua orang teman sebangku yang berkesan saat saya SD. Cerita yang bisa saya ingat untuk masa SD yang penuh keceriaan dan keculunan... ^^ 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

5 comments:

  1. mungkin mereka lebih berkesan dengan dinda... :D

    ReplyDelete
  2. hahahaha...paham kakak perasaan ragiel tu sampai mao pindah duduk...wkwkwkwk

    ReplyDelete
  3. adx juga paham kak... usil luarrr biase dulu adx kecik.. tak nyangke.. wkwkwk xD

    ReplyDelete
  4. klau sekarang udah mahir kaynya kalau soal memahami pikiran cwok :D

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!