2.26.2013

Tesis

Kata di atas cukup mengganggu pikiran saya saat ini. Bukan karena saya sedang tidak ingin segera menyelesaikannya, tapi karena sedang tidak bisa mengambil data di lokasi penelitian, penulisan tesis dan penelitian saya pun jadi terkendala.

Penelitian saya yang akan membahas mengenai lanskap budaya Dayak Desa di Sintang, Kalimantan Barat rencananya akan dilakukan pada akhir bulan Januari tahun ini, atau awal Februari. Namun apa daya, karena faktor eksternal yang tidak terduga (dan sedikit faktor internal, sebenarnya) maka rencana tersebut harus diurungkan.

Saya sendiri tidak menyangka bahwa, 1. akan hamil pada awal tahun ini, dan 2. jalan menuju tempat penelitian rusak parah. Yup! Hamil muda dan jalan yang rusak parah memang tidak pernah cocok. Tentu akan sangat berisiko jika saya paksakan turun sesuai jadwal, padahal sudah tau hamil muda dan sudah tau jalan menuju Sintang rusak parah.

Tekanan bertambah ketika saya mengingat dana bantuan dari beasiswa untuk dua tahun yang akan segera berakhir.

Terus terang, walaupun saya senang teman-teman saya yang juga dibiayai beasiswa yang sama dengan saya dan Kanda sudah banyak yang selesai melakukan penelitian dan bahkan ada yang mengaku sudah bisa segera lulus karena tesisnya sudah rampung (dalam satu setengah tahun!), ada perasaan iri yang muncul di hati.

#Hanya sebatas iri, bukan dengki yaah... :)

Ya, saya iri kepada mereka (dari jurusan lain) yang bisa menyelesaikan tesis dengan cepat. Iri, mengingat jurusan kami melarang mahasiswanya melakukan penelitian sebelum semua beban sks mata kuliah wajib maupun pilihan diambil. Hal ini tentu saja mempengaruhi kecepatan kami dalam melakukan penelitian, walaupun saya tau maksud dari jurusan tersebut jelas: sebuah tulisan tesis yang baik harus memiliki dasar ilmu yang kuat. Namun karena perasaan iri, hal yang sebenarnya sesuai prosedur pun menjadi sesuatu yang mengganggu pikiran. Pikiran dangkal.

Untungnya saya teringat kembali nasihat orang bijak bahwa tidak pantas kita iri kepada orang lain karena belum tentu apa yang mereka alami sanggup kita lewati, dan sebaliknya, belum tentu apa kita alami sanggup mereka alami. Masing-masing makhluk memiliki cerita yang indah dari Tuhan. Masing-masing orang memiliki beban yang sesuai dengan kekuatan pundaknya. Tuhan kan Maha Baik, tak pernah memberi cobaan lebih berat dari kemampuan hamba-Nya.

Awalnya, saya cukup kepikiran karena kemungkinan tidak dapat menyelesaikan kuliah tepat 2 tahun seperti yang ditargetkan, namun saya juga sudah sepatutnya bersyukur karena sedang hamil dan akan segera memiliki buah hati. Itulah rezeki kami, sedang rezeki teman-teman saya adalah dimudahkan studinya. Rezeki hanya Allah Yang Maha Kuasa yang mengatur dan yang paling tahu dan apa kapan yang terbaik bagi masing-masing orang. Saya yakin itu.

Sebenarnya sudah beberapa kali saya bercerita mengenai ke-galau-an saya ini kepada beberapa orang. Untungnya, slhamdulillah, saya berada dalam lingkaran pertemanan orang-orang baik yang senang menguatkan dan memberi semangat. Kepada siapapun saya bercerita, saya selalu diberikan semangat dan doa dari orang-orang bersangkutan. Misalnya saja teman-teman pasca kami yang ikut berbahagia dan mendoakan kemudahan bagi kami saat kami mengabarkan kehamilan saya sebelum pulang ke Pontianak akhir Januari lalu. Demikian pula keluarga dan kerabat kami di Pontianak. Semuanya menganjurkan agar memperkuat kandungan lebih dulu, baru menyelesaikan penelitian. "Skala prioritas, Yanet", demikian kata orang-orang yang menyayangi saya tersebut...

Sekarang, meskipun tetap ada perasaan "galau" yang cukup (terutama terkait biaya tambahan untuk pendidikan yang harus dibayar mandiri), pikiran saya jauh lebih tenang karena sadar bahwa rezeki hanya Allah yang mengatur. Kami hanya harus berusaha lebih giat.

Dan lagi, saya salah, karena membandingkan teman dari jurusan lain yang tentu saja mata kuliah dan aturan jurusannya berbeda dengan kami di Arsitektur Lanskap. #tepok jidat :p

Akhir kata, semoga kami dikaruniai keturunan yang sholeh/sholeha dan sehat akal, akhlak dan fisiknya.

Aamin... :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!