7.12.2013

Nostalgia Rumah Kaca

Tanpa sengaja hari ini saya melihat orang menata rumah kaca di televisi. Ingatan saya pun langsung melayang pada masa lalu, masa yang sering disebut sebagai masa-masa paling indah dalam hidup: masa SMU. :D

Mungkin masa SMU saya tidak terlalu seru jika dibandingkan dengan cerita orang lain karena saya bukan anak yang paling ini -atau-paling itu, tapi tetap saja untuk ukuran saya pribadi, masa-masa SMU saya tetap berkesan walaupun sederhana. Yah, setiap orang memiliki ukurannya masing-masing. Bukan begitu? ;)

Jadi dulu, saat kelas satu SMU (sekarang kelas X), masing-masing murid dipersilakan memilih satu atau lebih kegiatan ekstrakulikuler yang ada. Ekskul yang populer di SMU kami saat itu antara lain OSIS, Paskibra, Pramuka, PMR, Sispala, Rohis, dan Mading. Lucunya, Saya dan dua sahabat baru saya waktu itu, Desmy dan Nhepa, mengikuti ekskul unik yang tidak populer: SISTAPONIK (alias SISwa pencinTA hidroPONIK). Saya tidak terlalu ingat apa latar belakang kami bertiga kompak memilih ekskul yang kurang peminat ini sebagai salah satu ekskul yang kami ikuti. Yang jelas saat itu, dari sekian ratus anak baru dari angkatan kami, hanya kami bertiga yang memilih ekskul ini. Wahahaha... Tiga gadis aneh! :p

Entah karena cakupan kegiatannya memang sempit --hanya hidroponik-- atau karena memang anggotanya yang sangat minim, kami tidak memiliki sekretariat. Hampir semua pertemuan anggota dilakukan di ruang kelas yang tidak terpakai atau di rumah kaca (sebenarnya lebih tepat disebut rumah kasa) yang mungil dan bobrok yang terletak di dekat lokal kelas satu.

Jujur, ada hal rutin yang saya ingat benar tentang kegiatan sistaponik ini. Jadi ceritanya, setiap hari kami bertiga menyempatkan diri merawat tanaman yang ada di dalam rumah kaca. Biasanya saat istirahat pertama kami menyempatkan diri menyiram yang perlu disiram (biasanya media sekam bakar) atau mengganti air untuk tanaman yang ditanam di media air. Nah, hampir setiap jumat selama setahun 'masa-masa indah' itu, kami bertiga gotong royong merawat rumah kaca. Mulai dari membersihkan air yang menggenang di lantainya, membersihkan lantai dari debu dan daun yang berguguran, membetulkan kasa yang terlepas, dan sebagainya. Biasanya kami mulai setelah makan (tiap jumat kan keluar awal, tapi belum boleh pulang) dan baru berhenti ketika kajian agama rutin tiap Jumat akan dimulai. Rasanya tidak heran juga karena hampir selalu bersama kami jadi dekat. :)

Oh iya, sekedar intermezzo, karena selama kelas satu itu, Saya, Desmy dan Nhepa kalau kemana-mana 'hampir' selalu bersama dan juga dalam waktu berdekatan kompakan menjadi 'newcomer jilbaber' (saat masuk SMU kami sama-sama belum memakai jilbab --bahkan saat SMP saya belum mengenal jilbab, parah ya--), maka banyak yang bilang kami mirip satu sama lain.
#note: itu hanya perasaan orang-orang yang belum mengenal kami.
Sampai suatu saat si Desmy mengeluarkan pernyataan yang mengesankan dan bikin 'ngesak': Yanet tu yang putih, Nhepa tu yang hitam, Desmy tu yang cantik.. :p

Balik lagi ke sistaponik, mungkin karena kami aktif ikut pertemuan anggota dan terhitung 'cukup' telaten merawat tanaman-tanaman di rumah kasa -eh- rumah kaca (dan ingat, kami bertiga adalah aset berharga dan tak tergantikan bagi sistaponik karena hanya kami bertiga anak barunya saat itu) maka kami cukup 'disayang'. Saking sayangnya senior kepada kami, tak sampai menunggu tahun kedua, kepengurusan sudah diserahkan kepada kami (what?). Dan jadilah kami, terbengong-bengong karena bingung dengan hal yang terjadi. Untungnya Desmy yang cukup berpengalaman di organisasi dan berjiwa pemimpin bisa menguasai keadaan. Tahun kepengurusan kami, alhamdulillah, yang menjadi anggota baru sistaponik cukup banyak. Hampir setengah kelas. Lumayan kan?

Sayangnya, mungkin karena memang cakupan kegiatannya yang terlalu sempit, kurang menarik, cukup melelahkan, membosankan dan memakan waktu; tahun-tahun berikutnya sistaponik kembali meredup. Sedih sih, tapi mau diapakan lagi... Saya bahkan tidak tau apakah saat ini organisasi sistaponik di almamater kami masih ada atau tidak..

Tapi yang jelas, kegiatan yang membosankan-tidak menarik-melelahkan itu masih terekam kuat di ingatan saya, dan saya bahagia pernah melaluinya bersama sahabat-sahabat tersayang... Jadi kangen mereka berdua... :')

Miss u both, Desmy n Nhepa... :-*
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 comments:

  1. Yanet tu yang Putih dan Cantik... :D
    Mungkin perlu divariasikan dan ilmunye perlu dikembangkan terkait dengan hidroponiknya, sehingga bisa lebih menarik, tapi uda yakin sebenarnya itu kegiatan yang sangat menarik, menyenangkan, dan dapat mengisi waktu dengan yang insyaAllah bermanfaat... :D, boleh dikembangkan di kampus pertanian tu...

    ReplyDelete
  2. Hehehe... ~^_^~

    Ide bagus, da... Klo bise dikawinkan dengan ilmu lanskap lagi y... wah, harus dipikirkan tuh...

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!