12.22.2011

"Hanya" Ibu Rumah Tangga

"Dia sekarang 'hanya' jadi ibu rumah tangga"

Pernah dengar kalimat tersebut? atau bahkan pernah mengatakan kalimat tersebut kepada orang lain -teman, sahabat, tetangga, atau siapapun-?

Hmm ... kalau emang pernah, sebaiknya kita introspeksi sama-sama deh ...

Terbayang nggak kalau ibu yang harusnya mengatur, mengurus dan membimbing anak dan suami justru malah menelantarkan keluarga, gara-gara sibuk dengan karirnya? Padahal menurut para pengamat kejiwaan alias psikolog, terlantarnya peran ibu (peran, bukan status yah), merupakan salah satu pemicu utama pertengkaran suami istri dan penyebab utama terjerumusnya anak ke dalam hal-hal negatif seperti pergaulan bebas seperti penyalahgunaan narkoba, pelencengan orientasi seksual (gay, lesbian, biseksual) dan lain sebagainya ..

(iih, seram..)   :(

Memang sih, tak pernah ada larangan bagi para wanita untuk memiliki karir yang sukses.  Yang jelas peran wanita sebagai ibu rumah tangga haruslah menjadi tugasnya yang utama .. Kalau banyak wanita tidak menjadi ibu rumah tangga yang baik maka perlahan tapi pasti, hancurlah dunia ini ..

Makanya, tak heran Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa wanita adalah tiang negara ...  -_-

Tahukah teman, walau job description seorang ibu rumah tangga terdengar begitu sederhana, "hanya mengurus rumah tangga dan menjaga kehormatan keluarga", tapi cakupan pekerjaannya sangat luas ..

Mengurus rumah tangga saja sudah mencakup :

- masak dengan hati senang (hal yang sangat sulit dipelajari oleh generasi baru wanita saat ini yang sibuk sekolah, kuliah, kerja..huuff),

- membereskan kekacauan dan membersihkan rumah agar selalu apik (termasuk menyapu, mengepel, membersihkan kamar mandi dan toilet, merapikan tempat tidur, menata ruang keluarga, mencuci baju piring, dan sebagainya dan sebagainya..),

- mengatur keuangan keluarga (biaya makan hari-sehari, biaya sekolah anak, biaya transportasi, tabungan, investasi keluarga, biaya tak terduga, dan sebagainya dan sebagainya),

- mengatur jadwal keluarga sehari-hari dengan disiplin,

- membahagiakan suami dan anak,

- silaturahmi dengan keluarga besar dan keluarga suami, tetangga, kerabat...

- and else.. maaf, nggak sanggup lagi nyebutin satu-satu, kebanyakan.. :p

Nah, itu baru daftar "urusan rumah tangga" yang belum lengkap loh, belum tugas selanjutnya yang "hanya" menjaga kehormatan keluarga.

"Hanya"??

Ibu yang menjaga kehormatan keluarga berarti ibu yang terus mencari ilmu sebanyak mungkin agar menjadi ibu yang cerdas, menjaga diri dari perilaku dan kata-kata buruk, mengontrol perilaku diri dan suami agar terhindar dari hal-hal yang buruk (tidak mendorong suami untuk korup, misalnya ..), membimbing dan menjadi teladan bagi anak (ini bagian yang tersulit saya pikir), dan sebagainya dan sebagainya.

Betapa besar dan penting tugas seorang ibu.... :'(  saya sendiri mungkin tidak mampu memenuhi semua kriteria ibu rumah tangga luar biasa seperti itu... :'(

Jadi, bila ada orang yang kita kenal yang memilih profesi menjadi "hanya" seorang ibu rumah tangga, maka hargailah keputusan mereka ..

Doakan saja semoga ia dapat menjalankan profesinya sebagai ibu rumah tangga sebaik mungkin. Doakan kelancaran rejekinya, doakan agar ia tetap yakin dan percaya diri dalam melangkah, doakan ia agar tidak mudah bosan dan tidak rendah diri di hadapan orang lain, doakan ia agar terhindar dari kebiasaan bergunjing dan menyiakan waktu dan disibukkan dengan hal-hal positif, serta doakan pula agar anak-anaknya menjadi orang yang sukses dunia akhirat....

Demikian pula bila ada orang yang kita kenal lebih memilih profesi menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir.  Hargailah keputusan mereka.  Doakan agar ia tetap menjadi ibu rumah tangga yang baik bagi anak-anaknya, tetap menjadi istri yang baik bagi suaminya dan muara cinta kasih sayang bagi seluruh orang yang mengenalnya.  Doakan ia menjadi wanita yang kaya namun tidak senang mencela orang lain.  Doakan keluarganya bahagia dan akur selalu...

Saya sangat yakin, doa baik akan kembali kepada yang mendoakan, insya Allah. Aamiin!

Berbanggalah kita atas ibu kita, apapun pekerjaan mereka, karena ia telah berhasil membesarkan kita menjadi anak yang cerdas dan sehat baik jasmani (dan rohani juga, insyaallah). Doakan kebaikan dan hal terbaik untuknya saat ia masih hidup dan juga kehidupannya kelak setelah dunia...

I LOVE MY MOM...

*Renungan untuk semua anak di Hari Ibu.. ^_^

(Terinspirasi dari acara Metro Pagi di bincang-bincang bersama psikolog Tika Wibisono, 22 Desember 2009).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya yaa. Salam kenal!

**Komentar dimoderasi karena banyak spam. Ihik!