9.18.2013

t.i.g.a

Tiga pekan berlalu, tiga pekan yang berat bagi saya karena tak seharipun dapat melupakan dia, ananda Weissar tercinta. Tapi alhamdulillah Allah berikan kekuatan sampai saya dapat melewati masa-masa sulit ini, meski air mata tetap saja mengiringi.

Rabu, hari yang sama 3 pekan lalu... Kilasan-kilasan peristiwa kembali melewati ingatan dan setiap kali itu pula saya harus menahan air mata. Saya tahu saya tidak boleh menangis lagi. Semuanya sudah berlalu, tangisan saya takkan mengubah apa-apa. Tapi apa daya, kadang bendungan di mata begitu rapuh. Begitu mudah ditembus air mata.

Salahkah bila saya menangis?