11.19.2013

Saya dan Pemanjat Tebing

Saya bukanlah orang yang dapat memanjat sedangkan pemanjat tebing adalah orang yang sudah piawai memanjat tebing. Salah satu alasan mengapa saya tidak dapat memanjat tinggi adalah karena saya acrophobia, alias phobia terhadap ketinggian. Mungkin itu juga menjadi alasan mengapa para pemanjat tebing dapat memanjat tebing, karena mereka tidak mengalami acrophobia.

Saya pernah bertanya kepada teman, mungkinkah ada seorang acrophobia dapat menjadi pemanjat tebing yang handal. Katanya, mungkin saja, jika phobianya tersebut dapat dia atasi dengan baik. Tapi kalau dipikir-pikir lucu juga ya, jika seorang yang acrophobia dapat mengatasi acrophobia-nya dengan baik berarti dia sudah tidak lagi mengalami acrophobia bukan? Jadi kesimpulan saya belum berubah, seorang pemanjat tebing haruslah bukan orang yang acrophobia. Nah, karena saya masih acrophobia dan belum bisa mengatasi phobia tersebut, kemungkinan saya menjadi pemanjat tebing yang handal adalah kecil. Walaupun bisa saja, jika saya bisa menanggulangi phobia tersebut, alias tidak acrophobia lagi.. Hehehe *muter-muter*

Selain masalah phobia, hal penting lain yang saya pikir dapat membentuk seseorang dapat menjadi pemanjat tebing handal adalah masalah fisik dan motivasi. Latihan yang teratur dan intensif serta pola makan dan pola hidup yang baik dapat membentuk fisik yang menunjang kegiatan memanjat tebing, sedangkan motivasi menjadi penggerak dari dalam diri seorang pemanjat. Faktor terakhir, uang, tentu saja... Hmmm, cukup masuk akal kan? *monolog*

Karena saya tidak bisa memanjat dengan baik maka saya menyukai orang-orang yang dapat memanjat, termasuk para pemanjat tebing karena mereka dapat melakukan apa yang ingin saya lakukan tapi tidak bisa saya lakukan. Beruntung Allah memberikan saya suami yang cukup piawai memanjat (alhamdulillah ) dan tentu saja tidak acrophobia (alhamdulillah lagi), jadi setidaknya saya jadi tahu sedikit-sedikit tentang dunia panjat-memanjat darinya. Kami biasa nonton film dokumenter mengenai kegiatan panjat tebing yang didownload suami saya. **Hmm, tiba-tiba teringat pada Chris Sharma, Alex Honnold, dan Dany Andrada, pemanjat favorit kami berdua**  ^^

Jadi begitulah hubungan saya dan pemanjat tebing. Meskipun saya bukan orang yang dapat memanjat tapi saya senang melihat pemanjat tebing beraksi, dan saya sayang suami saya yang walaupun bukan pemanjat sungguhan namun beliau masih bisa memanjat dengan cukup baik. Setidaknya ia telah berhasil memanjat hati saya... #eeeaaa 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 comments:

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!